Listyaningsih Listyaningsih
S1 PPKn FISH Unesa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING DENGAN BOT API APLIKASI TELEGRAM PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMAN 12 SURABAYA Aprita Subiyantoro; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.49 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p856-870

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mobile learning dengan Robot Application Programming Interface (BOT API) aplikasi Telegram pada mata pelajaran PPKn materi sistem dan dinamika demokrasi Pancasila sesuai dengan UUD NRI 1945, serta menguji tingkat kelayakan media pembelajaran dari hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa dan respons peserta didik uji coba. Jenis penelitian ialah Research and Development (R&D) mengacu model ADDIE Branch. Subjek uji coba ialah 20 peserta didik kelas XI SMAN 12 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan berdasarkan model ADDIE Branch sampai pada tahap ketiga yang meliputi, analysis (analisis), design (desain) dan development (pengembangan). Proses pengembangan media pembelajaran sejalan dengan teori Kerucut Pengalaman Dale. Tingkat kelayakan media yang diperoleh dari hasil validasi materi memiliki rata-rata 4,5 dengan kategori sangat layak, dari hasil validasi media memperoleh rata-rata 4,5 dengan kategori sangat layak dan dari hasil validasi bahasa memperoleh rata-rata 4,4 dengan kategori sangat layak. Uji coba media pembelajaran memperoleh rata-rata 4,4 dengan kategori sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan media pembelajaran mobile learning dengan BOT API aplikasi Telegram, sangat layak digunakan selain berisi visualisasi pengetahuan yang inovatif, konkret, media juga berfungsi sebagai alternatif untuk keluar dari pembelajaran abstrak yang mengandalkan verbalisme semata. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Mobile Learnig, PPKn. Abstract This research aims to develop mobile learning with the Robot Application Programming Interface (BOT API) on Telegram application for civic education subject, lessons on the system and dynamics of Pancasila democracy in accordance with the 1945 Constitution of the Republic Indonesia and to test the feasibility of learning media from the validation results of material experts, media experts, linguists experts and response of students in trials.. This type of research is Research and Development (R&D) that refers ADDIE Branch model. The subjects of this learning media trial are 20 students who are on grade XI SMAN 12 Surabaya. The results showed that the development process based on the ADDIE Branch model reached the third stage which included analysis, design and development. The process developing directed learning media, using the theory of the Dale’s Cone Experience. The level feasibility media obtained from the results of the validation average material is 4.5 with a very decent category, from the results of the validation media obtained an average of 4.5 with a very decent category and from the results of language validation obtained an average of 4.4 with a very decent category. Learning media trials for students obtained an average eligibility of 4.4 with a very decent category. Thus, it can be concluded that the mobile learning with BOT API Telegram application, very suitable to use in addition to containing visualization of innovative, concrete, media also functions as an alternative to get out of abstract learning that only relies on verbalism. Keywords: Learning Media, Mobile Learnig, Civic Education
PENGEMBANGAN GAME SIMARUN (SEGILIMA LINGKARAN MAKNA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PPKN SMP NEGERI 29 SURABAYA Wahyu Nurmala Sari; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.157 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p917-931

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game SIMARUN sebagai media pembelajaran PPKn pada materi “Memaknai Peraturan Perundang-Undangan” dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran game SIMARUN dari tiga aspek yaitu aspek media, aspek materi, dan aspek bahasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan oleh Borg and Gall namun dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap ke lima meliputi, tahap potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Terdapat tiga subjek uji coba yaitu validator ahli media, validator ahli materi, dan validator ahli bahasa. Hasil dalam penelitian ini adalah kelayakan media dari aspek media sebesar 3,5 kategori layak, kelayakan media dari aspek materi sebesar 3,8 dan 4,1 kategori layak, kelayakan media dari aspek bahasa sebesar 3,8 kategori layak dan 4,5 kategori sangat layak, sedangkan kelayakan media pembelajaran game SIMARUN secara keseluruhan sebesar 3,95 kategori layak, maka game SIMARUN layak menjadi media pembelajaran untuk mata pelajaran PPKn. Sedangkan game SIMARUN yang merupakan media permainan yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan menggabungkan konsep permainan ular tangga dan monopoli sesuai dengan teori kerucut pengalaman Dale, sejalan dengan teori tersebut merupakan benda pengamatan atau tiruan, yang mampu membuat materi pembelajaran menjadi lebih konkret karena melibatkan banyak alat idera membuat peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu yang lama, proses pembelajaran juga akan lebih menyenangkan. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran game SIMARUN, PPKn. Abstract This research aims to develop SIMARUN games as a media for learning PPKn material on “Interpreting Rules and Regulations” and testing the feasibility media from the aspects namely media aspek, material aspects, and language aspects. This research uses research and development methods by Borg and Gall, but in this research only reached the fifth stage including, the potential problem stage, the data collection, the product design, the design validation, and the design revision. The results in this research are the feasibility of the media from the media aspects of 3,5 with the worthy category, the feasibility of the media from the material aspects of 3,8 and 4,1 with the worthy category, feasibility of the media from the language aspect of 3,8 with the proper category and 4,5 with the very feasible category, while the feasibility of the game learning media SIMARUN as a wholw is 3,95 with a decent category, so game SIMARUN is worthy of being a learning medium for PPKn subsjects. While SIMARUN game which is a game media developed with combine game ular tangga and monopoli in accordance with the cone of Dale experience, in line with the theory is an object of observation or imitation, which is able to make learning material more concrete because it involves many senses making it easier for students to understand and remember the material in a timeframe a long time, the learning process will also be more enjoyable. Keywords: development, SIMARUN game learning media, PPKn
TINGKAT KEPEDULIAN SOSIAL PESERTA DIDIK PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SMPN 2 BUDURAN Wahyu Ratri Anggarini; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p779-793

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat kepedulian sosial peserta didik pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMPN 2 Buduran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua peserta didik yang menempati kelas bersama ABK sejumlah 574 orang. Sampel yang digunakan yaitu 58 peserta didik kelas VII hingga kelas IX secara acak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa peserta didik SMPN 2 Buduran memiliki tingkat kepedulian sosial pada ABK yang tergolong tinggi. Data menunjukkan bahwa sebanyak 79,31% memiliki tingkat kepedulian sosial pada ABK yang tinggi, 20,69% memiliki tingkat kepedulian sosial pada ABK dengan kategori sedang, dan tidak ada seorangpun peserta didik yang memiliki tingkat kepedulian sosial pada ABK dengan kategori rendah. Asumsi awal yang menyebutkan bahwa kemungkinan peserta didik SMPN 2 Buduran memiliki tingkat kepedulian sosial pada ABK dalam kategori sedang hingga tinggi terbukti. Kata Kunci: Kepedulian Sosial, Peserta didik, ABK. . Abstract This study aims to describe the level of social awareness of students in Children with Special Needs at SMPN 2 Buduran. This research uses a quantitative approach with descriptive design. The population in this study were all students who shared a class with Children with Special Needs with a total of 574 people. The sample used was 58 students from grade VII to class IX randomly. The sampling technique uses proportionate stratified sampling technique. Data collection techniques are done using a questionnaire. The results of this study indicate that students of SMPN 2 Buduran have a high level of social care for Children with Special Needs. The data shows that as much as 79.31% have a high level of social care for Children with Special Needs, 20.69% have a level of social care for Children with Special Needs in the medium category, and no single student has a level of social care for Children with Special Needs in the low category. The initial assumption stating that the possibility of SMPN 2 Buduran students having a level of social care for Children with Special Needs in the moderate to high category is proven. Keywords: Social Concern, Learners, Children with Special Needs
PERAN GURU PPKn DALAM PEMBINAAN KARAKTER PEDULI SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMAN 1 GEDANGAN SIDOARJO Tamara Vaxia Viningsih; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p826-840

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam membina karakter peduli sosial peserta didik di SMA Negeri 1 Gedangan. Teori yang digunakan peneliti adalah teori Behaviorisme B.F Skiner. Dalam pengkondisian operan tersebut terdapat penggunaan penguatan yang nantinya mempengaruhi konsekuensi perilaku. Untuk menguatkan tindakan atau perilaku dibagi menjadi dua, yaitu ada penguatan yang bersifat positif dengan cara memberikan penghargan kepada peserta didik. Sedangkan enguatan negative berupa memberikan hukuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan trianggulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam pembinaan karakter peduli sosial pada peserta didik, peran guru yang paling dominan untuk menciptakan karakter peduli sosial di sekolah, antara lain sebagai motivator, korektor dan pembimbing. Guru sebagai motivator adalah memberikan pembinaan karakter peduli sosial secara verbal dan nonverbal. Sebagai korektor, guru memberikan pembinaan karakter peduli sosial dengan menilai dan mengkoreksi semua sikap, tingkah laku, dan perbuatan peserta didik. Sebagai pembimbing, guru memberikan pembinaan karakter peduli sosial dengan strategi keteladanan, pengondisian lingkungan, dan kegiatan rutin untuk membimbing peserta didik supaya memili karakter peduli sosial pada dirinya. Kata Kunci: peran, guru PPKn, karakter peduli sosial siswa Abstract The purpose of this study is to describe the role of PPKn teachers in fostering the character of social care students in SMA Negeri 1 Gedangan. This study used the B. F Skinner behaviorist theory. In operant conditioning there is the used of reinforcement which in turn influences behavioral consequences. Strengthening behavior is divided into two, namely positive reinforcement by giving appreciation and negative reinforcement, one of which is by giving punishment to students. This type of research used descriptive qualitative. Data were collected using observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that in fostering the character of social care for students, the most dominant role of teachers to create the character of social care in schools is as a motivator, corrector and supervisor. As a motivator, the teacher provides verbal and nonverbal social care character development. As a corrector, the teacher provides social care character development by assessing and improving all student attitudes and behaviors. As a guiding teacher providing social care character development with exemplary environmental conditioning strategies and routine activities to guide students to have the character of social care in themselves Keywords: role, teacher of PPKn, the character of social care student.