Pendahuluan: Polivinil siloksan (PVS) adalah bahan cetak elastomer yang sering digunakan di kedokteran gigi. Namun, lingkungan kerja dokter gigi terutama dalam hal pencetakan sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi silang bakteri patogen. Oleh karena itu ANSI/ADA menganjurkan desinfeksi pada bahan cetak. Desinfektan kimiawi yang sering digunakan adalah sodium hipoklorit, dan bahan tradisional yang dapat digunakan sebagai desinfektan salah satunya adalah buah mengkudu. Salah satu teknik desinfeksi yang efektif adalah teknik penyemprotan, dimana teknik ini lebih disarankan untuk mengurangi resiko perubahan dimensi model kerja. Metode: Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyemprotan ekstrak buah mengkudu dan sodium hipoklorit pada cetakan PVS terhadap stabilitas dimensi model kerja. Sampel penelitian ini adalah hasil cetakan PVS yang telah diisi gips tipe IV yang diperoleh dari pencetakan model induk stainless steel berbentuk 2 mahkota yang dipreparasi dengan ukuran tinggi/oklusogingival 8,02 mm, diameter/bukolingual 6,33 mm, jarak antara 2 abutment/interpreparasi 28,25 mm. Jumlah sampel sebanyak 30 buah untuk 3 kelompok perlakuan, cetakan diisi dengan gips setelah 30 menit penyemprotan, masing-masing berjumlah 10 buah. Sampel diukur menggunakan kaliper digital kemudian dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyemprotan cetakan PVS denganekstrak buah mengkudu 5% dan sodium hipoklorit 0,5% terhadap stabilitas dimensi model kerja dengan nilai p= 0,0001 (p<0,05), namun persentase perubahan dimensi yang dihasilkan masih dalam batas yang dapat ditolerir (<0,5%). Simpulan: Ekstrak buah mengkudu 5% dan sodium hipoklorit 0,5% masih dapat dijadikan bahan desinfektan padabahan cetak PVS walaupun menghasilkan perubahan pada stabilitas dimensi, karena perubahan yang dihasilkan masih dalam batas yang dapat ditolerir (<0,5%).