Komunikasi adalah tanda adanya perkembangan pada manusia, sekaligus menjadi media untuk saling berinteraksi dan memahami dunia di sekelilingnya.Dalam era digital, media sosial telah menjadi platform utama untuk berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, meskipun media sosial memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, juga memunculkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam dalam konteks media sosial, serta upaya pencegahan terhadap penyebaran informasi yang merugikan seperti hoaks dan fitnah, serta menciptakan komunikasi yang lebih konstruktif dan harmonis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sangat relevan dalam membentuk komunikasi yang sehat, baik dalam interaksi langsung maupun dalam dunia digital. Prinsip-prinsip seperti berbicara dengan niat baik, menghindari ghibah, serta berbicara dengan lembut dapat diterapkan dalam media sosial untuk menciptakan ruang komunikasi yang lebih harmonis, aman, dan konstruktif. Diharapkan dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut, media sosial dapat menjadi ruang yang lebih sehat dan aman dari dampak negatif komunikasi tidak etis.