Sigit Ruswinarsih
Program Studi Pendidikan Sosiologi,FKIP,Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Solidaritas Sosial Kelompok Waria Paris Barantai Di Banjarmasin Sigit Ruswinarsih
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 3 (2020): (September)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.386 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i3.2438

Abstract

Kelompok waria masih menjadi sorotan yang menarik untuk diteliti. Tulisan ini menguraikan tentang kelompok waria sebagai kelompok marginal, yang sulit untuk bertahan di tengah masyarakat dengan kesulitan dan tekanan yang mereka hadapi. Para waria tergabung dalam komunitas waria di kota Banjarmasin, berbeda dengan komunitas lain pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan waria bergabung dalam  komunitas  waria  Paris  Barantai  Banjarmasin dan bentuk solidaritasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan bergabung waria dalam komunitas Paris Barantai adalah tindakan rasionalitas instrumental, tindakan  dilakukan dipertimbangkan dengan sadar untuk mencapai tujuan. Tujuan untuk menjadi waria yang baik dan dapat merubah citra waria. Waria memiliki motivasi dalam bertindak untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi, yaitu rasa aman, cinta kasih, memiliki dan dimiliki,  penghargaan,  aktualisasi  diri  dan  indentitas  diri.  Menjadi  bagian  komunitas waria mendapatkan manfaat yaitu mengembangkan diri, mendapat pengetahuan,merubah citra waria, menjadi waria berkualitas, mendapat lapangan pekerjaan, dan mendapatkan keluarga baru. Bentuk solidaritas komunitas waria yaitu solidaritas mekanik. Bentuk solidaritas mekanik dikomunitas ini karena  kesadaran kolektif dan kesamaan. Kesamaan untuk menjadi waria yang lebih baik dan merubah citra waria, menginginkan kehidupan yang lebih baik dan normal, sama minat untuk mengekspresikan diri sebagai wanita, dan memiliki keadaan yang sulit, dan nasib yang tidak bebas untuk melakukan segala hal. Waria selalu memelihara solidaritas dengan kegiatan rutin dan tidak rutin yang mereka lakukan.