Warsono Warsono
Unesa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PROSES PEMILIHAN KETUA UMUM HIMNAS PPKN PADA KONGRES DAN RAKERNAS DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2018 Muhammad Zundy Alwan; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.888 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p218-232

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Penerapan Demokrasi Pancasila dalam Proses Pemilihan Ketua Umum Himnas PPKn pada Kongres dan Rakernas di Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2018. Dalam forum pemilihan Ketua Umum seharusnya sejalan dengan Pancasila sila ke-4 yang berfokus pada Permusyawaratan Mufakat dan terciptanya Teori Keadilan John Rawls yang berfokus pada prinsip kebebasan yang sama atau setara, memperlihatkan netralitas dan apresiasi opini yang datang seluruh peserta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain eksploratif mengacu pada pendapat Sugiyono (2018). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini berjumlah 3 orang yakni Ketua Umum Himnas PPKn, Presidium Sidang 1 dan 2 Kongres dan Rakernas Himnas PPKn. Kesimpulan hasil dari penelitian ini mengungkapkan jika aktivitas Demokrasi Pancasila telah diterapkan pada forum Kongres dan Rakernas Himnas PPKn tersebut meski dalam pelaksanaannya kurang sempurna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat menjadi kontribusi pemikiran hasil penelitian ini diharapkan yang bermanfaat untuk menambah sumbangan pemikiran ilmiah mengenai penerapan nilai Demokrasi Pancasila Dapat menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca pada umumnya mengenai perpaduan teori keadilan dan pengaplikasian Demokrasi Pancasila pada penelitian ini Kata Kunci: Demokrasi, Pancasila, Keadilan, Kebebasan, Netralitas Abstract This research aims to reveal the Application of Pancasila Democracy in the Election Process of Himnas PPKn Chairperson at the 2018 Congress and National Working Meeting at Yogyakarta State University. In the forum for the election of the General Chairperson it should be in line with the 4th Pancasila Principle which focuses on Consensus Consultation and the creation of John Rawls's Theory of Justice which focuses on the principle of equal or equal freedom, shows the neutrality and appreciation of opinions that come by all participants. The research method used is qualitative with an exploratory design referring to the opinion of Sugiyono (2018). The data collection techniques used were in-depth interviews and documentation. The research informants were determined using purposive sampling technique. There were 3 informants in this research, namely the General Chairperson of the Himnas PPKn, the Presidium for the 1st and 2nd Sessions of the Congress and the National Social Work Meeting for PPKn The conclusion of the results of this study reveals that the Pancasila Democracy activity has been applied to the PPKn Himnas Congress and Rakernas forums even though the implementation is not perfect. The results of this study are expected to be useful as a contribution to the thought of the results of this study which are expected to be useful to increase the contribution of scientific thought regarding the application of the values ​​of Pancasila Democracy. Keywords: Democracy, Pancasila, Justice, Freedom, Neutrality
TINGKAT DISIPLIN ANGGOTA EKSTRAKURIKULLER ORGANDRAKU DI SMAN 1 KUTOREJO MOJOKERTO Yusuf Bachtiyar; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.618 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p233-247

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan dari anggota Organdraku di SMAN 1 Kutorejo Mojokerto. Penelitian ini menggunakan endekatan kuantitatif. Sample dalam penelitian ini berjumlah 41 anggota. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembentukan karakter dari Thomas Lickona. Menurut Thomas Lickona komponen pembentukan karakter ada pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action).Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan anggota Organdraku tinggi. Hal ini dibuktikan dengan anggota Organdraku yang mendapatkan persentase 61%. pada indicator mengetahui arti disiplin mendapatkan presentase di tingkat tinggi sebesar 61% sedangakan persentase di tingkat rendah sebesar 39%, mengetahui tata tertib mendapatkan persentase di tingkat tinggi sebesar 93% sedangkan di tingkat rendah mendapatkan skor 7%, Mengetahui akibat pelanggaran mendapatkan persentase sebesar 98% di tingkat tinggi, sedangkan 2% di tingkat sedang, Menunjukkan sikap berani menanggung semua resiko atau konsekuensi yang telah dilakukan mendapatkan persentase sebesar 85% sedangkan 15% di tingkat sedang, Menunjukkan sikap bertanggungjawab mendapatkan presentase 71% di tingkat tinggi sedangkan 29% pada tingkat sedang, Menunjukkan sikap setia terhadap organisasimendapatkan persentase 90% di tingkat tinggi sedangka 10% di tingkat sedang, Menunjukkan empati terhadap keadaan lingkungan mendapatkan persentase tertinggi di tingkat sedang dengan hasil 61%, Pernah berkontribusi mendiplinan peserta didik mendapat persentase di tingkat tinggi sebesar 73%, dan pada indicator menjaga lingkungan sekolah agar senantiasa indah,aman, dan nyaman mendapatkan persentase tertinggi di tingkat sedang dengan total 80%. Kata Kunci: Tingkat kedisiplinan, organdraku, pembentukan karakter. Abstract This study aims to determine the level of discipline of the Organdraku members at SMAN 1 Kutorejo Mojokerto. This study uses a quantitative approach. The sample in this study amounted to 41 members. The theory used in this research is the character building of Thomas Lickona. According to Thomas Lickona, the components of character formation include moral knowing, moral feeling, and moral action. The data collection technique used a questionnaire. The data analysis technique in this study used the percentage technique. The results showed that the level of discipline of Organdraku members was high. This is evidenced by Organdraku members who get a percentage of 61%. on indicators knowing the meaning of discipline gets a percentage at a high level of 61% while the percentage at a low level is 39%, knowing the rules get a percentage at a high level of 93% while at a low level getting a score of 7%, Knowing the consequences of violations get a percentage of 98% at the high level, while 2% at the medium level, Shows a courageous attitude to bear all the risks or consequences that have been done getting a percentage of 85% while 15% at the moderate level, Showing a responsible attitude gets a percentage of 71% at the high level while 29% at the moderate level , Demonstrating a loyal attitude towards the organization getting a percentage of 90% at the high level while 10% at the moderate level, Showing empathy for environmental conditions getting the highest percentage at the moderate level with 61% results, Having contributed to disciplining students getting a high level of 73%, and on the indicator of maintaining the school environment so that it is always beautiful, safe, and comfortable gets the highest percentage at the moderate level with a total of 80%. Keywords: Discipline level, organdraku, character orders.
KONSTRUKSI KELOMPOK BERPAHAM EKSTRIM KANAN (MAJELIS ISLAM KAFFAH) TERHADAP PANCASILA Marta Aulia Ekasetya; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.448 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang konstruksi kelompok ekstrim kanan “Majelis Islam Kaffah” terhadap Pancasila. Pendekatan yang digunakan daIam peneIitian ini yaitu pendekatan kuaIitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dengan proses pengamatan, wawancara dan diskusi. Informan penelitian ini berjumlah tiga orang yang berasal dari satu pendamping ustadz dan dua anggota senior yang telah tiga tahun lebih Bersama majelis islam kaffah. Informan ditentukan dengan menggunakan Teknik purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa “Majelis Islam Kaffah” mengartikan Pancasila merupakan dasar negara yang tidak banyak membawa nilai ajaran agama islam. Menurut “Majelis Islam Kaffah”, Pancasila tidak cocok jika digunakan sebagai dasar dan pedoman dalam berbangsa. Kelompok ini menganggap didalam Pancasila seharusnya banyak dilandasi dengan ajaran-ajaran islam agar dapat menjadikan suatu pedoman yang membawa kebermanfaatan bagi kaum muslimin di Indonesia serta menjadikan negara yang rahmattan lil’alamin. Ajaran yang mendasari konstruksi kelompok tersebut adalah nalar yang dibangun secara syari’atik atau yang kemudian disebut “islam kaffah”. Hal demikian selaras dengan pemikiran Berger tentang konstruksi social, dimana pada dasarnya manusia adalah individu bebas yang memandang realitas social secara subjektif. Sehingga “Majelis Islam Kaffah” mengartikan dengan sepihak bahwa aliran paham atau suatu ideologi yang tidak sejalan dengan ajaranya merupakan suatu hal yang buruk dan tidak membawa kebermanfaatan bagi umat islam atau kaum muslimin.
PRAKTIK INTOLERANSI DAN KONSTRUKSI NILAI MORAL TERHADAP PEMENUHAN HAK-HAK KELOMPOK MINORITAS. (STUDI KASUS PELARANGAN KEGIATAN IBADAH RAYA HARI MINGGU GEREJA GSJA Godean LOCERET) DICKY PUTRA PRATAMA; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.574 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait dengan praktik intoleransi yang terjadi di Desa Godean Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk yang disebabkan oleh konstruksi nilai moral yang menyimpang pada pelaku tindakan intoleransi. Penelitian ini menggunakan teori Berger yaitu Konstruksi Sosial. Praktik intoleransi dan konstruksi nilai moral terhadap pemenuhan hak-hak kelompok minoritas dianalisis menggunakan teori Konstruksi Sosial. Praktik intoleransi yang terjadi merupakan hasil dari konstruksi manusia, yang disebabkan oleh interaksi intens individu dengan orang-orang yang mendefinisikan hal-hal menyimpang sebagai suatu hal yang biasa atau bahkan positif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari satu orang perangkat desa dan 2 orang penduduk setempat dan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan praktik intoleransi yang terjadi di desa godean berupa pelarangan pendirian rumah ibadah dan pelarangan kegiatan ibadah dilatar belakangi oleh: pertama, adanya konstruksi nilai moral yang dibentuk oleh lingkungan yang sedikit menyimpang; kedua, masyarakat yang tidak memahami makna dari toleransi; ketiga; berkembangnya sentimen tentang kelompok lain yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Kata Kunci: Intoleransi, Konstruksi, Nilai Moral
PRIMORDIALISME DALAM PRAKTEK DEMOKRASI DI ORGANISASI KEMAHASISWAAN(KONFLIK SOSIAL DALAM PEMIRA BEM UNESA 2020) Haslinda Syafitri; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.832 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p672-688

Abstract

Penelitian ini membahas tentang primordialisme dalam praktek demokrasi di organisasi kemahasiswaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis relasi antara kepentingan primordialisme yang terjadi dengan konflik social pada Pemira BEM Unesa 2020.Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode desain studi kasus yang mengacu pada perspektif teori strukturalisme konflik Ralf Dahrendorf. Pendekatan Informan dalam penelitian ini sejumlah Empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik sosial yang telah terjadi dalam Pemira Badan Eksekutif Mahasiswa Unesa disebabkan enam faktor yaitu : 1) perbedaan kepentigan primordialisme, 2) ideologi Omek, 3) perebutan eksistensi antar kelompok atau indivdu, 4) adanya sebuah aspek laba, 5) distribusi kekuasaan yang terjadi tidak adil dan tidak merata kemudian yang terakhir adalah, 6) adanya suatu fenomena kelompok penguasa yang ingin melanggengkan kekuasaannya. Konflik terjadi menjadi dua bagian yaitu konflik vertikal seta konflik horizontal, konflik vertikal melibatkan antara mahasiswa dengan birokrasi sedangkan konflik horizontal melibatkan antara mahasiswa dengan mahasiswa. Peran dari Ormek menjadi kelompok kepentingan sebagai aktor konflik sosial itu, pada dasarnya dalam Ormek memiliki kepentingan primordialisme yang berbeda tetapi mempunyai orientasi yang sama akibatnya jabatan Presiden BEM Unesa menjadi rebutan banyak Ormek. Latar belakang konflik sosial BEM Unesa yang terjadi juga ditimbulkanoleh adanya pembagian distribusi kekuasaan yang tidak adil dan merata, yang akhirnya membagi dua kelompok yaitu kelompok superordinat serta kelompok subordinat. Dalam kelompok superordinat yaitu kelompok yang mendominasui di tempati oleh Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) kemudian di dalam kelompok subordinat yaitu kelompok yang di dominasi ditempati oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kata Kunci: Kepentingan Primordial, Konflik Sosial, Ormek.
Praktik Toleransi Kehidupan Beragama pada Masyarakat Etnis Tionghoa di Kota Surabaya Diba Sofinadya; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v11n1.p16-31

Abstract

This study was written to provide an overview of the practice of religious tolerance in the Chinese ethnic community in Surabaya by using Berkson's theory, namely the theory of cultural pluralism: mosaic analogy which emphasizes freedom in culture. The method used is a qualitative research method with descriptive research and interview data collection techniques are expected to explain in detail the facts in the field. The informants in this study were 4 people who were the people of the Chinatown area who met the characteristics required by the researcher. The results of the study then prove that the practice of religious tolerance in the ethnic Chinese community in Surabaya has reached a democratic stage marked by various tolerance practices both in the family environment or in the community. The influence of the realization of good Tolerance Practices is inseparable from cultural and ethnic similarities. This practice of tolerance is manifested in the behavior of people who respect each other's religious differences, such as not arguing for a long time if there is a difference of opinion on the religion they profess. On the other hand, the tolerance applied in religion also has a significant impact on the development of society Keywords : tolerance, chinese community, religion.