Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GECOK BONCEL SEBAGAI KULINER KHAS KEDUNGDALEM YANG KAYA AKAN ALBUMIN BERMANFAAT BAGI PENYEMBUHAN LUKA Putri Lismawati; Akartono
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v1i2.240

Abstract

Perkembangan kuliner khas Kedungdalem yang beraneka ragam mulai dari makanan pokok hingga selingan. Dengan perkembangan zaman inovasi berbagai macam olahan makanan dikemas menjadi kemasan yang modern, sehingga banyak makanan tradisional yang hampir tidak dikenal khususna oleh kalangan milineal. Tujuan umum dari penelitan ini adalah untuk memperoleh informasih atau gambaran, mengenain pengetahuan kalangan milenial di desa kedungdalem mengenai pengenalan masakan khas kedungdalem.metode yang digunakan pada penelitian ini adalam menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan menganai pengenalan makanan khas kedungdalem, yang terdiri dari makanan pokok dan selingan seperti berbagai varian masakan ikan boncel yaitu :boncel kuah kecap, boncel kuah balado, boncel sambal ijo dan yang paling populer adalah Gecok Boncel dan makanan selingan seperti : gayam, kembili dan sukun. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dan kalangan milenial dapat lebih mengenal pentingnya mengajarkan dan mengenalkan masakan khas desa Kedungdalem terutama hidangan yang memiliki ciri khas tersendiri seperti Gecok Boncel dan kepada kalangan milenial dapat menjaga kelestariannya, sehingga dapat diwariskan kegenerasi selanjutnya. Kata kunci : kaum milenial kuliner Gecok Boncel desa Kedungdalem
GECOK BONCEL SEBAGAI KULINER KHAS KEDUNGDALEM YANG KAYA AKAN ALBUMIN BERMANFAAT BAGI PENYEMBUHAN LUKA Putri Lismawati; Akartono
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v1i2.240

Abstract

Perkembangan kuliner khas Kedungdalem yang beraneka ragam mulai dari makanan pokok hingga selingan. Dengan perkembangan zaman inovasi berbagai macam olahan makanan dikemas menjadi kemasan yang modern, sehingga banyak makanan tradisional yang hampir tidak dikenal khususna oleh kalangan milineal. Tujuan umum dari penelitan ini adalah untuk memperoleh informasih atau gambaran, mengenain pengetahuan kalangan milenial di desa kedungdalem mengenai pengenalan masakan khas kedungdalem.metode yang digunakan pada penelitian ini adalam menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan menganai pengenalan makanan khas kedungdalem, yang terdiri dari makanan pokok dan selingan seperti berbagai varian masakan ikan boncel yaitu :boncel kuah kecap, boncel kuah balado, boncel sambal ijo dan yang paling populer adalah Gecok Boncel dan makanan selingan seperti : gayam, kembili dan sukun. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dan kalangan milenial dapat lebih mengenal pentingnya mengajarkan dan mengenalkan masakan khas desa Kedungdalem terutama hidangan yang memiliki ciri khas tersendiri seperti Gecok Boncel dan kepada kalangan milenial dapat menjaga kelestariannya, sehingga dapat diwariskan kegenerasi selanjutnya. Kata kunci : kaum milenial kuliner Gecok Boncel desa Kedungdalem
Integrasi Kearifan Lokal Ekologis Masyarakat Baduy Pada Pembelajaran IPS Sekolah Dasar Putri Lismawati; Encep Supriatna
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8470

Abstract

The impact of globalisation poses challenges to the preservation of local cultural identity. Education plays a vital role in preserving and instilling local culture. However, contextual learning based on local wisdom remains very limited, particularly in elementary education. This study aims to develop social studies teaching materials that integrate the ecological local wisdom of the Baduy tribe, a community that has always lived simply in harmony with nature. The Baduy community’s way of life can be used as learning material to strengthen students’ cultural awareness and environmental concern. This study employed a Research and Development approach using the ADDIE model, comprising the stages of Analyse, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection techniques included expert validation sheets, questionnaires, and pre-test and post-test instruments. The results indicated that the developed teaching materials achieved a content validity of 96%, media validity of 96%, and linguistic validity of 92%. The level of appeal reached 80%, with very positive student responses. The effectiveness test showed a significant improvement in learning outcomes with p-value of 0.001. The results demonstrate that the teaching materials are effective for use in social studies lessons and support the preservation of local culture in elementary school level.