Kasieli Zebua
Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebuah Refleksi Misi Berdasarkan Pemikiran Abraham Kuyper Kasieli Zebua; Melianus Hura
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.6 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.20

Abstract

Abraham Kuyper merupakan seorang tokoh gereja Reform yang berkebangsaan Belanda. Pemikiran teologinya telah memberikan pengaruh besar pada jamannya bahkan hingga saat ini, pemikirannya masih terus dilestarikan dalam gereja Tuhan. Etika mandat kultural merupakan upaya dalam merealisasikan bahwa Kristus adalah Raja segala bidang kehidupan. Gereja Tuhan harus mempersembahkan segala sesuatu kepada Allah dalam Kristus Yesus. Yesus adalah Anak Allah yang kekal dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, yakni analisis historis-teologis dan teks Alkitab, artikel ini berupaya memaparkan pemikiran dan pemahaman dari Kuyper yang meliputi: Kristus, Anugerah Umum (Common Grace), Gereja dan Politik dengan harapan dapat memberikan implikasi pada gereja di Indonesia dalam menjalankan misi. Sehingga gereja menjadi terang dan garam dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam bidang sosial, budaya, seni, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, kerohanian, dan sebagainya bagi kemuliaan Kristus.
Tinjauan Biblika Mengenai Perkawinan Poligami: Studi Kasus Pernikahan Abraham Dengan Hagar Dalam Kejadian 16:1-16 Dwiyono Dwiyono; Kasieli Zebua
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.5 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.21

Abstract

Artikel ini ditulis untuk melakukan tinjauan biblika terhadap masalah perkawinan poligami. Kejadian 16:1-16 merupakan narasi tentang perkawinan Abraham dengan Hagar, budak Sara. Namun kisah ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai dasar pembenaran bagi pernikahan poligami. Kegiatan penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian kualitatif dengan metode Hermeunetik yaitu penafsiran terhadap teks Alkitab yang sedang dibahas. Melalui penelitian ini didapati bahwa pernikahan Abraham dan Hagar adalah murni atas inisiatif Sara bukan atas perintah Allah. Allah tidak merancang pernikahan poligami, jadi ini tidak dapat dijadikan pembenaran bagi pernikahan poligami. Sebab fakta menunjukkan bahwa pernikahan poligami menimbulkan konflik yang besar dalam keluarga Abraham dan Sara. Kehadiran Hagar dan kemudian Ismael telah menimbulkan berbagai problem hingga mereka diusir menjadi pengembara di padang gurun Bersyeba.