Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENURUNAN KADAR COD DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL DENGAN METODE ELEKTRO-FENTON Nanik Ratni J A R; Ahmad Rosyid Priyadi
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 11 No 2 (2019): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.523 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.9

Abstract

Air limbah dari proses pewarnaan pada benang dan kain industri tekstil umumnya mengandung senyawa Azo serta polutan organik yang sulit untuk terurai secara biologis dan membutuhkan waktu yang lama. Penanganan polutan organik ini dapat dilakukan dengan teknologi alternatif advance oxidation processes (AOPs) diantaranya dengan metode Elektro-Fenton. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi operasi yang optimum pengurangan chemical oxygen demand (COD) dan warna dalam air limbah industri tekstil menggunakan metode Elektro-Fenton. Pengolahan yang dilakukan adalah dengan Metode Elektro-Fenton secara batch dengan variasi waktu 30,60,90,120,180 menit. Menggunakan variasi tegangan listrik sebesar 6volt jarak elektroda 4cm, 7volt jarak elektroda 2cm, 8volt jarak elektroda 6cm, variasi dosis fenton berdasarkan perbandingan rasio molar H2O2:FeSO4 sebesar (10:0,1),(10:0,2),(10:0,3). Selain secara batch, penelitian ini juga dilakukan percobaan Elektro-Fenton secara kontinyu dengan menggunakan tegangan listrik dan jarak elektroda serta waktu kontak terbaik dari proses batch. Berdasarkan penelitian, efisiensi pengolahan COD dan Warna pada limbah industri tekstil yang dihasilkan menggunakan metode Elektro-Fenton masing-masing sebesar 94,1 %, dan 99,2%, pada perbandingan rasio molar H2O2:FeSO4 10:0,1 dengan tegangan lsitrik 7 volt dan jarak elektroda 4 cm dalam waktu kontak 180 menit dan kondisi pH 4.
ANALISIS TOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK TULIS DAN BIOCONCENTRATION FACTOR IKAN SEPAT (TRICHOGASTER TRICOPTERUS) Nanik Ratni J A R
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 1 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.21 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.44

Abstract

Logam kromium merupakan logam berat yang berasal dari proses pewarnaan batik yang bersifat toksik dan dapat mencemari lingkungan apabila melebihi ambang batas yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode uji toksisitas akut dengan mengamati jumlah kematian biota uji selama 96 jam (4 hari) dan dicari nilai kadar dimana 50% biota uji mati (LC50). Air toksikan yang digunakan adalah limbah cair batik tulis dari beberapa rumah yang dihomogenkan. Biota uji yang digunakan adalah ikan sepat (Trichogaster tricopterus), dikarenakan biota uji merupakan salah satu biota yang hidup dialiran sungai yang terkena limbah cair batik tulis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat responsif ikan sepat terhadap limbah cair batik tulis dan untuk menentukan pengaruh tingginya kadar zat toksik kromium (Cr) yang terkandung dalam biota uji. Pengujian pada penelitian ini menggunakan variasi toksikan pada uji toksisitas akut dengan kadar 0%, 0,6%, 0,12%, 0,18%, 0,24%, 0,3%. Parameter yang dianalisa adalah suhu, pH, DO dan kromium (Cr). Hasil dari penelitian didapatkan nilai LC50 ikan sepat untuk limbah cair batik tulis adalah 0,186%. Pada kadar ikan sepat 0,6% nilai BCF adalah 0,002 mg/l dan pada kadar 3,0% adalah 0,028. Terlihat sisik ikan yang terkelupas dan insang mengalami iritasi kemudian mengeluarkan lendir akibat kandungan logam berat.