Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Single Minute Exchange Of Dies (SMED) pada Mesin FSF Honing Channel 8 di PT SKFI Heri Sudarmaji
Technologic Vol 13, No 1 (2022): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i1.388

Abstract

Changeover atau biasa dikenal dengan dandori adalah suatu kegiatan yang tidak diharapkan namun sangat diperlukan dalam suatu operasi manufaktur. Karena keberadaannya yang tidak bisa dihilangkan dalam suatu proses manufaktur, maka setiap perusahaan selalu berusaha untuk menekan waktu dandori seminimal mungkin, salah satunya dengan menerapkan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED). Sebagai perusahaan yang memproduksi berbagai jenis bearing, hampir setiap hari PT SKFI melakukan aktivitas changeover untuk memenuhi permintaan customer. Pada department engineering, khususnya resetting engineering, selalu memberikan hasil terbaik dalam setiap pekerjaan changeover baik changeover internal maupun eksternal. Pada changeover internal terdapat improvement plan engineering 2021, khususnya pada changeover di channel 8, ditemukan waktu changeover internal yang masih cukup lama pada mesin FSF Honing. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mereduksi waktu changeover internal sebesar 42%. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode SMED, dimulai dari tahap observasi secara langsung untuk mendapatkan data changeover di mesin FSF Honing. Data yang diperoleh dianalisa untuk memisahkan setup internal dan eksternal. Selanjutnya mengubah setup internal menjadi eksternal untuk mereduksi waktu changeover di mesin FSF Honing. Setelah mendapatkan waktu yang telah direduksi. Proses selanjutnya yaitu merampingkan kembali aktivitas internal yang dapat membantu mengurangi waktu changeover internal di mesin FSF Honing. Berikutnya yaitu membuat standarisasi baru untuk proses changeover internal di mesin FSF Honing channel 8. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu waktu changeover internal berkurang dari 120 menit menjadi 69 menit atau turun sebanyak 43,6 % atau melampaui target yang telah ditentukan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat menurunkan waktu changeover internal menjadi lebih efisien di mesin FSF Honing channel 8. Kata kunci: SMED, changeover, dandori, waktu setup
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Gambar Teknik Bagi UMKM Binaan LPB YDBA Tarikolot Neilinda Aisa; Heri Sudarmaji
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4228

Abstract

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan salah satu pelaksana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk. YDBA memberikan program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk mendorong UMKM menuju kemandirian melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB). Salah satu LPB yang dimiliki YDBA adalah LPB Tarikolot yang membina 70 UMKM dimana yang aktif dalam program pembinaan hanya tinggal 40 UMKM yang bergerak di sector manufaktur. Berdasarkan tinjauan langsung dari tim LPB Tarikolot, saat ini UMKM perlu melakukan pengembangan desain produk dan salah satu kompetensi yang dibutuhkan untuk pengembangan desain adalah gambar teknik. Maka dari itu tim Dosen dan mahasiswa Prodi TPM Politeknik Atra mengadakan PkM berupa pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi gambar teknik bagi UMKM binaan LPB YDBA Tarikolot. Pelatihan diadakan 1 kali dan Pendampingan dilaksanakan sebanyak 3kali. Pelatihan dihadiri 8 peserta yang berasal dari 6 UMKM Binaan LPB Tarikolot. Hasil evaluasi pelatihan, prosentase kepuasan pada kegiatan pelatihan sebesar 3.76 dan kepuasan pada narasumber sebesar 3.93 dari skala 4. Awalnya tidak semua UMKM memiliki aplikasi gambar teknik tapi pada pendampingan ketiga, semua UMKM sudah memiliki aplikasi gambar teknik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pendampingan bisa membuat UMKM menjadi lebih baik dalam hal penyediaan aplikasi yang mampu mendukung kinerja karyawan dalam melakukan pengembangan desain produk