Abstrak Latar Belakang: Pemeriksaan payudara sendiri atau yang biasa disebut SADARI dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker lebih dini, untuk prognosis yang lebih baik. Berdasarkan data Globocan 2021, di Indonesia kasus kanker payudara di usia 20-24 tahun sebanyak 430 kasus, selain itu dari penelitian sebelumnya diperoleh informasi bahwa terdapat tiga mahasiswi positif tumor payudara/mammae carcinoma dan telah didiagnosis oleh tenaga Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, keterpaparan Informasi, dukungan teman sebaya dengan praktik SADARI pada mahasiswi Universitas Jambi. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif melalui pendekatan Cross Sectional, dengan jumlah sampel 94 terdiri dari tujuh fakultas Universitas Jambi yang dipilih menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online (google form). Pengolahan data berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil: Praktik SADARI kurang pada mahasiswi Universitas Jambi sebesar 52,1%. Terdapat hubungan antara sikap (p value = 0,000), keterpaparan informasi (p value = 0,002) dengan praktik SADARI, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,447), dukungan teman sebaya (p value = 0,772) dengan praktik SADARI. Kesimpulan: Terdapat hubungan sikap, keterpaparan informasi terhadap Praktik SADARI Mahasiswi Universitas Jambi. Sedangkan tidak terdapat hubungan pengetahuan, dukungan teman sebaya dengan praktik SADARI Mahasiswi Universitas Jambi. Pihak kampus hendaknya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dalam membuat kegiatan berupa penyuluhan, seminar, atau diskusi ilmiah terkait pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan praktik SADARI atau memberikan fasilitas kesehatan berupa media terkait kesehatan khususnya deteksi dini kanker payudara. Kata kunci: Praktik; Sikap; Informasi; SADARI.