Riana Susanti
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH INTERAKTIF ANTARA FAKTOR INDIVIDUAL DAN KONDISI INSTITUSIONAL TERHADAP ENTREPRENEURIAL ENGAGEMENT Riana Susanti; Askardiya Radmoyo Adji
Jurnal Pengembangan Wiraswasta Vol 21, No 2 (2019): JPW Edisi Agustus 2019
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.629 KB) | DOI: 10.33370/jpw.v21i2.324

Abstract

The purpose of this study is to investigate the direct influence of individual factors including individuals’ income and individual education levels on entrepreneurial engagement, as well as the influence of institutional conditions, including government policy and universities supports on the relationship between individual factors and individuals’ entrepreneurial engagement. Cross sectional study was used to test the research hypotheses. The data was collected through questionnaires which were distributed to Members of Indonesian Chamber of Commerce and Industry in Jakarta where the industries and investment activities are centralized. A random sample of 345 members was used to collect the data. The response rate was 91%. The results show a significant positive direct effect of individual factors on the entrepreneurial engagement. Institutional conditions, including government policy and universities supports, have a positive effect on the relationship between individual factors and entrepreneurial engagement. This research is useful for prospective entrepreneurs in Indonesia so that they can utilize the resources they have in the entrepreneurial engagement process. Likewise it will help the institutional parties that influence the process of entrepreneurial engagement in creating entrepreneurial atmosphere and culture. Keywords: Individual Factors, Institutional Conditions, Entrepreneurial Engagement, Entrepreneurship in Indonesia Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menyelidiki pengaruh langsung faktor individual, meliputi tingkat pendapatan dan pendidikan individu terhadap entrepreneurial engagement, termasuk pengaruh kondisi institusional, meliputi kebijakan pemerintah dan dukungan universitas, terhadap hubungan antara faktor individual dan entrepreneurial engagement. Studi cross sectional digunakan untuk menguji hipotesis. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada anggota Kadin Jakarta dimana kegiatan industri dan investasi terpusat. Sampel acak sebanyak 345 anggota digunakan untuk mengumpulkan data. Tingkat respon sebanyak 91%. Hasil menunjukkan pengaruh langsung faktor individual signifikan positif terhadap entrepreneurial engagement. Kondisi institusional, meliputi kebijakan pemerintah dan dukungan universitas berpengaruh positif dalam hubungan antara faktor individual dan entrepreneurial engagement. Penelitian ini berguna untuk calon wirausaha di Indonesia sehingga mereka dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dalam proses entrepreneurial engagement. Begitu juga akan membantu pihak insitusional yang mempengaruhi proses entrepreneurial engagement dalam penciptaan suasana dan budaya kewirausahaan. Kata Kunci: Faktor Individual, Kondisi Institusional, Entrepreneurial Engagement, Kewirausahaan di Indonesia
ANALISIS PERAMALAN IHSG DENGAN TIME SERIES MODELING ARIMA Riana Susanti; Askardiya Radmoyo Adji
Jurnal Manajemen Kewirausahaan Vol 17, No 1 (2020): JMK EDISI JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonimi IPWI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33370/jmk.v17i1.393

Abstract

ABSTRAK Prediksi harga saham merupakan hal yang selalu menarik minat investor dan pemangku kepentingan lain terhadap pasar saham. Dalam perdagangan saham, pergerakan IHSG yang akan datang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengambilan keputusan pelaku investasi. Penelitian ini bertujuan menguji model time series Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk memprediksi IHSG di Bursa Efek Indonesia. ARIMA adalah model untuk menghasilkan perkiraan dari data historis. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari IHSG harian dari 2 Januari 2017 sampai 3 Januari 2018. Data diperoleh dari laporan bulanan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia. Hasil prediksi menunjukkan bahwa model ini cukup akurat untuk peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA yang memiliki kinerja terbaik untuk memprediksi IHSG, yaitu model ARIMA (7,3,1) Kata Kunci: Prediksi harga saham, IHSG, Time Series, ARIMA