Kgs M Choirul Muchlis
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Hadis: Studi Tematik Terhadap Nilai-Nilai Komunikasi Islam Kgs M Choirul Muchlis; Muhajirin Muhajirin; Abdur Rahman Nor Afif Hamid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1331

Abstract

Komunikasi adalah tanda adanya perkembangan pada manusia, sekaligus menjadi media untuk saling berinteraksi dan memahami dunia di sekelilingnya.Dalam era digital, media sosial telah menjadi platform utama untuk berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, meskipun media sosial memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, juga memunculkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam dalam konteks media sosial, serta upaya pencegahan terhadap penyebaran informasi yang merugikan seperti hoaks dan fitnah, serta menciptakan komunikasi yang lebih konstruktif dan harmonis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sangat relevan dalam membentuk komunikasi yang sehat, baik dalam interaksi langsung maupun dalam dunia digital. Prinsip-prinsip seperti berbicara dengan niat baik, menghindari ghibah, serta berbicara dengan lembut dapat diterapkan dalam media sosial untuk menciptakan ruang komunikasi yang lebih harmonis, aman, dan konstruktif. Diharapkan dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut, media sosial dapat menjadi ruang yang lebih sehat dan aman dari dampak negatif komunikasi tidak etis.
KONSEP ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL ABAD KE-21: STUDI TAFSIR TEMATIK Kgs M Choirul Muchlis; Risan Rusli; Meiti Islamdini
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.206

Abstract

Komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun profesional. Banyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalam mempromosikan diri. Seiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan di dunia maya. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif atau kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an, seperti tabayyun (klarifikasi informasi), qaulan sadidan (perkataan yang benar), dan qaulan ma'rufan (perkataan yang baik), dalam konteks komunikasi digital abad ke-21, serta larangan terhadap prasangka buruk, ghibah (menggunjing), dan fitnah (penyebaran kebohongan). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an sangat relevan dan penting untuk diterapkan dalam komunikasi digital abad ke-21. Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur'an, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan ma'rufan (perkataan yang baik), qaulan karima (perkataan yang mulia), qaulan ma'isura (perkataan yang memudahkan), dan qaulan layyina (perkataan yang lembut), mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain. Dalam dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial. Etika komunikasi dalam Al-Qur'an juga menekankan pentingnya tabayyun (klarifikasi informasi), penghindaran dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan fitnah (penyebaran berita bohong). Penerapan prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh informasi yang salah atau merugikan.