Penanaman nilai-nilai Islam harus dilakukan sejak dini kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian serius baik dari orang tua, masyarakat maupun dari lingkungan sekolah khususnya dalam berperilaku. Oleh karena itu, guru agama harus memberikan pendidikan yang sesuai dengan tujuan Islam. Guru memegang peranan yang sangat penting dan strategis karena guru bertanggung jawab untuk mengarahkan siswa dalam hal pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan serta menanamkan dan memberikan contoh yang baik kepada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, ada dua bentuk pembinaan akhlak siswa di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Palu. Pertama, pembinaan moral preventif dan kuratif. Pembinaan moral preventif dilakukan untuk mencegah kenakalan siswa. Kedua, pembinaan akhlak dapat berjalan dengan lancar karena mengoptimalkan faktor pendukung dan meminimalkan faktor penghambat, baik kendala internal maupun eksternal. Kendala internal meliputi: Kendala lingkungan fisik dan lingkungan psikologis. Sedangkan kendala eksternal antara lain: kurangnya dukungan orang tua terhadap kebijakan Madrasah. Implikasinya, dengan tantangan kemajuan teknologi dan globalisasi yang menyebabkan siswa di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Palu mudah meniru hal-hal yang buruk, maka pembinaan akhlak perlu dilakukan secara sistematis dan terpadu. Untuk itu, setiap pemangku kepentingan harus memahami tugasnya masing-masing dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dengan dedikasi yang tinggi.