Warsono Warsono
S1 PPKn FISH Unesa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH NILAI TOLERANSI KELUARGA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU TERHADAP KARAKTER TOLERANSI ANAK Rizki Nur Safitri; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.912 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p947-961

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh nilai toleransi keluarga dan tingkat pendidikan ibu terhadap karakter toleransi anak di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian melibatkan 127 ibu dan 127 anak usia 13 – 15 tahun, dipilih dengan teknik simple random sampling kemudian di wawancarai dengan kuisioner. Teori yang digunakan adalah teori perkembangan moral dari L. Kohlberg yang membagi 3 tingkatan yakni pra konvensional, konvensional dan pasca konvensional. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil menemukan bahwa tingkat pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t variabel tingkat pendidikan ibu menemukan t hitung (5,308) > t tabel (1,979) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Nilai toleransi keluarga berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t variabel nilai toleransi keluarga sebesar t hitung (10,417) > t tabel (4,78) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Hasil juga mengungkapkan bahwa nilai toleransi keluarga dan tingkat pendidikan ibu secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap karakter toleransi anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F menemukan F hitung (65,940) > F tabel (3,07) dan nilai sig. (0,000) < (0,05). Selain itu, nilai R Square pada pengujian hipotesis sebesar (0,508), hal ini menunjukkan sebesar 50,8% karakter toleransi anak dipengaruhi oleh variabel yang digunakan dalam penelitian. Kata Kunci : tingkat pendidikan ibu, nilai toleransi keluarga, karakter toleransi anak. Abstract The study was conducted to analyze the effect of family tolerance values ​​and the level of mother's education on the tolerance character of children in Bejijong Village, Trowulan District, Mojokerto Regency. The research design is an associative study with a quantitative approach. The study involved 127 mothers and 127 children aged 13-15 years, selected by simple random sampling technique and then interviewed with a questionnaire. The theory used is the theory of moral development by L. Kohlberg which divides 3 levels, namely pre-conventional, conventional and post-conventional. Data were analyzed using multiple regression analysis, coefficient of determination, t test and F test. The results found that the level of maternal education had a significant effect on the character of tolerance of children. This is evidenced by the results of the t test for the variable level of mother's education to find t count (5.308)> t table (1.979) and the value of sig. (0.000) <(0.05). The value of family tolerance has a significant effect on the character of tolerance of children, this is evidenced by the results of the t test for the variable family tolerance value of t count (10.417)> t table (4.78) and the sig value. (0.000) <(0.05). The results also reveal that the family tolerance value and the mother's education level together have a significant effect on the tolerance character of children. This is evidenced by the results of the F test to find F count (65.940)> F table (3.07) and the value of sig. (0.000) <(0.05). In addition, the value of R Square in hypothesis testing is (0.508), this shows that 50.8% of children's tolerance character is influenced by the variables used in the study. Keywords: mother's education level, family tolerance value, children's tolerance character.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA (STUDI KASUS BUDAYA LITERASI MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA) Muhammad Zamroni; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p687-701

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme Jean Piaget. Populasi penelitian adalah 87 mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya yang dikategorikan gemar membaca ditandai dengan sering berkunjung di perpustakaan/ruang baca. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Variabel penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis sebagai variabel bebas dan kemampuan membaca sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kepada setiap responden yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan product moment. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya, meskipun hubungannya rendah. Kata kunci: berpikir kritis, membaca, budaya literasi. Abstract This study aims to determine the relationship between critical thinking skills and reading skills in PPKn Surabaya State University students. The theory used in this research is Jean Piaget constructivist theory. The study population was 87 PPKn Surabaya State University students who were categorized as fond of reading marked by frequent visits to the library / reading room. The research sample amounted to 70 students. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The variables of this study are the ability to think critically as independent variables and the ability to read as fixed variables. Data collection techniques using direct tests to each respondent who became the study sample. Data analysis techniques using product moment. The analysis shows that there is a positive relationship between critical thinking skills and reading skills in PPKn students at Surabaya State University, although the relationship is low. Keywords: critical thinking, reading, literacy culture.
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA SUGIHWARAS TERHADAP AKTIVITAS CLUBBING DI KLUB GLAMOUR DESA SUGIHWARAS KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN Sri Wahyuningsih; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p720-736

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial masyarakat Desa Sugihwaras terhadap aktivitas clubbing di klub Glamour di Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L Berger & Thomas Luckman dan metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dari Creswell dengan informan sebanyak 10 orang dari masyarakat Desa Sugihwaras. Penelitian ini mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Sugihwaras mengkonstruksi aktivitas klub Glamour bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Namun di sisi lain, Klub Glamour sebagai tempat bersenang-senang dan sebagai sumber pendapatan daerah Tuban. Kata Kunci: konstruksi sosial, hiburan malam, masyarakat Desa Sugihwaras. Abstract This study aims to find out social construction of the Village of Sugihwaras community to clubbing activities in Glamour club of the Village of Sugihwaras Jenu sub-district, Tuban Regency . This research uses the theory of social construction by Petter L Berger Thomas Luckman and the case study method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data collection techniques use purposive sampling by Creswell with as many informans 10 peoples of the Village of Sugihwaras community. This research reveals that Village of Sugihwaras community construct Glamour club activities is contrary to values of Islam. But in the other, Glamour club as a place of have fun and Glamour club as a source of income for the Tuban regency. Keywords: social construction, night entertainment, Sugihwaras Village community
STUDI DESKRIPTIF PRAKTIK PENILAIAN MATA PELAJARAN PPKn Difi Ratih Kusumaning Janah; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p841-855

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik penilaian mata pelajaran PPKn di SMAN Bandarkedungmulyo, SMAN Kertosono dan SMA Budi Utomo Perak. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan desain kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dan diperoleh dengan mengganakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dengan jumlah narasumber 10 guru PPKn. Hasil penelitian menyatakan pada aspek penilaian Kognitif, semua guru didalam melakukan penilaian sama, yaitu meliputi Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester dan Penilaian Akhir Semester dengan ketentuan dan kriteria yang sama. Pada aspek penilaian Ketrampilan/ psikomotor, tidak semua guru sama dalam melakukan penilain. Dari 10 guru mata pelajaran PPKn, 8 guru menggunakan pertimbangan yang menyeluruh. Sedangkan 2 guru hanya sebatas pada komunikasi, menyampaikan pendapat dan keterampilan dalam penyelesaian tugas dan kliping. Pada aspek penilaian afektif, tidak semua guru sama dalam melakukan penilaian. 8 guru menggunakan pertimbangan yang menyeluruh. Dari 2 guru melakukan penilaian afektif hanya sebatas pada sikap praktik pergaulan dan tingkah laku siswa sehari-hari di kelas. Kata Kunci : Penilaian PPKn, Mata Pelajaran PPKn, Praktik Guru menilai This study aims to description of the practice of civics subject assessment at Bandarkedungmulyo Senior High School, Kertosono Senior High School and Budi Utomo Senior High School. This type of research is qualitative by using explorative qualitative design. Data collection techniques in this study were observation, documentation and in-depth interviews with number of speakers of 10 civics teachers. The result of the study show that in the cognitive assessment aspects, all the teachers in the assessment includes daily assessment, Mid-semester assessment and Final semester assessment with the same provisions and criteria. In the aspect of psychomotor assessment, not all teachers are the same in assessing. From the 10 civics teachers, 8 teachers use comprehensive considerations. Two of ten teachers are only limited to communication, expressing opinions and skill in completing assignments and clipings. In the affective aspects of assessment, not all teachers are the same in conducting assessment. 8 teachers use comprehensive considerations. Two teachers in performing affective judgments are limited to the attitude of daily social and students daily conduct the class. Key words: civics assessment, civics subject, practice teacherassesment