Yuli Apriati
Program Studi Pendidikan Sosiologi, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERJASAMA SEKOLAH DAN ORANGTUA DALAM PROSES PENDIDIKAN TAHFIDZ AL-QUR’AN PADA ANAK DI SEKOLAH TAHFIDZ PLUS SD KHOIRU UMMAH BANJARMASIN Yuli Apriati
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 2, No 1 (2020): (Januari )
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.103 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v2i1.1616

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendekripsikan program sekolah yang melibatkan orang tua siswa dalam proses pendidikan anak di Sekolah Dasar Tahfidz Plus Khoiru Ummah Banjarmasin. Dua tujuan dalam penelitian ini yaitu upaya pelibatan orangtua dalam pendidikan anak di Sekolah Dasar Tahfidz Plus Khoiru Ummah Banjarmasin, dan bentuk kerjasama sekolah dan orangtua dalam proses pendidikan anak di Sekolah Dasar Tahfidz Plus Khoiru Ummah Banjarmasin.  Hasil penelitian menunjukkan upaya pelibatan orangtua dalam pendidikan anak di Sekolah Dasar Tahfidz Plus Khoiru Ummah Banjarmasin yaitu menjalin kerjasama dengan orangtua siswa dengan menciptakan iklim sekolah yang nyaman, merencanakan keterlibatan orangtua dan menyiapkan pola kegiatan harian siswa dirumah sebagai langkah mudah untuk melakukan kontak dengan orangtua. Proaktif melakukan pendekatan ke orangtua, dengan melihat kekuatan dari sebuah keluarga, dan merencanakan keterlibatan orangtua dalam setiap kegiatannya. Bentuk kerjasama sekolah dan orangtua dalam proses pendidikan anak di Sekolah Dasar Tahfidz Plus Khoiru Ummah Banjarmasin berupa parenting di awal masuk sekolah dan parenting acara tahunan, komunikasi, baik komunikasi formal dan informal, serta komunikasi langsung dan tidak langsung, serta keterlibatan orangtua pada pembelajaran anak di rumah, khususnya pendampingan kegiatan anak pada sabtu dan minggu.
Refresentasi Maskulinitas Dalam Iklan Rokok Dan Susu L-Men Yuli Apriati
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 2 (2019): (Mei)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.593 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i2.3023

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis tentang gambaran ‘ideal’ maskulinitas versi media massa yang semakin ditonjolkan sehingga menjadi obyek yang bernilai jual, serta relasi apa saja yang diproduksi sepanjang pemujaan atau pengkultusan atas tubuh laki-laki menjadi bagian dari  konstruksi identitas, ras dan kelas di media massa ketika masukulinitas pun menempati posisi yang sama dengan feminitas ikut terkomodifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metodologi semiotika komunikasi. Objek penelitian adalah iklan rokok Marlboro, Djarum Super, Dji Sam Soe, dan Gudang Garam, serta iklan susu L-Mendalam Website di media massa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika Roland Barthes. Komodifikasi maskulinitas sebagai sebuah pertarungan gender dalam masyarakat post-industrial. Ketika kemelut kuasa atas relasi sosial yang termediasikan oleh imaji dan citra justru tergantikan kapasitas individu mengkonsumsi sebuah produk kecantikan baik bagi perempuan dan laki-laki dalam wacana besar tentang gaya hidup kontemporer. Pertarungan tersebut mungkin tidak akan menghasilkan pemenang sejati, namun pemenang yang kontemporer yang lekang oleh pola dan gaya hidup yang semakin terserabut dari akar kritis dalam masyarakat konsumsi. Representasi maskulinitas laki-laki dalam iklan rokok dan L Men sesungguhnya ada pada perguliran wacana mengenai konsep maskulinitas sendiri. Perguliran ini berlangsung dalam kehidupan budaya, akan tetapi masih diwarnai kentalnya materialisme dalam sistem kapitalisme yang ada sekarang. Wacana maskulinitas laki-laki dalam iklan akan tetap menjadi pertarungan gender. Wacana ini selalu bertanding dengan wacana feminitas dalam iklan, sebagaimana layaknya pertarungan gender dalam kehidupan sehari-hari.