Transformation is natural and will always happen, meaning everything in life will continue to experience transformation, including education. The learning crisis, accompanied by the emergency condition of the COVID-19 pandemic, has dramatically impacted transformation in education in Indonesia. Kurikulum Merdeka, as one of the Kemeterian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) efforts to overcome the learning crisis after the COVID-19 pandemic, has begun to be designed and implemented in ready schools. The article examines government policies regarding implementing the Kurikulum Merdeka, which is given to education units as an additional option to restore learning during 2022-2024. Implementing the Kurikulum Merdeka focuses on using technology and the learning community to share best practices between teachers, students, and academics. Various strategies and platforms have been developed to implement the Merdeka Curriculum, so it is hoped that all stakeholders involved can use all about the Kurikulum Merdeka optimally to restore learning after the COVID-19 pandemic. AbstrakPerubahan merupakan sesuatu yang alamiah dan selalu akan terjadi, artinya segala sesuatu dalam kehidupan ini sudah pasti akan terus mengalami perubahan, termasuk dalam dunia pendidikan. Krisis pembelajaran yang telah terjadi diiringi dengan kondisi kedaruratan pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap perubahan pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengatasi krisis pembelajaran pasca pandemi COVID-19 mulai dirancang untuk diimplementasikan pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Artikel mencoba mengkaji kebijakan pemerintah mengenai pengimplementasian Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Implementasi Kurikulum Merdeka ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dan komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik antara guru, siswa, dan akademisi. Berbagai strategi dan platform telah banyak dikembangkan untuk implementasi Kurikulum Merdeka, sehingga diharapkan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengimplementasian ini dapat memanfaatkannya dengan optimal sebagai upaya untuk pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19.Kata Kunci: Ketertinggalan pembelajaran; krisis pembelajaran; Kurikulum Merdeka; pemulihan pembelajaran