Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KURIKULUM PONDOK PESANTREN MU'ADALAH SEBAGAI PEMBAHARUAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SURIP SURIP
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1290

Abstract

By using a descriptive qualitative research method through a field study approach. Problem solving procedures are carried out based on problems that arise after being identified, regarding data collection techniques using observation, interviews, data collection and documentation techniques. The results of the research on this theme are that through the mu'dalam curriculum (hereinafter referred to as mu'dalam) Islamic educational institutions can develop the quality of education by creating alumni of Islamic boarding schools to continue their further education, either at home or abroad. The quality of Islamic educational institutions can be seen from the quality of their outcomes, the Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School has carried out an MOU with Al-Azhar Cairo in November 2021 as a form of improving the quality of future education, with the hope that alumni can continue the undergraduate program. 1st and 2nd strata in the pyramid country, while at the same time adding experience and insight in accordance with the five souls of the lodge, namely broad-minded. Through the mu'adah program with Al-Azhar Cairo for alumni of Islamic boarding schools as embryos for the development of knowledge and a form of renewal of Islamic educational institutions, besides that, students and teachers have the opportunity to take part in a cycle organized by Al-Azhar University for 3 (three) month, this can open up opportunities for improving the quality of Arabic knowledge and skills. With mu'adah, Islamic boarding schools no longer seem exclusive but are open at the level of inward looking (micro) and outward looking (macro). ABSTRAKDengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi lapangan. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul setelah diidentifikasi, mengenai Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pengumpulan data dan dokumentasi. Hasil Penelitian dari tema ini bahwa melalui kurikulum mu'adalah (selanjutnya disebut mu'adalah) pada lembaga pendidikan Islam dapat mengembangkan mutu pendidikan dengan menciptakan alumni pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan tingkat lanjut, baik di dalam negeri atau di luar negeri. Kualitas lembaga pendidikan Islam bisa dilihat dari kualitas outcomenya, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-gontory telah melakukan MOU mu'adalah dengan Al-Azhar cairo pada bulan November 2021 sebagai bentuk peningkatan mutu pendidikan masa depan, dengan penuh harapan agar alumni bisa melanjutkan program strata 1 dan strata 2 di negeri piramida, sekaligus menambah pengalaman dan wawasan sesuai dengan panca jiwa pondok yaitu berwawasan luas. Dengan melalui program mu'adalah dengan Al-Azhar cairo untuk para alumni pondok pesantren sebagai embrio pengembangan ilmu dan bentuk pembaharuan lembaga pendidikan Islam, salain itu santri dan guru mendapat kesempatan untuk ikut daurah yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Al-Azhar selama 3 (tiga) bulan, ini bisa membuka peluang untuk peningatan kualitas ilmu dan keterampilan bahasa arab. Dengan mu'adalah maka pondok pesantren sudah tidak lagi terkesan eksklusif akan tetapi terbuka dalam tataran inward looking (mikro) dan outward looking (makro).
RELEVANSI PEMIKIRAN KUNTOWIJOYO TENTANG SAINTIFIKASI ISLAM SURIP SURIP
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v2i2.1396

Abstract

By using descriptive qualitative research method through a literacy study approach. The problem-solving procedure is carried out based on problems that arise with the study of literature in the main book of Islam from Kuntowijoyo Science with Islamic scientific thinking. , the verse of the universe (kosmos) and the verse of self or history, the verse of the universe and the verse of self are contained in Surah al-Fushilat: 53 with the understanding that the three verses are manifestations of God's truth for people who always think. With Islamic Studies the dichotomy of religious and general knowledge is no longer valid, the application of knowledge taught in Islamic educational institutions is already Islamic. Social sciences, exact sciences (exact), tool science and religious science all lead to the verses of Allah conveyed through the Qur'an to humans, with Islamic scientific thinking, the interdisciplinary knowledge taught in Islamic educational institutions is part of the religious disciplines, so that students who study at Islamic boarding schools, Madrasas, and diniyyah are no longer exclusive about science, both are part of science that must be sought anytime and anywhere based on faith. ABSTRAKDengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriftif melalui pendekatan studi literasi. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul dengan kajian literatur dalam buku utama Islam sebagai Ilmu Kuntowijoyo dengan pemikiran Saintifikasi Islam. Seluruh disiplin ilmu merupakan bagian dari ayat Tuhan, ayat Tuhan terdiri dari dogma Islam yang harus selalu dibaca (Al-Qur'an), ayat Alam semesta (kosmos) dan Ayat diri atau sejarah, ayat alam semesta dan ayat diri terdapat pada surat al-fushilat: 53 dengan pengertian bahwa ketiga ayat itu merupakan manifestasi kebenaran Allah bagi orang yang selalu berfikir. Dengan Pengilmuan Islam dikotomi ilmu pengetahuan agama dan umum tidak berlaku lagi, aplikasi ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan islam sudah bersifat islami. Ilmu sosial, ilmu pasti (exact), ilmu alat dan ilmu agama semua bermuara pada ayat Allah yang di sampaikan melalui al-qur'an kepada manusia, dengan pemikiran pengilmuan Islam maka interdisiplin ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan Islam itu bagian dari disiplin ilmu agama, sehingga santri yang belajar di pondok pesantren, Madrasah, diniyyah sudah tidak lagi ekslusif tentang keilmuan, keduanya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang harus dicari kapanpun dan dimanapun dengan didasari iman.