Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Metode Bermain Peran untuk Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B di TK Darma Wanita Persatuan 2 Bayuglugur Situbondo Yati Nur Hafiyah; Mohammad Zaini
PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): PRESCHOOL: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : HMPS PIAUD FTIK IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/preschool.v3i1.42

Abstract

Early childhood education plays an important role in social and emotional development. The need for an educational method that makes learning more interesting and certainly effective. The right method used in early childhood is the role-playing method. This study aims to determine 1) the use of the role-playing method 2) the advantages and disadvantages of the role-playing method 3) The results of the use of the role-playing method. This study uses a descriptive qualitative approach and data collection methods using observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data condensation, Data display, Drawing, and Verifying Conclusions. The validity of the data using source triangulation and technical triangulation. This research concludes 1) The use of the role-playing method in which there are several steps and the role-playing method used is as a police officer with the theme "understanding and obeying traffic signs" 2) The advantages of using the role-playing method are social and emotional training students and the weakness of the role-playing method, namely children who do not participate in role-playing tend to be less active and the role-playing process takes a long time 3) The results of using the role-playing method are: students who take part in activities are more active and can express themselves, but some children who do not participate in role-playing tend to be passive. Pendidikan anak usia dini sangat berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosional. Perlunya sautu metode pendidikan yang membuat pembelajaran lebih menarik dan tentunya efektif. Metode yang tepat digunakan pada anak usia dini yakni metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Penggunaan metode bermain peran 2) kelebihan dan kekurangan metode bermain peran 3) Hasil penggunaan metode bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data condensation (kondensasi data), Data display (penyajian data), Drawing and Verifying Conclusions (Penarikan Kesimpulan danVerifikasi). Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Peneitian ini memperoleh kesimpulan 1) Penggunaan metode bermain peran di dalamnya terdapat beberapa langkah-langkah dan metode bermain peran yang digunakan yakni sebagai polisi dengan tema “memahami dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas” 2) Kelebihan penggunaan metode bermain peran yakni melatih sosial dan emosional peserta didik dan kelemahan metode bermain peran yaitu anak yang tidak ikut dalam bermain peran cenderung menjadi kurang aktif  dan proses bermain peran membutuhkan waktu yang cukup lama    3) Hasil penggunaan metode bermain peran yakni: peserta didik yang mengikuti kegiatan lebih aktif dan bisa mengekspresikan diri, namun sebagian anak yang tidak ikut dalam bermain peran cenderung menjadi pasif.
The Leadership of the Madrasah Principal in Empowering Education Personnel Mohammad Zaini
International Journal of Educational Sciences and Development Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/ijesd.v1i2.762

Abstract

The aim of this research is to determine the leadership of the madrasa head in empowering educational staff at Madrasah Aliyah Negeri 2 Malang City. The research method used is a qualitative research approach.The data collection procedure used in this research is: Participant Observation. in-depth interviews (in deep interviews), and Documentation. This research uses a case study design, The Head of MAN 2 Malang City really understands the strategic position he holds, namely as an educator, leader, organizer, innovator, manager and supervisor. These roles are then manifested in efforts to empower educational staff in MAN 2 Malang City, namely: a) madrasah/school principals provide opportunities for educational staff to improve their profession through upgrading, training, seminars and workshops, b) madrasah/school principals provide encouragement and opportunities for educational staff to continue their studies, c) madrasa/school principals pay attention to the planned need for educational staff clearly, d) madrasa/school principals provide motivation for educational staff to increase their work productivity, e) pay attention to the welfare of educational staff, f) implement cooperation with educational staff and companies or other institutions in implementing madrasa/school programs, g) fostering the discipline of educational staff.
Penguatan Kapasitas Siswa melalui Program Upgrading Skill Inovatif di SMA, SMK, dan MA Kabupaten Jember Dani Hermawan; Mohammad Zaini
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/yc4t2s67

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember melalui Program Upgrading Skill yang diimplementasikan menggunakan model Participatory Action Research (PAR). Program ini dikembangkan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan rendahnya literasi digital siswa, keterampilan menulis ilmiah yang belum memadai, kepercayaan diri yang rendah dalam berkomunikasi, serta lemahnya kemampuan mengelola belajar secara mandiri. Asesmen kebutuhan dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen sekolah. Intervensi berbasis PAR dilaksanakan dalam lima tahap: perencanaan, aksi, pendampingan, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Terdapat tujuh bentuk pelatihan yang diimplementasikan di sekolah mitra, meliputi karya tulis ilmiah dasar, penulisan esai, kepemimpinan kolaboratif, literasi digital, hingga mentoring pengembangan diri. Kegiatan melibatkan total 371 siswa. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai aspek kompetensi, dengan capaian antara 67% hingga 90%. Peningkatan tertinggi terjadi pada keterampilan karya tulis ilmiah (90%), literasi digital (88%), dan kepemimpinan kolaboratif (82%). Secara kualitatif, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, pemikiran kritis, serta munculnya inisiatif literasi dan digital yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan PAR mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh warga sekolah serta menghasilkan dampak yang sistemik. Program ini membuktikan bahwa pelatihan terarah dan kontekstual dapat meningkatkan kompetensi akademik serta literasi digital siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tuntutan pendidikan di era digital.