Bambang Budi Santoso
Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertumbuhan Dan Hasil Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Tanam Wadah Pada Berbagai Dosis Pupuk Kascing Baiq Parasmita Tri Anjani; Bambang Budi Santoso; Sumarjan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v1i1.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy (Brassica rapa L.) di polibag. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 sampai Desember 2021 di Desa Padamara, Lombok Timur. Dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan, yaitu 0, 50, 75, 100 dan 125 gr/tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan dan pada masing-masing ulangan dibuat 5 unit serial, sehingga diperoleh 125 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) pada level 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada level 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Pemberian pupuk kascing dengan dosis 125 gr/tanaman memberikan hasil terbaik pada semua parameter (tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman). Kata kunci : sawi pakcoy, pupuk kascing, pertumbuhan, hasil
TAKEDAPOT untuk Kesehatan dan Ketahanan Pangan Keluarga Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pertanian dalam arti luas menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan kesehatan keluarga, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat. Salah satu solusi inovatif adalah TAKEDAPOT (Tanam Kelor Dalam Pot), yaitu teknik budidaya Moringa oleifera secara intensif dalam wadah terbatas. Teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan akan sayuran bergizi dan herbal penguat imun, tetapi juga adaptif terhadap keterbatasan lahan dan perubahan iklim. TAKEDAPOT memanfaatkan bibit kelor dari biji atau stek batang, media tanam berbasis organik, serta pot yang memenuhi syarat aerasi dan drainase. Teknik ini mudah diaplikasikan, berbiaya rendah, dan dapat memberikan hasil panen daun secara rutin setiap 30–60 hari. Selain memenuhi konsumsi sendiri, hasil panen dapat dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, TAKEDAPOT berpotensi besar sebagai bagian dari program Rumah Pangan Lestari (RPL) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), serta sebagai strategi praktis dalam membangun ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya lokal.