Raden Roro Nanik Setyowati
Unesa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNITAS SUPORTER PERSEBAYA (GREEN FORCE 27) DALAM MEMBINA PERILAKU TOLERANSI ANGGOTANYA DI PERAK SURABAYA Aini Ayu Akhiyat; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.496 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p203-217

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menedeskripsikan strategi komunitas suporter persebaya GREEN FORCE 27 di Perak Surabaya dalam membina perilaku toleransi anggotanya, dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam memilih pengambilan sampel sumber data peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dikumpulkan dengan menggunakan teknik bservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, deskripsi yang bersifat naratif, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dari teknik triangulasi recheck data. Pada penelitian ini menggunakan Teori Belajar Behavioristik Edward Lee Thorndike. Teori ini mengenai perubahan tingkah laku terjadi apabila adanya rangsangan (stimulus) dengan perilaku reaktif (respons). Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (1) strategi yang digunakan Komunitas GREEN FORCE 27 dalam membina toleransi antar anggota seperti bertukar hal-hal positif, strategi bertegur sapa, strategi berkunjung di masyarakat, strategi tidak memaksakan agama orang lain, serta strategi saling menyayangi. (2) Hambatan yang dihadapi berasal dari dua faktor, yaitu hambatan internal berupa kurangnya tingkat kedisiplinan anggota komunitas GREEN FORCE 27 serta hambatan eksternal yang berasal dari kurangnya koordinasi komunitas GREEN FORCE 27 dengan Pemkot Surabaya. Kata Kunci : Strategi, komunitas, perilaku toleransi Abstract This study aims to describe the strategy of the persebaya GREEN FORCE 27 supporter community in Perak Surabaya in fostering tolerant behavior of its members, and the obstacles they face. This research uses a qualitative approach. In selecting the sampling data source, the researcher used a purposive sampling technique. Sources of data were collected using observation techniques, in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, narrative descriptions, and drawing conclusions. The data validity was obtained from the recheck data triangulation technique. This study uses Edward Lee Thorndike's Behavioristic Learning Theory. This theory is about behavior change occurs when there is a stimulus (stimulus) with reactive behavior (response). The results obtained are as follows: (1) the strategies used by the GREEN FORCE 27 Community in fostering tolerance among members such as exchanging positive things, greetings strategies, visiting strategies in society, strategies not to impose other people's religions, and mutual love strategies. (2) The obstacles faced came from two factors, namely internal obstacles in the form of a lack of discipline among GREEN FORCE 27 community members and external obstacles stemming from the lack of coordination between the GREEN FORCE 27 community and the Surabaya City Government. Keywords: Strategy, community, tolerant behavior
PERAN ORGANISASI LINGKUNGAN TUNAS HIJAU DALAM UPAYA MEWUJUDKAN SURABAYA KOTA LAYAK ANAK Anggie Pratiwi; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.295 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p535-549

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran organisasi lingkungan Tunas Hijau dalam upaya mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional dengan skema fungsi sistem tindakan yakni AGIL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan analisis data yang digunakan oleh Miles and Huberman. Analisis data dilakukan pada saat pengumpulan dan setelah data diperoleh. Penentuan narasumber dilakukan dengan metode purposive sampling. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalah anggota organisasi Tunas Hijau. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh organisasi Tunas Hijau dalam mengatasi permasalahan anak dan mewujudkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya adopsi kampung hijau di Surabaya dan meningkatnya partisipasi sekolah dalam kegiatan Surabaya Eco School (SES). Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh organisasi Tunas Hijau dalam mewujudkan Surabaya Kota Layak anak adalah dengan menciptakan lingkungan bersih melalui program dan kegiatan yang melibatkan anak serta menyosialisasikan Kota Layak Anak pada masyarakat luas. Faktor pendukung dalam upaya mewujudkan Surabaya Kota Layak Anak adalah berupa dukungan dari sekolah dan masyarakat seperti dukungan material dan finansial serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan Tunas Hijau. Faktor penghambat yakni sumber daya manusia yang terbatas dan komunikasi mengenai informasi kegiatan-kegiatan Tunas Hijau belum menjangkau semua sekolah di Surabaya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya organisasi lingkungan Tunas Hijau dalam mengatasi permasalahan anak dan mewujudkan Surabaya menjadi Kota Layak Anak telah berjalan dengan baik. Kata Kunci:Peran, Organisasi Lingkungan, Tunas Hijau, Kota Layak AnakAbstract Abstract This study aims to explain the role of Tunas Hijau, an environmental organization, in an effort to make Surabaya a Child Friendly City. This research applies structural functional theory with the scheme function namely AGIL. This research applies qualitative approach using case study. Data collection was conducted through interviews and documentation, which were then analyzed using the model developed by Miles and Huberman. Data analysis was carried during and after data collection. Interviewees were selected using purposive sampling method. The interviewees were the members of Tunas Hijau. The result of this research indicates that Tunas Hijau has successfully contributed in addressing some children issues and brought Surabaya to become a child friendly city. It can be seen from the increasing number of green villages in Surabaya and the schools participation into Surabaya Eco School (SES) program. Some measures conducted by Tunas Hijau were creating clean environment, devising activities involving children, and diseminating child friendly city to the communities. To bring Surabaya becoming child friendly city, it requires public and educational institutions’ supports, be it material, financial, or participation in Tunas Hijau program. Meanwhile, Tunas Hijau also encounters some issues such as limited human resources and limited access of communication to schools. In conclusions, Tunas Hijau has successfully contributed to address children issues and brought Surabaya to become a child friendly city. Keywords: role of organization, environmental organization, Child Friendly City