Musa Marengke
IAIN TERNATE

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU Musa Marengke
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 2 (2019): FORAMADIAHI VOL 11. NO 2. EDISI DESEMBER 19
Publisher : IAIN Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.19 KB) | DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i2.227

Abstract

Fungsi dan peran guru Guru dalam proses pendidikan dan pengajaran sangat besar yang turut berpengaruh terhadap tingkat kualitas pendidikan di Inonesia. Guru kemudian dipersiapkan sebagai agen pembawa perubahan dan kemajuan pendidikan. Setiap perubahan sistem pendidikan atau terjadi perubahan paradigma pendidikan selalu dikaitkan dengan bagaimana penataan kompetensi guru, kompetensi guru berkaitan dengan aksi-aksi pendidkikan ditingkat konsep dan prasis operasional. Akan tetapi kompetensi guru sering menjadi permasalahan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Rendahnya kualitas guru telah menjadi agenda pemerintah untuk meningkatkan standar-standar kompetensi guru dari waktu-kewaktu
PERSEPSI KONSEPTUALITAS PERAKITAN BUTIR SOAL Musa Marengke
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 10, No 2 (2018): FORAMADIAHI VOL.10 NO 2.EDISI Desember 2018
Publisher : IAIN Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.794 KB) | DOI: 10.46339/foramadiahi.v10i2.122

Abstract

Tes pengembangan pada dasarnya harus membuat dua keputusan, yaitu apa yang diukur dan bagaimana mengukurnya. Perakitan item yang berkaitan dengan keputusan kedua. Jika seorang guru bekerja berdasarkan item spesifikasi, maka dengan sendirinya struktur dan format gandum harus ditetapkan. Tetapi jika guru tidak berdasarkan spesifikasi item, perlu untuk menetapkan format jika item yang harus diikuti sebelum butir mulai menulis tahap. Di sinilah keahlian dan ketelitian yang dibutuhkan guru. Guru perlu mengetahui prosedur mengumpulkan barang, baik secara konseptual maupun teknis-operasional. Secara konseptual, tahapan masalah perakitan telah menawarkan ide tentang bagaimana mengukur tingkat kesulitan, tingkat daya yang berbeda, tentang validitas dan reliabilitas. Prosedur ini perlu dianalisis dalam esai ini dengan menganalisis konsep-konsep tentang teori item. Hal ini dapat dianalisis dengan kacamata-deskriptif kualitatif dan kuantitatif-matematis. Pikiran bermaksud menganalisis masalah dan menetapkan posisi materi pada setiap kriteria. Masalah yang memenuhi syarat salah satunya dapat diukur dari elemen representasi dari semua kompetensi prikomotoriknya. Selain itu, pertanyaan harus valid dan dapat dipercaya, yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas tertentu. Makalah ini bertujuan untuk memeriksa prosedur perakitan Anda dalam masalah persepsi konseptualitas. Maka artikel ini akan memeriksa item dalam persepsi penggunaan item, masalah kualitas dan langkah-langkah perakitan dan analisis.