Yefta Yan Mangoli
Sekolah Tinggi Teologi Efata, Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANAN ROH KUDUS DALAM MUJIZAT BAGI ORANG PERCAYA Yefta Yan Mangoli
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 11, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55087/siap.v11i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran Roh Kudus dalam mujizat bagi orang percaya. Hal ini merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena terdapat beberapa pandangan yang berbeda di dalam kalangan Kristen sendiri berkenaan dengan peran dan karya Roh Kudus dalam fenomena mujizat saat ini. Ada yang menerima mujizat namun ada pula yang menolak sampai pada menolak eksistensi Allah. Mujizat dipandang hanya sebagai fenomena Allah yang biasa terjadi. Mujizat juga dikenal sebagai bentuk dari kuasa Allah yang ditunjukkan melalui orang-orang pilihan-Nya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif hermeneutik, melalui pendekatan analisis deskripsi, karena tujuan yang ingin dicapai untuk mendeskripsikan tentang peran Roh Kudus dalam mujizat bagi orang percaya. Hasil dari kajian yang dilakukan baik melaui Alkitab maupun buku-buku yang berkaitan dengan topik pembahasan bahwa Roh Kudus adalah Allah. Satu Pribadi Ilahi, setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Karya dan Eksistensi Roh Kudus sangat jelas diuraikan dalam Alkitab. Roh Kudus berkarya melalui Tuhan Yesus Kristus dan para rasul untuk meneguhkan setiap pemberitaan Injil melalui mujizat-mujizat yang terjadi. Roh Kudus adalah Roh Penolong yang di dalam diri setiap orang percaya untuk menyatakan kemuliaan Allah ditengah-tengah dunia ini.Kata Kunci: Roh Kudus, Mujizat, Orang Percaya
Karakteristik Hidup Baru dalam Kristus Berdasarkan Perspektif Efesus 4:17-32 Yefta Yan Mangoli
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.015 KB)

Abstract

This study aims to explain the characteristics of the new life in Christ based on Ephesians 4:17-32. This topic is to discuss because there are still many Christians who have never experienced life and have the characteristics of a new life in Christ. The method used in this study is a hermeneutic qualitative method, through strategy description analysis, because the goal to be achieved is the characteristics of a new life in Christ based on Ephesians 4:17-32. The data collection technique used is to collect data through the Bible, books, magazines, web (internet), related to the topic of discussion and data analysis so that researchers can conclude about what is being studied. The result of this research is that every believer must put off a futile life, to be in truth and holiness. This must be a feature and characteristic of a new life that has removed the characteristics of a life that is marked by various useless actions. Thus, people who have received the teachings of the Lord Jesus and experienced the process of living in Christ must imitate the character of Christ and be able to apply and apply the results of his creation as a real change in life through the behavior of daily life. This must be manifest through changes in spiritual, character, attitude, way of thinking, speech and even in all aspects of his actions, both in application with God and with fellow humans.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik hidup baru di dalam Kristus berdasarkan surat Efesus 4:17-32. Hal ini merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena masih banyak orang kristen yang belum mengalami pembaharuan hidup dan memiliki karakteristik hidup baru di dalam Kristus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif hermeneutik, melalui strategi deskripsi analisis, karena tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan karakteristik hidup baru di dalam Kristus berdasarkan surat Efesus 4:17-32. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data melalui Alkitab, buku-buku, majalah, web (internet), yang berkaitan dengan topik pemba-hasan dan menganalisa data-data tersebut sehingga peneliti bisa menyimpulkan tentang masalah yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini ialah bahwa setiap orang percaya harus menanggalkan kehidupan lamanya yang sia-sia, supaya dapat hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Hal ini harus menjadi ciri dan karakteristik hidup baru orang percaya yang telah menanggalkan karakteristik kehidupan lamanya yang ditandai dengan berbagai perbuatan yang sia-sia. Dengan demikian, orang yang telah menerima pengajaran Tuhan Yesus dan mengalami proses pembaharuan hidup di dalam Kristus harus meneladani karakter Kristus, hidup dalam pimpinan Roh Kudus, mampu menerapkan dan mengaplikasikan hasil pembaharuannya sebagai suatu tanda perubahan yang nyata dalam kehidupannya melalui perilaku hidup sehari-hari. Penerapan tersebut harus nyata melalui perubahan rohani, karakter, sikap, cara berpikir, tutur kata bahkan dalam segala aspek tindakannya, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun sesama manusia
Reformulasi Kristologi Monoteistik Berdasarkan Kolose 1:15-20 dalam Menanggapi Tantangan Teologi Sekularisme Yefta Yan Mangoli; Gabriel Nuhk Rembang
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No. 1 (Mei 2025)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to examine the historical records of the Church Fathers that gave rise to Christological issues. In response to heretical interpretations, the study seeks to explore Paul’s declaration concerning Christ as “the firstborn over all creation” in Colossians 1:15–20, and to formulate a monotheistic Christological concept in accordance with the theological message of the text. The research was conducted using a qualitative approach through literature review and textual analysis. It also employed an interpretative method of analyzing New Testament literature, particularly Paul's epistles, in order to capture the original meaning within its historical and theological context. Paul's emphasis on the supremacy of Christ in Colossians 1:15–20 reveals that Christ is not merely part of creation, but is a Divine Person actively involved in creation itself. The phrase “firstborn” is not meant chronologically or literally, but rather as a declaration of Christ’s authority and ontological superiority over all creation. This understanding is consistent with the Christian monotheistic doctrine, which affirms the divinity of Christ as the Son of God and Creator of all things (cf. John 1:3). Thus, this article concludes that the Christology presented in Colossians 1:15–20 is a firm affirmation of the divinity of Christ, standing strong within the framework of Christian monotheism.