Widiarto Boro Allo
IAKN TORAJA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Agama Kristen pada Kehidupan Pranatal Keluarga Kristiani Widiarto Boro Allo
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i1.61

Abstract

Education is a continuous effort to teach, educate, encourage and develop children’s potential. Education can not only be done in the school environment, but also in the family environment. In the perspective of the Christian faith, education begins in the womb. Education during the womb (prenatal) is education carried out by parents to their children, before the child is born. This is a sign that parents are carefully preparing children with Christian characters, who are able to grow in their existence as Christian youths. The main goal of educating children in the womb is not for intelligence, but stimulating children to have physical and spiritual potential that is ready to be developed in the real world. By using a literature review method, namely by examining various reading sources related to the research topic, it was found that prenatal education was oriented towards Christian religious education in the family which indirectly started from the mother, by maintaining behavior based on Christian faith, emotions, and being an example in behavior. Through this research, it is hoped that all family members will be able to grow, develop, and act according to Christian teachings and faith, to get to know Jesus Christ better. Pendidikan adalah usaha berkesinambungan untuk mengajar, mendidik, mendorong dan mengembangkan potensi anak. Pendidikan tak hanya dapat dilakukan di lingkungan sekolah, tapi juga di lingkungan keluarga. Dalam perspektif iman Kristen, pendidikan dimulai sejak dalam kandungan. Pendidikan semasa dalam kandungan (Pranatal) adalah pendidikan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, sebelum anak itu lahir. Hal itu merupakan tanda bahwa orang tua dengan matang mempersiapkan anak yang berkarakter kristiani, yang mampu bertumbuh dalam eksistensinya sebagai pemuda kristen. Mendidik anak dalam kandungan tujuan utamanya bukan agar anak memiliki kepandaian, melainkan menstimulasi anak memiliki potensi jasmani dan rohani yang siap dikembangkan di dunia nyata. Dengan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan kualitatif, yakni dengan meneliti berbagai sumber bacaan yang terkait dengan topik penelitian, ditemukan hasil penelitian bahwa Pendidikan Pranatal berorientasi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga yang secara tidak langsung  (indirect education) dimulai dari Ibu, dengan cara menjaga perilaku sesuai iman Kristen, emosi, serta menjadi teladan dalam berperilaku. Melalui penelitian ini, diharapkan semua anggota keluarga mampu bertumbuh, berkembang, dan bertingkah sesuai dengan ajaran dan iman Kristen, untuk semakin mengenal Yesus Kristus.