A. Yulansari Makatika
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bumi Hijrah Tidore

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Insomnia pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Himo-himo Ternate Hary Chandra; A. Yulansari Makatika
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7102

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yg ditandai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur,.merasa tidak fresh ketika bangun.pagi dan mengalami.kualitas.tidur buruk. Insomnia ialah gangguan tidur yang paling sering. ditemukan. Setiap tahun diperkirakan kurang lebih 20%-50% orang dewasa melaporkan adanya insomnia. dan.kurang lebih tujuh.belas persen mengalami insomnia. yang berfokus. Prevalensi insomnia. pada lansia relatif tinggi yaitu kurang lebih. Enam puluh tujuh persen. Meskipun. demikian, hanya.satu dari delapan masalah yg menyatakan bahwa gangguan tidurnya sudah didiagnosis oleh dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kenyamanan kamar tidur, kecemasan, dan aktivitas senggang malam hari dengan insomnia pada lansia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar dan menghuni Panti Sosial Tresna Werda Himo-himo Ternate, atau dengan cara penarikan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian ini didapat dari hasil uji Chi Square, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kenyamanan kamar tidur dengan insomnia pada lansia (p = 0,70), terdapat hubungan antara kecemasan dengan insomnia pada lansia (p = 0,03), dan tidak ada hubungan antara aktivitas senggang malam hari dengan insomnia pada lansia (p = 0,98). Lansia adalah .sekelompok masyarakat dengan umur senja yang juga memerlukan perhatian khusus, sehingga mereka juga membutuhkan. orang-orang disekitarnya yang benar-benar memahami mereka agar dapat memenuhi kebutuhan mereka baik kebutuhan. primer maupun sekunder sehingga kondisi fisik dan dan mental mereka terjaga serta memungkinkan mereka terhindar dari gangguan kesehatan khususnya Insomnia. Kata kunci: insomnia; lansia; faktor risiko