Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DAKWAH DIGITAL DALAM PERSFEKTIF MAD’U (AUDIENS) Badrudin Kamil
AT-TAWASUL Vol 2 No 1 (2022): AT TAWASUL
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v2i1.362

Abstract

Da'wah is an activity carried out by every Muslim religious leader in conveying Islamic law contained in both the Qur'an and the Sunnah of the Prophet Muhammad. In conveying this revelation, usually not every person who equates it needs expertise and skills in conveying it, especially requiring a deep understanding of religion in each of the contents of the message. The existence of the role of the mass media facilitates the delivery of messages that used to be orally orally to be not limited by distance and time. New media is not only done for negative things. New media can also act as positive media, especially in spreading goodness through da'wah. The media that is often used in this modern era is social media. Social media is a communication medium that almost all people in the world use. This new media used for preaching also functions as a public space. Information containing Islamic religious values ​​created by these da'i can be responded to directly by mad'u, so that public space can be created in the new media. Social media, which is included as a new media, has a positive impact in spreading goodness. Da'wah using this new media has a significant role in increasing mad'u motivation. The da'i's creativity in using this new media attracted the interest of mad'u to want to apply Islamic values ​​in their lives.
POLA KOMUNIKASI LALU LINTAS PENGENDARA DI LINTAS SUMATRA Badrudin Kamil
Tabayyun Vol 1 No 1 (2020): Tabayyun : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menjelaskan mengenai bagaimana sebuah komunikasi dapat diteliti kapan dan dimanapun. Dalam jurnal ini penulis mengangkat mengenai sebuah pola komunikasi antara pengendara di jalur lintas Sumatra yang mayoritas termasuk lalulintas terpadat dan terpanjang di wilayah Indonesia. Dalam jurnal ini penulis mendapat beberapa informasi yang sangat berharga bagi keselamatan dalam laju berkendara di wilayah Sumatra. Teori yang penulis ambil untuk tulisan ini mengenai pola komunikasi yang di cetuskan oleh Harold D Lasswel seorang ahli komunikasi yang mecetuskan banyak teori penting mengenai ilmu komunikasi. Dalam tulisan ini penulis lebih fokus pada teori seputar pola komunikasi dua arah. Hasil dari tulisan ini adalah adanya pemahaman pengendara lalu lintas di wilayah sumatra dengan menggunakan cahaya berupa lampu sorot dan penggunaan lamu sein yang mengandung maksud tertentu yang hanya dipahami antar pengendara yang sudah terbiasa melintas di jalur Sumatra. Selanjutanya yaitu dengan pola komunikasi suara atau klakson. Agak berbeda dari hasil penemuan penulis mengenai pola komunikasi yang digunakan di jalur sumatra ini. Mayoritas kita biasanya dalam berkendara menggunakan kalson dahulu sebelum menyalib, hal ini berbeda dengan jalur sumatra biasanya klakson akan dibunyikan apabila kita sudah berhasil menyalib kendaraan di depan kita dan itu mendapat respon dari pengendara yang kita salip. Kesimpulan dalam tulisan ini menemukan pola komunikasi yang digunakan para penegendara yang melintas dijalur Sumatra. Pola komunikasi tersebut berupa penggunaan cahaya lampu utama (depan) dan lampu Sein serta penggunaan Suara
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MEMBENTUK SANTRI YANG BERAKHLAK DI PONDOK PESANTREN AL-MUBTADI'IN BOGOR Badrudin Kamil; Nina Nuryati
Tabayyun Vol 3 No 1 (2022): Tabayyun: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini bisa di katakan krisis akhlak oleh sebab itu Akhlak siswa disetiap sekolah dan pesantren menjadi hal yang sangat penting. Dalam melakukan bimbingan dan pembinaan akhlak santri, guru dituntut untuk dapat berperan aktif karena siswa adalah masa remaja yang belum mengetahui akan pentingnya watak, kelakuan, tabiat, perangai budi pekerti, tingkah laku dan kebiasaan baik. Pada penelitian ini terdapat dua tujuan pertama untuk mengetahui strategi komunikasi dalam pembinaan akhlak santri pondok Pesantren Al-Mubtadi’in Bogor. Kedua untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi dalam pembinaan akhlak santri Pondok Pesantren Al-Mubtadi’in Bogor. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik data primer dan data sekunder berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa. Strategi komunikasi yang digunakan dalam pembinaan akhlak santri adalah komunikasi interpersonal dan strategi komunikasi perencanaan adapun metode yang digunakan, metode ceramah, diskusi, nasehat, dan pendekatan. Dalam pembinaan akhlak santri ada beberapa faktor, faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan manajemen pendidikan Pondok Pesantren Al-Mubtadi’in Bogor. Faktor penghambat latar belakang santri, latar belakang pendidikan santri dan kemampuan santri dalam memahami pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Mubtadi'in Bogor.
ANALISIS FRAMING FILM SANG PENCERAH DALAM BUDAYA MASYARAKAT LOKAL Badrudin Kamil
Tabayyun Vol 3 No 2 (2022): Tabayyun: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut sebagian besar masyarakat Indonesia KH. Ahmad Dahlan dianggap sebagai seorang yang anti terhadap pengaruh kepercayaan lokal dan dari luar. Namun dalam film “Sang Pencerah” hal tersebut berbeda. KH. Ahmad Dahlan dalam film ini justru mendukung tradisi selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan Tauhid. Permasalahan yang ingin diungkap dalam penelitian ini adalah pengaruh kepercayaan lokal dan dari luar mengenai isu-isu tentang tradisi lokal dalam film “Sang Pencerah,” serta bagaimana isu-isu tersebut dapat ditampilkan kepada khalayak. Bagaimana pengemasan isu dalam film ini? Bagaimana pengemasan isu mengenai TBC (Takhayul, Bid’ah, Churafat), kemiskinan, kebodohan, dan kristenisasi. Film “Sang Pencerah” secara umum dikemas menurut tradisi lokal. Hal tersebut merupakan salah satu kunci dalam penelitian ini. Oleh karena itu penekanan mengenai tradisi lokal sangat diprioritaskan, budaya luar (dalam hal ini kristenisasi) ternyata tidak ditunjukan dalam film ini. Penulis memberi gambaran khusus mengenai permasalahan utamanya yaitu pembingkaian. Pembingkaian pesan serta penulisan informasi tersebut selanjutnya dianalisis dengan model Gamson. Model Gamson ini berbeda dengan model-model yang lain. Analisis yang digunakan dalam Model Gamson ini lebih merujuk pada pembingkaian wacana. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode analisis framing, di mana data-data yang ada dikaji terlebih dahulu kemudian dianalisis. Adapun mengenai analisis datanya hanya pesan tekstual yang berkaitan dengan tradisi lokal saja. Kemudian menemukan hasil yang ingin di ketahui. Setelah data-data terkumpul barulah kemudian menarik kesimpulan berdasarkan pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pengemasan yang dilakukan Hanung Bramantyo erat kaitannya dengan tradisi lokal yang ada di Indonesia. Hal tersebut memiliki kesamaan antara konstruksi yang dibangun Hanung Bramantyo dengan kenyataan yang ada di Indonesia. Hasil tersebut tentunya memberi gambaran mengenai komunikasi massa yang disampaikan film terhadap penontonnya dengan efek positif yang memberi gambaran mengenai kajian ilmiah di Indonesia.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAKULKARIMAH SISWA Badrudin Kamil; Ahmad Busyairi
JURNAL ALKARIM STAI AL-KARIMIYAH Vol 3 No 2 (2024): Karimiyah
Publisher : Institut Agama Islam Depok Al-Karimiyah Sawangan Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59623/karimiyah.v3i2.37

Abstract

Education is a very urgent activity in Islam. With education, Islam can be spread and accepted by humans. Education has been mentioned in the Qur'an and hadith. In the Al-qu'an, Surah An-Nahl verse 125, apart from ordering Muslims to preach, it also provides guidance on how to carry it out, namely in a good way and in accordance with religious instructions. In this discussion, the methods used are the methods of deduction and induction, and are described qualitatively. The discussion on writing this thesis is through research consisting of library research and literature discussion (theory). Served as a basis and feedback from the actual situation in the discussion. This literature research was carried out in research intended to obtain direct descriptions and situations as material for obtaining the input presented. Based on the statements put forward by the author in the research, the author came to the conclusion that education can be interpreted as a process of conveying it to students so that students want or know about the Islamic religion. The law of seeking knowledge is fardhu a'in. In teaching, there are the most important assets, namely having knowledge, being gentle and patient.