Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Membedakan Macam-Macam Rasa Melalui Metode Demonstrasi di Kelompok A TK Posimpotove Tawaeli: Increasing Students’ Abilities in Distinguishing Different Taste Though Demonstration Method at Group A of Tawaeli Posimpotove Kindergarden Rostina; Arsyad Said; Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i2.1781

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menerapkan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran dengan tema membedakan macam-macam rasa yaitu rasa manis, asam, asin, dan pahit. Subjek penelitian adalah murid kelompok A TK Posimpotove Tawaeli yang berjumlah 15 anak, terdiri dari 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data melalui lembar observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Persentase klasikal kemampuan anak dalam membedakan macam-macam rasa yang diperoleh pada tahap pra tindakan yaitu sebesar 26,67% atau sebanyak 4 anak termasuk dalam kategori berkembang sangat baik dan sebanyak 11 anak belum memenuhi kriteria tersebut. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I pertemuan 1, presentase klasikal ketuntasan sebesar 53,33% atau sebanyak 8 anak yang masuk dalam kriteria berkembang sangat baik (BSB) dan sebanyak 7 anak belum memenuhi kriteria tersebut. Selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus I pertemuan 2, presentase klasikal yang diperoleh sebesar 66,67%, yang berarti belum memenuhi standar ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan yakni 75% dan menyebabkan peneliti melanjutkan tindakan ke siklus berikutnya. Hasil yang diperoleh pada siklus II pertemuan 1 yaitu sebanyak 10 anak termasuk pada kategori berkembang sangat baik (BSB) atau sebesar 66,67%, sedangkan pada siklus II pertemuan 2 diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 80% atau sebanyak 12 anak termasuk dalam kategori BSB. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan anak TK Posimpotove Tawaeli dalam membedakan macam-macam rasa.
Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Metode Bermain Peran pada Anak Kelompok A TK Alkhairaat Balongga Kecamatan Dolo Selatan: Increasing Children Autonomy Through Role Play at Group A Children of Alkhairat Balongga Kindergarten, District of Dolo Selatan Sitti Aisyah; Abd. Munir; Arsyad Said
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 3: MARET 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i3.1797

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Apakah metode bermain peran dapat meningkatkan kemandirian pada anak Kelompok A TK Al-Khairaat Balongga? Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemandirian anak Kelompok A TK Al-Khairaat Balongga dan untuk meningkatkan kemandirian anak melalui metode bermain peran pada anak Kelompok A TK Al-Khairaat Balongga, yang melibatkan 15 orang anak terdiri dari 9 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian model PTK oleh Kemmis dan Taggart yang dilakukan secara bersiklus. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase dari tahap Pra Tindakan dan setelah dilakukan tindakan kelas. Hasil observasi pada tahap Pra Tindakan menunjukkan bahwa belum ada anak yang berkriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah adanya tindanyakan dari siklus I sudah mengalami peningkatan, akan tetapi pada tindakan siklus I hanya beberapa anak yang mencapai kategori BSB. Pada siklus II persentase kemandirian anak melalui metode bermain peran yang berkriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat menjadi 80%. Langkah-langkah yang ditempuh dalam meningkatkan kemandirian anak melalui metode bermain peran yaitu peneliti memberikan motivasi, penjelasan, dan perhatian pada anak sehinggah dalam penelitian anak-anak lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran kemandirian dan peneliti memberikan penghargaan berupa stiker bintang pada anak yang dapat melakukan tugas yang diberikan oleh peneliti agar anak lebih antusias dalam melaksakan kegiatan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa melalui metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan anak kelompok A TK Alkhairaat Balongga dalam meningkatkan kemandirian anak.