Listyaningsih Listyaningsih
Unesa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMBINA OSIS DALAM MEMBENTUK KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA PENGURUS OSIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MOJOKERTO Iis Nur Septiyaningrum; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.062 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p1117-1131

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Pembina OSIS dalam pembentukan karakter tanggung jawab pada Pengurus OSIS di MAN 2 Mojokerto. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Pembina OSIS dan Ketua Kesiswaan sebagai informan kunci serta Pengurus OSIS sebagai informan Pendukung. Data penelitian diperoleh melalui obeservasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data diperoleh melalu trianggulasi sumber. Teori yang digunakan teori Albert Bandura. Bandura menjelaskan bahwa proses yang mempengaruhi belajar observasional yaitu perhatian (attention), mengingat, perilaku dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Pembina OSIS dalam menumbuhkembangkan karakter tanggung jawab Pengurus OSIS adalah dengan melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang dibuat, menjalin komunikasi pada setiap pengurus melakukan pengawasan dalam proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: Strategi, Pembina OSIS, Tanggung Jawab. Abstract This study aims to determine the strategy erector of OSIS in shaping the character of responsibility on the organizer of OSIS . The method used to obtain data in research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of the study were the Vice Principal and Guidance Student Organization as key informants and the Organizer of OSIS as Supporting informants. Research data obtained through observation, interviews and documentation which are then analyzed by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. Check the validity of the data obtained through source triangulation. The theory used by researchers is the theory of Albert Bandura. Bandura explained that the processes that influence observational learning are Attention, Remembering, Behavior and Motivation. The results showed that the strategy Erector of OSIS in developing the character of the responsibility Organizer of OSIS was to oversee all activities carried out, establish communication in each board and oversee the learning process in the classroom. Keywords: Strategy, Erector of OSIS, Responbility.
STRATEGI ORGANISASI PATROLI KETERTIBAN MADRASAH (PKM) DALAM MENEGAKKAN KEDISIPLINAN PADA SISWA DI MAN 1 PASURUAN Yenni Febrianti; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.823 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p485-500

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi organisasi Patroli Ketertiban Madrasah (PKM) dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa di MAN 1 Pasuruan. Fokus dalam penelitian ini yaitu strategi mendisiplinkan siswa. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori strategi perencanaan J. David Hunger dan Thomas L. Wheleen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ini adalah 3 anggota organisasi PKM dan pembina organisasi PKM. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan dokumentasi. Data wawancara akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi organisasi PKM dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa yaitu patroli pagi, patroli kelas dan patroli pulang sekolah. Pelaksanaan strategi dengan cara anggota organisasi PKM menggunakan teguran untuk menegakkan kedisiplinan dalam menaati peraturan tata tertib dan sikap disiplin dapat tertanam dalam diri siswa agar menjadi suatu kebiasaan. Proses penegakan kedisiplinan pada siswa oleh organisasi PKM mempunyai beberapa hambatan seperti kelengkapan atribut dan ketepatan waktu. Upaya mengatasi hambatan dalam proses menegakkan kedisiplinan siswa yaitu dilakukan evaluasi strategi seperti pemeriksaan atribut siswa, penambahan waktu masuk sekolah agar keterlambatan berkurang dan dilakukan patroli pulang sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi organisasi PKM dalam menegakkan kedisiplinan pada siswa telah berhasil karena pelanggaran yang dilakukan siswa berkurang dan sikap disiplin menjadi suatu kebutuhan dalam diri siswa. Kata Kunci: Strategi, Organisasi PKM, Menegakkan Kedisiplinan. Abstract The purpose of this study was to describe the organizational strategy of the Madrasah Order Patrol (PKM) in enforcing discipline on students at MAN 1 Pasuruan. The focus in this research is the strategy of disciplining students. The theoretical basis used in this research is the strategic planning theory of J. David Hunger and Thomas L. Wheleen. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The informants of this research were 3 members of the PKM organization and the supervisor of the PKM organization. Data collection techniques in this study are structured interviews and documentation. Interview data will be analyzed by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the PKM organizational strategies in enforcing discipline on students are morning patrols, classroom patrols and school patrols. Implementation of the strategy by means of members of the PKM organization using reprimands to enforce discipline in obeying the rules of conduct and discipline can be embedded in students so that it becomes a habit. The process of enforcing discipline on students by PKM organizations has several obstacles such as completeness of attributes and timeliness. Efforts to overcome obstacles in the process of enforcing student discipline include evaluating strategies such as examining student attributes, increasing school entry time so that delays are reduced and patrols are carried out after school. This study shows that the PKM organizational strategy in enforcing discipline on students has been successful because the violations committed by students are reduced and discipline becomes a necessity in students. Keywords: Strategy, PKM Organizational, Enforcing Discipline.