Khofifah Ayustyaningrum
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemantauan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue Dalam Pandangan Medis dan Retorika Syariat (Potret KKN di Desa Bangetayu Kulon Kota Semarang) Sugeng Hariyadi; Khofifah Ayustyaningrum
BUDAI: MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 1, No 2 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai - Nilai Islam Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/budai.1.2.79-87

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit infeksi tropis yang menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah. Prevalensinya yang cukup tinggi, mengakibatkan pemerintah melakukan banyak upaya untuk mengendalikan kasus tersebut. Upaya pengendalian DBD di Indonesia mengacu pada 7 kegiatan pokok dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor 581/MENKES/SK/VII/1992 tentang Pemberantasan Demam Berdarah Dengue. Pencegahan kasus demam berdarah dengue sendiri memerlukan peran serta masyarakat diantaranya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M yaitu mengubur, menguras dan menutup. Salah satu program unggulan yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Bangetayu Kulon adalah Pemantauan Jentik Nyamuk (PJN) yang merupakan implementasi dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Syariat Islam dengan bahasanya yang tegas sendiri memerintahkan manusia untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat dan bekerjasama dalam melestarikannya. Kegiatan PJN pada KKN Tematik 13 UNISSULA di wilayah tersebut menjadi upaya pencegahan awal bagi kasus demam berdarah dengue yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia. Dengue fever is one of the tropical infectious diseases that became one of the centers of attention of the government. Its prevalence is quite high, resulting in the government making many efforts to control the case. Dengue control efforts in Indonesia refer to 7 main activities in the Decree of the Minister of Health number 581 / MENKES / SK / VII / 1992 on Combating Dengue Hemorrhagic Fever. Prevention of dengue hemorrhagic fever cases itself requires the participation of the community including eradication of mosquito nests (PSN) with the 3M method of burying, draining and closing. One of the flagship programs carried out by the community of Bangetayu Kulon Village is Mosquito Jentik Monitoring (PJN) which is an implementation of Mosquito Nest Eradication (PSN). Islamic Sharia in its own strict language commands humans to maintain a clean and healthy environment and cooperate in preserving it. PJN activities at KKN Thematic 13 UNISSULA in the region are expected to be an initial prevention effort for dengue hemorrhagic fever cases whose prevalence is still high in Indonesia.