Rr. Nanik Setyowati
Unesa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI SISWA YANG BERASAL DARI DESA DALAM MENGHADAPI BULLYING DI SMP NEGERI NEGERI 2 LAMONGAN bagus imam safi'i; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.952 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p1094-1103

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi siswa yang menjadi korban bullying dalam menghadapi bullying di SMP Negeri 2 Lamongan. Yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah penalararan moral dari teori perkembangan moral Kohlberg bukan perilaku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seseorang individu tidak menjadi pusat pengamatannya yang menjadikan penalaran moral sebagai pusat kajiannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Tidak menghiraukan, masa bodoh atau cuek dan bertahan karena keadaan. Cuek, masa bodoh ataupun tidak menghiraukan adalah salah satu strategi yang dilakukan oleh korban yang mengalami bullying. 2) Melakukan perlawanan dengan cara membalas perbuatan pelaku atau melakukan perlawan dengan melontarkan kata-kata kasar.Melawan atau mebalas pelaku dengan cara apa saja agar pelaku bullying jera adalah suatu hal yang normal dan manusiawi. 3) Melaporkan kepada Guru BK atau pada wali kelas. atau siswi yang menjadi korban bullying tidak ingin masalahnya berkepanjangan dan lebih rumit lagi, korban melaporkan ke Guru BK atas apa yang bullying yang menimpanya. Kata Kunci: Strategi, siswa dari desa, bullying. Abstract The purpose of this study is to analyze the strategies of students who are victims of bullying in dealing with bullying in State JHS 2 Lamongan. Kohlberg's Moral Development Theory does not focus on moral behavior, meaning that what an individual does not become the center of his observations which makes moral reasoning the center of his study. The research method used in this study is a qualitative approach. The research design used is phenomenology. The results obtained are as follows: 1) Ignore, ignorant or indifferent and survive because of circumstances. Indifferent, ignorant or indifferent is one of the strategies carried out by victims of bullying. 2) Take the fight by repaying the perpetrators' actions or take the fight by hurling harsh words. Fighting or repaying perpetrators in any way so that perpetrators of deterrent bullying is a normal and humane thing. 3) Report to the BK teacher or the homeroom teacher or a student who is a victim of bullying does not want the problem to be prolonged and even more complicated, the victim reports to the BK teacher for what is bullying that happened to her. Keywords:Strategy, village student, bullying.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA PASURUAN Fitri Utaminingsih; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.944 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak melalui P2TP2A di Kota Pasuruan serta hambatan yang ditemukan P2TP2A. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan model Van Matter dan Van Horn. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa P2TP2A Kota Pasuruan sudah mengimplementasikan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dengan dibuktikannya penyelesaian kasus yang terjadi pada anak. Karena penyelesaian kasus menjadi indikator tolak ukur keberhasilan P2TP2A dalam melaksanakan penanganan kasus terkait perlindungan anak. Hambatan P2TP2A dalam melaksanakan tugasnya diantaranya meliputi keterbatasan anggaran dana operasional, sarana dan prasarana dalam hal belum memiliki sekretariat yang representatif, ruangan aman (shelter) untuk anak, rumah singgah, perlu penambahan komputer dan laptop di kantor P2TP2A, sumber daya manusia yang masih perlu pelatihan disiplin ilmu, dan perlu adanya penambahan tenaga psikologi. Kata Kunci: Implementasi, Perlindungan Anak, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN DIGITAL CITIZENSHIP DALAM MEMBENTUK GOOD DIGITAL CITIZEN PADA SISWA SMA LABSCHOOL UNESA Eva Maulana Putri; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.473 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p580-594

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pendidikan Digital Citizenship dalam membentuk good digital citizen pada siswa SMA Labschool UNESA, Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar behaviorisme oleh BF Skinner. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Labschool UNESA sudah mengimplementasikan Pendidikan Digital Citizenship ditunjukkan dengan pemberian fasilitas berupa kemudahan akeses internet di sekolah atau digital accsess. Pengintegrasian nilai-nilai digital citizenship dalam peraturan dan program sekolah dalam mewujudakan digital right and responsibility yaitu segala bentuk penyalahgunaan teknologi yang dilakukan oleh siswa akan ditindak oleh sekolah melalui wali kelas, guru BK, dan tim tata tertib sekolah, ada juga kegiatan sidak akademik, pekan literasi. Kemudian pemberian pemahaman tentang digital etiquette diberikan melalui pembelajaran PPKn dan TIK. Pada pembelajaran PPKn terfokus pada pembentukan nilai, moral dan karakter siswa, sedangkan pada pembelajaran TIK terfokus pada pemberian teori dan ketrampilan IT, serta adanya kegiatan sosialisasi terkait sistem pembelajaran, peratuaran dan program sekolah dan sosialisasi tentang pemanfaatan teknologi dan dampak dari kemajuan teknologi yang ada dimana setiap tahun mengangkat tema atau permasalahan yang berbeda dari sekolah kepada seluruh siswa dan orang tua. Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan Digital Citizenship, Good digital citizen. This study aims to describe the implementation of Digital Citizenship Education in forming good digital citizens for students at SMA Labschool UNESA, Surabaya. The theory used in this study is the learning theory of behaviorism by BF Skinner. This study uses a qualitative approach with descriptive research type, and data collection techniques used are interviews and documentation. The results of this study indicate that SMA Labschool UNESA has implemented Digital Citizenship Education as indicated by the provision of facilities in the form of easy internet access at school or digital access. The integration of digital citizenship values ​​into school regulations and programs in realizing digital rights and responsibility, namely all forms of technology abuse committed by students will be dealt with by the school through homeroom teachers, BK teachers, and the school discipline team, there are also academic inspection activities, weekends literacy. Then the understanding of digital etiquette is given through Civics and ICT learning. Civics learning focuses on the formation of student values, morals and character, while ICT learning focuses on providing IT theory and skills, as well as socialization activities related to learning systems, regulations and school programs and socialization about the use of technology and the impact of existing technological advances. each year raises a different theme or problem from the school to all students and parents. Keywords: Implementation, Digital citizenship education, Good digital citizen