Berdasarkan pengamatan awal terhadap proses pembelajaran IPA di SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Pembelajaran IPA yang berlangsung, juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang terpusat kepada guru. Kondisi demikian tentu membuat proses pembelajaran hanya dikuasai guru. Akibatnya proses pembelajaran berlangsung kurang menarik sehingga ada kecenderungan motivasi belajar IPA siswa rendah. Dampak yang paling parah adalah rendahnya daya serap siswa sehingga nilai hasil belajar IPA siswa pada umumnya rendah. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPA siswa SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, maka penulis berupaya untuk menerapkan pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing secara kolaborasi sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kerangka rancangan pembelajaran Quantum Teaching menggunakan istilah TANDUR, yaitu : Tumbuhkan minat, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Dalam kerangka rancangan tersebut dimasukkan pembelajaran Snowball Throwing. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penilaian setelah proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes pada siklus I : 71,11 dan pada siklus II : 81,67. Sedangkan pencapaian ketuntasan belajar individu pada siklus I sebesar 55,56% dan siklus II sebesar 88,89%. Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa : “ada peningkatan hasil belajar IPA melalui kolaborasi pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing siswa Kelas VI SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun tahun pelajaran 2018/2019”, dapat diterima kebenarannya.