John Abraham Christiaan
Mahasiswa Pascasarjana Magister Teologi STT Anugrah Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Orang Percaya Dalam Pelayanan Diakonia Dimasa Pandemi Covid-19 John Abraham Christiaan; Yusup Heri Harianto; Simon Simon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 3, No 1 (2022): MEI- 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v3i1.40

Abstract

 Since the establishment of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) as a pandemic, the Indonesian government must adopt specific policies to prevent and break the chain of the Covid-19 spread. Such policies have significantly but negatively influenced people’s activities, particularly in the economic sector. The most affected class is those having low income or weak economic conditions. This problem is also experienced by many churches and church deacons. In facing this kind of situation, believers who have better economic capacity are required to take an active role by helping and funding the church’s treasury and assisting the church deacons. The results showed that the Covid-19 pandemic greatly affects the people’s economic condition including the declining church fund because all worship activities must be done online. However, one thing that pleases God and humans is that in such a situation, many believers and churches are still willing to serve the community in the deacons’ service tasks. The believers play an active role in funding the church’s treasury, and then the church sets the cash aside for diaconal services to the affected church and non-church community members by providing food, vitamins, and medicines. It is a reflection of the service that God wants. AbstrakSejak ditetapkanya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan untuk mencegah dan memutus matarantai penyebaran Covid19. Dengan adanya kebijakan pemerintah, kegiatan  masyarakat menurun drastis termasuk sektor ekonomi dan yang paling terdampak adalah kondisi perekonomian yang rendah. Kondisi ini juga dialami oleh beberapa gereja dan warga diakonia gereja. Dalam situasi demikian, orang percaya yang memiliki kemampuan ekonomi dituntut untuk berperan aktif melakukan kegiatan dengan membantu mengisi kas jemaat, da membantu dikonia gereja. Dari hasil Penelitian disimpulkan bahwa; masa pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat termasuk menurunya kas gereja karena kegiatan ibadah dilakukan secara online. Sekalipun situasi sulit itu banyak orang percaya dan gereja tergerak untuk melayani masyarakat dalam tugas pelayanan diakonia. Cara-cara yang ditempuh orang percaya adalah berperan aktif mengisi kas gereja, kemudian gereja menyisihkan kas untuk pelayanan diakonia kepada warga gereja, dan warga masyarakat non gereja terdampak dengan turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan bahan makanan, vitamin dan obat-obatan. Hal ini tentu menjadi suatu cermin pelayanan yang dikehendaki Tuhan. Kata Kunci: Diakonia, Pandemi Covid-19. Pelayanan, orang Percaya.
Cermin Kehidupan Umat Kristen dalam Masyarakat Multikultural: Suatu Tinjauan Etika Kristen dan Pengaruhnya Terhadap Pendirian Rumah Ibadah John Abraham Christiaan; Wulan Agung
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.116

Abstract

Freedom of religion and worship is regulated in regulations regarding the establishment of places of worship and is an issue for Christians in areas with a majority of non-Christian religions. This research aims to find and discover the problem points of rejection of places of worship and the conditions for their establishment. The method used is qualitative with data collection through literature study. The results of the research found that several Christian houses of worship and their places of worship were often treated by the majority group as prohibiting worship, making it difficult to obtain approval for the establishment of houses of worship in accordance with applicable regulations. This condition encourages Christians to blend into the environment, carry out activities that are beneficial to local communities, and apply Christian ethical principles in a multicultural society as a form of implementing God's Word. The goal is for the church to be well received in the environment where the church is present. AbstrakKemerdekaan beragama dan beribadat diatur dalam peraturan tentang pendirian rumah ibadat dan menjadi peroalan bagi umat Kristen dilingkungan mayoritas agama Non Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan titik persoalan dari penolakan rumah ibadat serta syarat-syarat pendiriannya. Metode yang digunakan adalah  kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan fakta bahwa beberapa rumah ibadat Kristen serta peribadatannya sering diperlakukan oleh kelompok mayoritas melakukan  pelarangan beribadat sampai dengan sulitnya untuk mendapatkan persetujuan pendirian rumah ibadat sebagaimana peraturan yang berlaku. Kondisi ini mendorong umat Kristen untuk berbaur dengan lingkungan, melakukan kegiatan bermanfaat masyarakat lokal, dan menerapkan prinsip-prinsip etika Kristen ditengah masyarakat yang multikultural  sebagai wujud pelaksanaan Firman Tuhan. Tujuannya agar gereja dapat diterima dengan baik dilingkungan di mana gereja hadir.Kata Kunci: Pendirian gereja, Etika Kristen, Masyarakat Multikultural