Wahyu Wuryanti
Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Jalan Panyawungan Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung 40393

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model Matematis Penentuan Interval Profit yang Wajar untuk Pelaksanaan Proyek Konstruksi Wibowo, Andreas; Wuryanti, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.135 KB)

Abstract

Abstrak. Menentukan profit yang wajar masih menjadi salah satu isu penting dalam industri konstruksi, khususnya untuk proyek-proyek pemerintah. Namun sayangnya Keppres No. 80 tahun 2003 yang mengatur pengadaan proyekproyek publik pun tidak mendefinisikan secara spesifik kewajaran profit. Tulisan ini mempresentasikan pengembangan model penentuan rentang profit yang wajar berdasarkan karakteristik proyek yang teridentifikasi. Model-model dibangun berdasarkan respon kualitatif dan kuantitatif dari responden yang diperoleh dari distribusi kuesioner yang dikirimkan melalui pos. Teknik statistik yang digunakan dalam studi ini adalah analisis conjoint dan regresi ordinal yang saling melengkapi satu sama lain. Tingkat kewajaran rentang profit diterjemahkan kemudian dalam bentuk skor skala 0-100 dengan 0 adalah sama sekali tidak wajar dan 100 sangat wajar dan nilai 70 ditetapkan sebagai ambang minimum untuk membedakan proyek yang profitnya wajar dengan yang tidak wajar. Model matematis lain untuk menentukan rentang profit yang lebih wajar untuk proyek-proyek dengan skor rendah juga diberikan dalam tulisan ini. Abstract. Determining fair profits has become one of the substantial issues in recent construction industry settings, especially for government-funded projects. Unfortunately, the Presidential Decree No. 80 of 2003 that regulates public procurement does not specifically define what a fair profit is. This paper presents the development of mathematical models to evaluate the fairness of profit intervals of projects given their identified characteristics. The models were built upon qualitative and quantitative responses of respondents solicited via mailed-out questionnaires. The statistical techniques employed for this study includes the conjoint analysis and ordinal regression that mutually complement. The fairness of project under evaluation is translated into a score on a 0-100 scale with 0 being perfectly unfair and 100 being perfectly fair and 70 serving as the cut-off level to dichotomize fairly and unfairly profited projects. Another mathematical model to recommend more reasonable profit intervals for low-scored projects is also presented in this paper.
Penginterpretasian Hasil Inspeksi Keandalan Bangunan Gedung Wuryanti, Wahyu; Suhedi, Fefen
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.74-87

Abstract

Pemeriksaan keandalan bangunan  gedung  wajib  dilaksanakan untuk  seluruh  bangunan  gedung  sesuai peraturan perUndang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan keandalan bangunan gedung dilakukan untuk empat kriteria: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K). Hasil pemeriksaan harus dapat ditampilkan dengan cara yang memudahkan pengambil keputusan membuat kesimpulan. Kondisi andal untuk seluruh kriteria mungkin sulit dicapai karena alasan kebutuhan dan kemampuan pemilik gedung. Penulis mengusulkan sebuah model penilaian terhadap hasil pemeriksaan keandalan bangunan gedung dengan menggabungkan dua metoda. Metoda dikotomi untuk penilaian kriteria keselamatan dan metoda skor untuk ketiga kriteria lainnya. Tulisan ini menyampaikan model penilaian metoda skor dengan bobot kepentingan dianalisis dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP). Bobot kepentingan kriteria atau subkriteria ditentukan untuk fungsi gedung kantor, mall, dan hotel. Bangunan disebut andal bila memenuhi dua persyaratan penilaian, (1) memenuhi seluruh kriteria keselamatan diberi skor P, dan (2) skor kriteria kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan, Ss, Sn, Sm lebih besar dari 60.  Hasil analisis AHP pada level kriteria diperoleh bobot tertinggi rata-rata 51% untuk kriteria kenyamanan, disusul kriteria kesehatan 29% dan terakhir kriteria kemudahan dengan bobot 20%. Bobot level subkriteria menghasilkan bobot absolut dengan peringkat tertinggi untuk gedung fungsi kantor dan hotel pada subkriteria kenyamanan udara di dalam gedung sebesar 20%, sedangkan untuk fungsi mall diberikan pada subkriteria kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang sebesar 20%.
Keputusan Multikriteria dalam Menilai Konstruksi Rumah Tinggal terhadap Lingkungan Wuryanti, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2012.7.66-75

Abstract

Selama ini dalam penilaian rancangan rumah masih mengedepankan pendekatan konvensional seperti aspek ekonomi dan aspek teknis. Sementara itu isu lingkungan yang seharusnya juga dipertimbangkan sebagai fenomena global belum disentuh. Ketika kebutuhan rumah tinggal masih tinggi di Indonesia, industri konstruksi akan menjadi penyebab terbesar polusi lingkungan. Keputusan penggunaan teknologi konstruksi dan bahan bangunan sepatutnya telah mempertimbangkan beberapa aspek termasuk aspek lingkungan. Tulisan ini menyajikan penilaian multikriteria terhadap empat altern atif rancangan konstruksi rumah tinggal. Metodologi penelitian menggunakan teknik analisis keputusan multikriteria yakni metoda simple additive weighting dan metoda multiplicative exponential weighting. Hasil studi menunjukkan bahwa konstruksi rumah yang menggunakan rangka beton bertulang dengan dinding panel dan penutup atap asbes mendapatkan skor tertinggi berarti merupakan pilihan terbaik dalam evaluasi. Namun untuk pengembangan produksi rumah massal hasil evaluasi ini perlu disikapi dengan bijaksana karena produk asbes berbahaya bagi kesehatan.
Perilaku Rangka Struktur Baja Konstruksi Bangunan Sederhana Terhadap Uji Monotonik Simulasi Beban Gempa Wuryanti, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.328-338

Abstract

Struktur rangka baja merupakan salah satu tipe yang dituangkan dalam pedoman pembangunan bangunan sederhana tahan gempa, walaupun dalam penggunaannya lebih banyak dimanfaatkan untuk bengkel, gudang dan fungsi usaha lainnya. Padahal sebagai konstruksi prefabrikasi, penggunaan jenis struktur ini memiliki beberapa keuntungan seperti kepraktisan dan kecepatan dalam pelaksanaan konstruksi serta kualitas bahan yang terkontrol. Hal itulah pada akhir-akhir ini penggunaan bahan bangunan berbasis material baja mulai diminati dan dicari inovasi untuk konstruksi rumah. Dalam tulisan ini akan menguraikan hasil kajian eksperimental sistem struktur baja sebagai pemikul beban lateral. Pengujian menggunakan empat buah spesimen portal baja dua dimensi  dengan model portal berbeda sesuai dengan model rangka yang banyak digunakan, yaitu (1) portal terbuka, (2) portal dengan bresing, (3) portal terbuka dengan dinding pengisa tanpa pengait geser antara kolom dan dinding dan (4) portal terbuka dengan dinding pengisi yang menggunakan pengait geser. Pembebanan menggunakan metoda beban statik monotonik untuk mengetahui kapasitas struktur memikul beban lateral.
Kapasitas Rangka Atap Baja Canai Dingin Dengan Berbagai Model Geometris Dalam Memikul Beban Statis Wuryanti, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.90-103

Abstract

Tulisan ini menyampaikan kajian eksperimen mengenai perilaku rangka batang baja canai dingin untuk konstruksi atap (kuda-kuda). Sebanyak enam rangka atap skala penuh telah diuji. Tujuan penelitian untuk mengukur kapasitas beban maksimum dan perilaku beban-deformasi. Kajian ini juga untuk mengkaji model kegagalan rangka atap  terhadap kapasitas beban vertikal. Manfaat penelitian ini untuk memberi informasi perbedaan faktual kinerja rangka atap meski didesain untuk tujuan yang sama. Setiap rangka atap didesain untuk bentuk atap pelana dengan bentang, sudut kemiringan dan beban penutup atap yang sama. Setiap perencana diberi kesempatan untuk mengembangkan model geometri rangka atap, jumlah batang, jumlah sambungan dan ukuran profilnya sesuai dengan hasil analisis perhitungannya. Hasil pengujian menunjuukan produk baja canai dingin (BCD) dengan profil baja topi (hat) mempunyai keandalan lebih baik daripada profil C. Titik awal kegagalan rangka atap bervariasi, secara umum kegagalan tekuk lokal pada batang kord atas berdekatan dengan pelat dekat tumpuan (heel plate) atau batang yang diperkaku.