Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Aryanti Wardiah; Rahma Elliya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.382 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.288

Abstract

Jurnal Kesehatan Holistik (The Journal of Holistic Healthcare), Volume 10, No.4, Oktober 2016:1-443PENGARUH PEMBERIANMasa bersalin merupakan periode kritis bagi seorang ibu hamil. Sectiocaesaria adalah persalinan buatan untuk ibu hamil dengan indikasi tertentu. Ancaman dari resiko, morbiditas, mortalitas, komplikasi, efek samping membuat klien mengalami kecemasan ketika harus menjalani Sectio Caesaria. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh pemberian terapi spiritual terhadap ansietas pada klien intra operatif Sectio Caesarea di RSIA Restu Bunda Kota Bandar Lampung Tahun 2016.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien intra operasi Sectio Caesarea pada Januari 2016 berjumlah 45 orang. Sampel sama dengan jumlah populasi. Analisis bivariat menggunakan uji t (beda dua mean dependent/paired sample).Hasil penelitian menyatakan ansietas klien intra operatif Sectio Caesarea sebelum dilakukan terapi spiritual di RSIA Restu Bunda Kota Bandar Lampung Tahun 2015 nilai minimum adalah 16, nilai maksimum 41 dan rata-rata 28,20. Ansietas klien intra operatif Sectio Caesarea sesudah dilakukan terapi spiritual di RSIA Restu Bunda Kota Bandar Lampung tahun 2015 terendah adalah 15 dan tertinggi adalah 41 dengan rata-rata 20,51. Terdapat pengaruh pemberian terapi spiritual dengan tingkat ansietas pada klien intra operatif Sectio Caesarea (p value 0,000). Saran yang diajukan peneliti adalah memasukan terapi spiritual dalam bagian SOP Sectio Caesare.
Hubungan Kesiapsiagaan Ibu Dengan Upaya Mencegah Keracunan Pada Anak SDN 2 Campang Raya Bandar Lampung Aurel Veny Marshanda; Aryanti Wardiah; Rilyani Rilyani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1604

Abstract

Pendahuluan: Keracunan makanan merupakan masalah kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 70% dari 1,5 miliar kasus foodborne disease berkaitan dengan pangan terkontaminasi dan menyebabkan jutaan kasus diare serta sekitar tiga juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan meningkat dari 70 kejadian dengan 3.130 kasus pada 2021 menjadi 198 kejadian dengan 7.003 kasus hingga September 2024. Kasus terbanyak terjadi pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui hubungan kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak di SDN 2 Campang Raya Kota Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan survei analitik. Populasi sekaligus sampel sebanyak 82 ibu yang memiliki anak kelas 1–3. Hasil: Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (84,1%), berpendidikan SMA (67,1%), tidak bekerja/IRT (59,8%), dan memiliki dua anak (41,5%). Sebagian besar memiliki kesiapsiagaan (62,2%) dan upaya pencegahan (52,4%) yang kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak (p=0,000; OR=8,229). Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak, dengan lebih dari 50% ibu masih memiliki kesiapsiagaan dan upaya pencegahan yang kurang baik.