Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BINT AL-SYATHI’DAN METODE PENAFSIRANNYA (Studi Atas Kitab Tafsir al-Bayani Li al-Qurán al-Karim) Muhammad Wardah
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 10, No 2 (2018): FORAMADIAHI VOL.10 NO 2.EDISI Desember 2018
Publisher : IAIN Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.853 KB) | DOI: 10.46339/foramadiahi.v10i2.124

Abstract

Abstrak: Bint al-Syathi’ adalah salah seorang mufassir wanita kontemporer yang berhasil mengukuhkan dirinya lantaran studinya mengenai sastra dan tafsir Al-Qur’an. Ia termasuk penulis yang produktif dan telah melahirkan beberapa tulisan dalam berbagai tema. Dalam bidang kajian tafsir tersebut telah memjadi perbincangan hangat di kalangan pengkaji tafsir modern dan dari kitab tafsirnya itu juga, dapat dilihat gambaran tentang metode dan sikapnya sebagai seorang mufassir wanita kontemporer dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Interpretasi Skriptualis Agama Dalam Konteks Radikalisme Islam (Langkah Moderasi Islam Pada Konten Pendidikan Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan) Muhammad Wardah
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.948

Abstract

Penelitian ini menelaah pemahaman agama para guru dan santri Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan dalam konteks radikalisme Islam dan penerapan pola pendidikan moderasi Islam pada Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan sebagai langkah untuk meng-counter aksi radikalisme dari internal maupun eksternal. Metode penelitian yang akan digunakan dalam mengeksplorasi tentang pemahaman keagamaan guru dan santri Pondok PesantrenKharisul Khairaat Tidore Kepulauan berjenis penelitian lapangan (field research). Poin penting dalam penelitian inimerujuk pada bagaimana pemahaman guru dan santri Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan tentang radikalisme Islam dan Islam Moderat. Penelitian ini mendapati hasil bahwa pandangan keagamaan dipengaruhi sumber ajaran, penafsiran, dan konteks yang ada di sekitarnya. Karena itu, paham keagamaan radikal dapat diukur dari seberapa literal dan keras seseorang atau kelompok dalam memahami agama dalam konteks sosial, politik, dan agama. Paham keagamaan pengasuh atau guru dan siswa dalam penelitian ini diukur dari pandangan mereka tentang jihad, hubungan dengan non-Muslim, dan syariat Islam, sehingga program pemerintah dalam bingkai moderasi Islam, dapat diambil sebagai role of model dalam lingkungan pesantren sehingga para santri dapat ikut berpartisipasi dalam langkah deradikalisasi, bukan ikut terjebak pada jalan radikalisme Islam, bahkan menganggap moderasi Islam sebagai bagian dari radikalisme Islam.