Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURJANNAH NURJANNAH; NURHAYATI ODE ACI
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 1 (2019): FORAMADIAHI VOL.11 NO 1.EDISI JUNI 2019
Publisher : IAIN Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.374 KB) | DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i1.144

Abstract

Pendidikan agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah meliputi Sejarah Kebudayaan Islam, Al quran Hadits, Aqidah Akhlak, dan Fiqih, masing-masing pelajaran tersebut saling terkait dan saling melengkapi. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan bagian dari mata pelajaran agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah yang dimaksudkan untuk memberikan motivasi, membimbing, mengarahkan, pemahaman, mengembangkan kemampuan dasar dan menghayati sejarah dan isi yang terkandung dalam Al qur’an dan Hadits yang diharapkan dapat diwujudan dalam perilaku yang memancarkan iman dan takwa kepada Allah SWT sesuai dengan ketentuan al Qur’an dan Hadits.Seperti mata pelajaran yang lain, Sejarah Kebudayaan Islam mengembangkan misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
MENEMUKAN NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM NURJANNAH NURJANNAH
AL-TADABBUR Vol 2, No 1 (2016): Al-Tadabbur
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.734 KB)

Abstract

Pembelajaran Sejarah kebudayaan Islam di Madrasah sebagai bagian yang integral dari Pendidikan Agama. Memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan watak dan kepribadian anak. Tetapi secara substansial mata pelajaran Sejarah kebudayaan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada anak untuk mempraktekkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah kebudayaan Islam diMadrasah tidak hanya berisi kompetensi kognitif semata, tetapi lebih dari itu yang sangat mendasar adalah terletak pada kemampuan menggali nilai, makna, aksioma, ibrah/hikmah, dalil dan teori dari fakta sejarah yang ada.