Suci Ramadhani
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknilogi Adhi Tama Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Simbolis pada Komplek Pusat Seni Jaranan di Kediri Winda April Liyanti; Suci Ramadhani; Firdha Ayu Atika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2917

Abstract

Seni jaranan merupakan kesenian yang berasal dan berkembang di Kediri. Di masa modern seperti saat ini, sebagai usaha pelestarian dan pengembangan diperlukan fasilitas yang dapat mewadahi seluruh kegiatan seni jaranan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan rancang yang berbasis pengelompokan fakta-fakta yang ada tentang bangunan tersebut beserta issue permasalahan yang mungkin muncul, lalu tindak lanjut atau solusi dari permasalahan tersebut sehingga dapat terwujud konsep bangunan yang dirancang. Lokasi yang dipilih berada di Jl. Erlangga Tugurejo kabupaten Kediri, dengan luas ± 4.5Ha. Fasilitas utama komplek ini berupa gedung pertunjukan indoor dan amphitheater, fasilitas penunjang berupa sentra kuliner, guest house dan retail penjualan, serta dilengkapi gedung pengelola dan gedung servis. Tema yang dipilih yaitu arsitektur simbolis, dengan konsep makro Representatif, konsep mikro tatanan lahan Adaptif, konsep mikro bentuk Ekspresif, konsep mikro ruang Fungsional. Konsep mikro tatanan lahan diwujudkan dengan cara menciptakan sebuah tatanan lahan yang mengadaptasi bentuk lengkungan dari atribut anyaman bambu yang berbentuk seperti kuda penari jaranan namun tetap menggunakan sirkulasi yang luas dan menjangkau seluruh bangunan agar mudah diakses pengunjung. Konsep mikro bentuk diterapkan dengan cara menciptakan sebuah bangunan yang mengambil ekspresi dari nilai-nilai yang ada dalam kesenian jaranan hal itu diaplikasikan pada atap gedung pertunjukan indoor dan sentra kuliner yang didesain meliuk seperti selendang penari jaranan. Untuk penerapan konsep mikro ruang yaitu dengan penataan ruang sesuai dengan fungsi masing-masing setiap bangunan secara optimal seperti bentuk ruang yang menyesuaikan bentuk dan fungsi bangunan tersebut yang didesain modern dengan penambahan material alami untuk memberikan kesan etnik. Kata Kunci: Arsitektur Simbolis, Kediri, Seni Jaranan..
Penerapan Tema Arsitektur Hi-Tech pada Perpustakaan Hibrida di Samarinda Risti Khairum Priyanti; Suci Ramadhani; Firdha Ayu Atika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2849

Abstract

Perpustakaan adalah salah satu unit dalam suatu lembaga yang misinya mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, publikasi dan rekreasi dengan menyediakan berbagai jenis informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunannya. Kota Samarinda merupakan sebuah daerah di Provinsi Kalimantan Timur masyarakatnya memiliki minat baca yang rendah dan kurangnya fasilitas internet yang memadai. Oleh karena itu di buat suatu rancangan desain Perpustakaan Hibrida di Samarinda dengan tema Hi-tech. Perpustakaan hibrida merupakan bentuk perpaduan antara perpustakaan tradisional dan perpustakaan digital atau elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dan literatur serta metode Analisis Deskriptif. Konsep makro yang digunakan mengidentifikasi hubungan sifat khas suatu benda dengan desain. Untuk penataan lahan menerapkan prinsip komunikatif yang menciptakan tatanan lahan yang mampu dimengerti dan diikuti oleh pengguna sesuai dengan aturan yang telah dirancang. Rancangan bentuk bangunan menggunakan konsep dinamis yang memberikan tampilan yang dinamis dan memiliki teknologi bangunan yang smart. Pada rancangan ruang menggunakan konsep ekspresif yang menciptakan suasana ruang yang menarik. Diharapkan hasil dari desain ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kota. Sehingga mampu menjadi tempat edukasi bagi Kota Samarinda.
Penerapan Arsitektur Simbolis pada Perencanaan Taman Wisata Budaya Sampang di Kabupaten Sampang Achmad Badar; Broto Wahyono Sulistyo; Suci Ramadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2856

Abstract

Kabupaten Sampang merupakan salah satu daerah di Madura yang Kebudayaan aslinya mulai hilang akibat tergerus oleh budaya dari luar sejak disahkannya Jembatan Suramadu. Dengan adanya fenomena tersebut maka dibutuhkan wadah untuk melestarikan Kesenian dan Kebudayaan asli Kabupaten Sampang melalui Pembangunan “Taman Wisata Budaya” di Kabupaten Sampang. Taman Wisata Budaya adalah fasilitas rekreasi dan sekaligus sebagai wadah kegiatan seni dan budaya yang mempertimbangkan lingkungan budaya sebagai pendukung penciptaan suasana yang rekreatif baik pada karakter ruang luar maupun ruang di dalam bangunan. Dengan adanya Taman Wisata Budaya itu diharapkan Masyarakat Madura pada umumnya dan Masyarakat Kabupaten Sampang pada khususnya bisa mengenal Kembali Kebudayaan dan Kesenian asli dari Kabupaten Sampang. Sehingga nantinya diharapkan akan tumbuh rasa kecintaan Masyarakat akan Kesenian dan Kebudayaan asli Kabupaten Sampang. Tema yang digunakan pada proyek ini adalah Arsitektur Simbolis. Maksud dari penggunaan Tema ini adalah untuk menarik pengunjung dengan tampilan bangunan yang unik dan iconic dan diharapkan menjadi simbol atau Landmark baru di Kabupaten Sampang. Konsep Makro pada rancangan adalah Adaptif, bertujuan menciptakan sebuah rancangan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan, aktifitas dan Budaya Sampang. Untuk mewujudkan Proyek Taman Wisata Budaya ini, diharapkan agar Pemerintah Kabupaten Sampang dapat memfasilitasi Pembangunan Taman Wisata Budaya ini.Kata Kunci: Taman Wisata Budaya, Kabupaten Sampang, Kesenian dan Kebudayaan.