Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA MASYARAKAT PESISIR DI APUI RT 06 KELURAHAN AMPERA KECAMATAN KOTA MASOHI Siti Fatimah Tuharea; Abuzar Wakano; Ratna Sari Rumakey
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.943 KB) | DOI: 10.32695/jkit.v1i1.234

Abstract

Background: Scabies is a skin iritation caused by the Sarcoptes Scabies varitashominis lice which causes scabies sufferers to generally feel uncomfortable and itch . Scabies occurs due to several factors, one of which is personal hygiene. Objective: This study aims to determine the relationship between personal hygiene and the incidence of scabies in coastal communities in Apui RT 06, Ampera Village, Masohi City. Methods: This study used a descriptive analytic method with cross sectional approach. The population is 121 people. The sample in this study amounted to 55 people with purposive sampling technique. Collecting data using observation sheets and questionnaires. Data analysis used Chi-square statistical test using SPSS with a significance level of α = 0.05. Result: There were 37 (67.3%) bad personal hygiene, while 18 (32.7%) had good personal hygiene. 15 (27,3%) did not experience scabies, while 40 (72,7%) had scabies. Conclusion: From the results of the statistical test used the Chi-square test, it was found that the p-value = 0.000 <a = 0.05.
Penghambat Peran Komite Keperawatan dalam Tata Kelola Klinis Inyalebe Talaohu; Ratna Sari Rumakey; Irhamdi Ahmad
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Komite Keperawatan merupakan organ non-struktural di rumah sakit yang memiliki peran strategis dalam menjamin dan mengawal profesionalisme praktik keperawatan agar selaras dengan standar kompetensi dan jenjang kewenangan klinis perawat. Komite Keperawatan terdiri atas tiga subkomite, yaitu subkomite kredensial, subkomite mutu, serta subkomite etika dan disiplin, yang secara kolektif berfungsi mendukung penerapan tata kelola klinis (clinical governance). Rumah sakit dituntut memiliki kebijakan yang jelas serta sumber daya manusia yang berpengetahuan dan kompeten guna menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, dalam implementasinya, peran Komite Keperawatan seringkali menghadapi berbagai kendala yang berpotensi menghambat optimalisasi tata kelola klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, kebijakan, dan sumber daya manusia dengan peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,017 untuk faktor pengetahuan, 0,511 untuk faktor sumber daya manusia, dan 0,000 untuk faktor kebijakan. Berdasarkan derajat kemaknaan (p-value < 0,05), faktor pengetahuan dan kebijakan terbukti berhubungan secara signifikan sebagai faktor penghambat peran Komite Keperawatan, sedangkan faktor sumber daya manusia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Simpulan: Faktor pengetahuan dan kebijakan merupakan hambatan utama dalam optimalisasi peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole, sementara faktor sumber daya manusia tidak terbukti sebagai faktor penghambat. Penguatan kebijakan serta peningkatan pengetahuan terkait fungsi dan peran Komite Keperawatan menjadi langkah strategis dalam mendukung penerapan tata kelola klinis yang efektif.