Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ULANGAN SEMESTER GENAP MELALUI RAPAT KERJA MGMP DI SMAN 1 RIAU SILIP BANGKA AMIRULLAH AMIRULLAH
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i2.1278

Abstract

This study aims to identify and describe the ability of teachers at SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka, in preparing the even semester test through the MGMP work meeting. This research is classified as a supervisory action research involving 15 teachers of social studies, Indonesian and PPKN subjects, which is used as a sample for the preparation of a summative test, based on the criteria for preparing a standardized test. From the results of the previous survey, they have never compiled a test based on the criteria / steps for preparing a standardized test. They arrange the test by adopting test questions from the question bank they have and are adjusted to the indicators of the material taught in class. Based on the criteria obtained, from cycle I and cycle II the average score showed an increase, from an average score of 65.4 to a score of 75.3. it means the efforts of the teachers of SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka in compiling the Deuteronomy was significant and they had put a lot of effort into being able to make a proper test. In the first cycle there were 2 teachers who had not finished, so it was continued in the second cycle to complete as well as provide enrichment for those who had completed. From the results of the analysis in cycle I and cycle II showed an increase in quality with the average result of the ability of teachers at SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka in compiling even semester tests from an average score of 65.4 to a score of 76.43 with an increase of 25%. Thus, it can be concluded that through the MGMP working meeting in the preparation of the even semester exams, the teachers of SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka , has succeeded in making a standardized test (feasible) based on the established criteria. Hopefully the teachers at SMAN 1 Riau Silip Bangka in carrying out formative tests, semester tests and school exams and others will no longer adopt the existing questions (question bank). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahi dan mendeskripsikan  kemampuan guru SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka, dalam menyusunan Ulangan semester genap melalui rapat kerja MGMP. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kepengawasan dengan melibatkan 15 orang guru mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan PPKN, yng  dijadikan sempel  penyusunan tes sumatif, berdasarkan kreteria penyusunan tes standar. Dari hasil  survai   sebelumnya mereka belum pernah menyusun  tes  berdasrkan kreteria / langkah-langkah penyusunan tes setandar.  Mereka menyusun tes dengan  mengadopsi soal tes dari bank soal yang dimiliki dan disesuaikan dengan indikataor materi yang diajarkan di kelas. Berdasarkan kreteia yang didapat, dari siklus I dan siklus II rata-rata skor menunjukkan peningkatan, dari rata-rata skor 65.4 ke skor 75.3. itu berarti upaya guru SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka  dalam menyusun Ulangan sudah signifikan dan  mereka sudah sangat berupaya untuk bisa membuat tes yang layak.  Dalam siklus I ada  2 orang guru belum tuntas, maka dilanjutkan  kesiklus II untuk menuntaskan sekaligus memberikan pengayaan bagi yang sudah tuntas. Dari hasil analisis pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan kualitas dengan hasil rata-rata kemampuan guru SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka dalam menyusun Ulangan semester genap  dari rata-rata skor  65.4 menjadi skor 76.43 dengan peningkatan sebesar  25 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui  rapat kerja MGMP dalam penyusunan Ulangansemester genap Guru-guru SMAN 1 Riau Silip Kab. Bangka , telah berhasil membuat tes standar ( layak ) berdasarkan kreteria yang ditetapkan. Mudah-mudahan guru di SMAN 1 Riau Silip Bangka dalam melaksanakan tes formatif, tes semesteran dan ujian sekolah serta lainnya tidak lagi mengadosi soal yang ada ( bank soal). 
OBSERVASI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SQ3R DI SMAN 1 BELINYU BANGKA AMIRULLAH AMIRULLAH
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1254

Abstract

From the analysis, it is found that the SQ3R learning model has a positive impact on improving teacher performance, which is marked by an increase in student learning mastery at SMAN 1 Belinyu, Bangka Belitung Regency in each stage, namely stage I (66.67%), stage II (77.78%), stage III (88.89%). And the application of the SQ3R model learning method has a positive influence, namely it can increase the learning motivation of SMAN 1 Belinyu Bangka students, Bangka Bangka Belitung Regency which is shown by the results of interviews with several students, the average answer states that students are interested and interested in the SQ3R learning method so that they be motivated to learn. To implement the SQ3R model learning method requires sufficient preparation, so the teacher must be able to determine or choose a topic that can actually be applied by learning the SQ3R model in the teaching and learning process so that optimal results are obtained. ABSTRAKDari analisis diperoleh Pembelajaran  model  SQ3R memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa SMAN 1 Belinyu Kabupaten Bangka  Bangka Belitung dalam setiap tahap, yaitu tahap I (66,67%), tahap II (77,78%), tahap III (88,89%). Dan Penerapan metode pembelajaran  model  SQ3R mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMAN 1 Belinyu Bangka  Kabupaten Bangka  Bangka Belitung yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan beberapa siswa, rata-rata jawaban menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran  model  SQ3R sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Untuk melaksanakan metode pembelajaran  model  SQ3R memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan  pembelajaran model  SQ3R dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
PENGARUH MOTIVASI DAN KEDISIPLINAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BELINYU KABUPATEN BANGKA AMIRULLAH AMIRULLAH
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v2i2.1273

Abstract

The teacher plays a central role in the teaching and learning process, for that the quality of education in a school is largely determined by the ability possessed by a teacher in carrying out his duties. The high and low teacher performance is caused by several factors, one of which is the factor that influences teacher performance is a motivating factor, while another factor is teacher discipline. To find out the effect of teacher motivation and discipline factors on teacher performance this research was conducted at the Belinyu State 1 High School. In this study is to use survey research, namely research that takes samples from one population and uses a questionnaire as a basic data collection tool, with the purpose of explanation (explanatory). The number of samples in this study is the same as the total population of 30 teachers, so this study uses a population approach. From this method it will result that the Belinyu State High School 1 shows an increase in teacher motivation and discipline of teacher work also increases. ABSTRAK Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar, untuk itu mutu pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Tinggi rendahnya kinerja guru di antaranya disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor motivasi, sedangkan faktor lainnya adalah kedisiplinan guru. Untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi dan kesiplinan guru terhadap kinerja guru inilah dilakukan penelitian ini pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Belinyu. Dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian survey, yakni penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok, dengan maksud penjelasan (explanatory). Jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi ini adalah sebanyak  30 orang guru, maka penelitian ini mengunakan pendekatan populasi. Dari metode tersebut maka akan menghasilkan bahwa Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Belinyu menunjukkan peningkat motivasi guru dan  kedisiplinan  kerja guru juga meningkat.