This Author published in this journals
All Journal Jurnal Lazuardi
Firmina A. Nai
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROPOSISI KONDISIONAL DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT MASA PANDEMIC COVID-19 Firmina A. Nai
Jurnal Lazuardi Vol 4 No 2 (2021): JURNAL LAZUARDI EDISI VII BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol4.Iss2.60

Abstract

Although this research does not focus on linguistic rules which are the main media of advertising, the discussion about construction is one of the important aspects in this research. One sentence construction is a proposition or reasoning. Samhis Setiawan (2021) by citing experts asserts that a proposition is a speech or statement that describes several conditions that are not necessarily true or false in the form of a news sentence. Proposition is a term used in logical analysis. These circumstances and events generally involve the person or person referred to by the utterance in the sentence. There are 3 forms of propositions, namely categorical propositions, hypothetical propositions, and disjunctive propositions. One type of hypothetical proposition is called a conditional proposition. which states a condition of a dependent relationship between two propositions. This relationship shows that one proposition must follow the other propositions because of certain conditions. That is, if the conditions are met then the truth occurs. Conversely, if the conditions are not met then the truth does not occur. A conditional proposition is usually marked with “If…Then”, “If…Then”, “If…Then”, “If…Then”, “Suppose…Then”. Through conditional propositions and the meanings contained in them, the Government offers good conditions so that people live healthily during and after the Covid-19 Pandemic.
FUNGSI DAN MAKNA ALEGORI DALAM SYAIR SU’I UWI SASTRA LISAN NGADHA , FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Firmina A. Nai
Jurnal Lazuardi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Lazuardi
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.353 KB) | DOI: 10.53441/jl.Vol3.Iss1.26

Abstract

Studi tentang fungsi dan makna alegori dalam teks syair su’i uwi dengan menggunakan pendekatan ekokritik sastra menempatkan bahasa dan sastra lisan dalam koridor kesadaran akan lingkungan kehidupan, baik hayati maupun sosial budaya. Ekokritik merupakan salah satu prinsip dalam ekolinguistik dialektikal yang digagas oleh Halliday (2001) dengan mengkritisi bagaimana sistem bahasa berpengaruh pada perilaku penggunanya dalam mengelola lingkungan. Menurut Halliday bahasa dan lingkungan merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Halliday juga berpijak pada interelasi bahasa dan lingkungannya seperti yang diformulasikan oleh Jorgen Chr Bang dan Jorgen Door (1993) dalam mengenalkan teori dialektikal ekolinguistik. Teori dialektikal tersebut kemudian melahirkan pendekatan ekokritik sastra dengan dua pendekatan yakni wacana dan realita untuk mengungkapkan makna tekstual dan faktual yang terkandung dalam teks. Hasil analisis menunjukkan data tekstual berupa kisah perjalanan kehidupan para leluhur sampai di Ngadha dan secara faktual dengan menggunakan alegori alam, tumbuhan, dan hewan serta peristiwa perjalanan, teks su’i uwi menampilkan kisah perjalanan batin menuju kehidupan yang lebih berkualitas dengan keberpihakan kepada pelestarian bumi dan ekosistem yang ada di dalamnya. Terdapat 4 makna alegori yakni, ekologis, sosial, hukum adat, dan religious. Makna ekokritik yakni makna ekopolitik berupa saran agar para pembuat kebijakan di daerah Ngadha memiliki political will yang bersandar pada akar tradisi su’i uwi. Political will dari Pemerintah Daerah dalam mendukung ritus-ritus budaya seperti reba. sehingga upaya melestarikan bumi dan ekosistem yang terkandung didalam teks-teks tersebut menjadi informasi baru yang terbarukan karena kembali dicanangkan dalam setiap pelaksanaan ritus reba.
KECERMATAN MENGANALISIS KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI Firmina A. Nai
Jurnal Lazuardi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Lazuardi
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.58 KB) | DOI: 10.53441/jl.Vol3.Iss2.33

Abstract

Menulis skripsi adalah salah satu prasyarat untuk meraih gelar sarjana. Para mahasiswa diberi kebebasan memilih judul atau topik untuk diteliti, dikaji dan dianalisis menjadi sebuah tulisan ilmiah dalam rangka mengimplementasi teori yang telah diterima selama perkuliahan. Problematika pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMP, SMA, dan SMK merupakan objek yang sangat kompleks, menarik, dan penting untuk dikaji Untuk dapat menguji dan menganalisis kemampuan siswa, para mahasiswa seyogyanya telah terlebih dahulu memiliki kemampuan tersebut. Menguji kemampuan siswa dalam hal ini, tidak dapat dibatasi hanya pada persoalan ketertarikan atau keberminatan semata. Ketertarikan yang juga harus ditunjang oleh kemampuan diri. Artikel ini menyajikan, sebuah skripsi yang secara cermat menguraikan latar belakang, merumuskan masalah, menentukan teori sebagai landasan penelitian, memilih metode penelitian, membahas hasil penelitian, sampai penyimpulan. Kecermatan penulis skripsi tersebut, mendorong penulis menyajikan artikel ini dan diberi judul “Kecermatan Menganalisis Kemampuan Menulis Teks Eksposisi”. Judul yang tampak tak berbatas itu akan menjadi spesifik ketika penulis memaparkan bagaimana penulis skripsi menguraikan latar belakang, menentukan landasan teori, memilih dan menetapkan metode, menyajikan dan membahas hasil penelitian, sampai pada kecermatannya dalam membuat simpulan.