Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kegunaan, Kesiapan Teknologi Informasi, serta keamanan dan Kerahasiaan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi dalam Penggunaan E-Filing Deviana Eka Ramayanti; Khusnatul Zulfa Wafirotin; Arif Hartono
JAPP: JURNAL AKUNTANSI, PERPAJAKAN DAN PORTOFOLIO Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/japp.v1i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan, kegunaan, kesiapan teknologi informasi, serta keamanan dan kerahasiaan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi dalam penggunaan e-filing di Kabupaten Ponorogo. Populasi penelitian adalah seluruh aparatur sipil negara di wilayah Kementrian Agama Kabupaten Ponorogo yang terdaftar sebagai wajib pajak pribadi sebanyak 742 orang, dan dihtung menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 260 orang. Metode analisis data secara kuantitatif menggunakan uji validitas dan relibilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinieritas, dan heterokedasitas), serta uji hipotesis (regresi linier berganda, uji T, dan uji F) dengan menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan persepsi keamanan dan kerahasiaan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi dalam penggunaan e-filing. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi kesiapan teknologi informasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi dalam penggunaan e-filing. Wajib pajak belum siap secara tekologi informasi dalam membayar pajak pribadi menggunakan e-filing. Sedangkan persepsi kemudahan, kegunaan, kesiapan teknologi informasi, serta keamanan dan kerahasiaan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi dalam penggunaan e-filing di Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan nilai determinasi R2 persepsi kemudahan, kegunaan, kesiapan teknologi informasi, serta keamanan dan kerahasiaan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak pribadi dalam penggunaan e-filing sebesar 31,2%. Kata Kunci:Persepsi Kemudahan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kesiapan Teknologi Informasi, Persepsi Keamanan dan Kerahasiaan,  Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi, Penggunaan E-Filing
Pengaruh Kecukupan Modal dan Penyaluran Kredit Terhadap Profitabilitas dengan Rasio Kredit Bermasalah Sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Alfi Agustin Puspita Dewi; Arif Hartono; Ika Farida Ulfah
Journal of Islamic Banking Vol. 2 No. 2 (2021): Journal of Islamic Banking
Publisher : Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Al Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of capital adequacy and lending on profitability with the ratio of non-performing loans as a moderating variable. This study was conducted on conventional banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2020 period using purposive sampling with several criteria. The number of samples selected were 12 banks with a period of 3 years so that the number of samples was 36 observations. The data analysis technique is Moderated Regression Analysis. The results showed that capital adequacy had no significant effect on profitability. This means that when a bank has large capital but cannot use its capital effectively in order to make a profit, it results in large capital not being able to generate high profitability. Credit distribution has no significant effect on profitability. This shows that the higher the LDR level, the worse the bank's liquidity status, because placements on credit are also financed from third party funds. The high LDR allows banks to refuse to provide loans or in other words banks will limit lending. Non-performing loans are unable to moderate the relationship between capital adequacy and profitability. This means that the increase in NPL is due to an increase in non-performing loans to total loans owned by banks. Banks need to provide adequate capital to cover risks arising from lending. Non-performing loans are not able to moderate the relationship between lending to profitability. An unhealthy LDR level indicates that the amount of credit disbursed exceeds funds from third parties.
Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) pada Perusahaan Subsektor Konstruksi Berat dan Teknik Sipil yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Ulul Az’mi; Dwiati Marsiwi; Arif Hartono
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1950

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengukuran kinerja keuangan berbasis penciptaan nilai pada perusahaan subsektor konstruksi berat dan teknik sipil yang memiliki karakteristik padat modal dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri atas 29 perusahaan subsektor konstruksi berat dan teknik sipil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dan diperoleh 8 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen penelitian berupa laporan keuangan tahunan dan data pasar saham yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan EVA dan MVA serta analisis deskriptif terhadap hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh perusahaan memiliki rata-rata EVA positif dan satu perusahaan memiliki rata-rata EVA negatif. Pada pengukuran MVA, satu perusahaan memiliki rata-rata MVA positif dan tujuh perusahaan memiliki rata-rata MVA negatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara internal, namun belum mampu meningkatkan nilai pasar secara optimal sehingga terdapat ketidaksesuaian antara kinerja internal perusahaan dan penilaian pasar.