Stevan Hermawan
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEMARANG INCLUSIVE RECREATIONAL COMMUNITY CENTER Stevan Hermawan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkalikaumdisabilitasdi Indonesia mengalamitindakandiskriminatifbaikdariindividu, lembaga, danmasyarakat. Stigma kaumdisabilitasyang dipandanglemaholehmasyakatkitamembuatkonotasi yang negatifpadakaumdifabelsepertiketidakmampuandalambekerja, lemah, ketidakmampuanfinansialdan lain-lain yang membuatkesan “layak” untukdisantuni (Masduqi,2010). Kota Semarang merupakansalahsatukotabesar di Indonesia yang memilikijumlahpenduduksebanyak1,65 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2020). Dengan jumlah penduduk penyandang disabilitassebanyak3.243 orang sedangkan jumlah keseluruhan masyarakat disabilitas Kota Semarang yaitu 5.800 orang (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Semarang tahun 2020). Namun sayangnya warga masih merasa kota Semarang masih belum ramah disabilitas. Hal tersebut dilontarkan oleh Ketua Yayasan Satu Harapan Didik Sugiarto meminta untuk Pemkot Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas publik yang ramah kaum difabel. Beliau juga mengeluh terhadap salah satu proyek fasilitas publik di Kota Semarang yaitu Museum Bubakan yang tidak ramah difabel, padahal terkait fasilitas publik yang ramah difabel sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas (mediaindonesia.com 2021). Terrdapat salah satu komunitas kelompok Difabel di Semarang yaitu Komunitas Sahabat Difabel yang mana komunitas ini merangkul dan juga memberikan dukungan terutama pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Semarang. Komunitas ini berfokus untuk pengembangan kualitas SDM khususnya untuk masyarakat disabilitas. Namun terkait kondisi fisik dari komunitas tersebut juga belum begitu baik. Oleh karena itu, perlu adanya ruang publik dalam wujud Community Center dengan konsep Inclusive Recreational Community Center di Kota Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas rekreasi publik di Kota Semarang yang bersifat inklusif.