Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Demam Tifoid dengan Cara Penanganan Demam Tifoid pada Anakwilayah Kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu: Relationship between Mother's Knowledge of Typhoid Fever and Ways of Handling Typhoid Fever in Children in the Work Area of the Health Center Palu City Bureaubuli Widyawati Widyawati; Nur Febrianti; Rabiah Rabiah; Hasiaty Ponulele
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i4.2370

Abstract

Demam tifoid penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pencernaan manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik, yaitu dengan tujuan utama untuk melihat. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Demam Tifoid Dengan Cara Penanganan Demam Tifoid Pada Anak Wilayah KerjaPuskesmas Birobuli Kota Palu.Sampel dalam penelitian ini adalah 12 orang.Analisis data secara univariat, variabel diukur dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa Hubungan pengetahuaan ibu tentang demam tifoid pada anakwilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu, yaitu Baik sebanyak 29 orang (76,3 %) dan sedang 9 orang (23,7 %), Penanganan ibu tentang demam tifoid dengan presentase baik sebanyak 35 orang ( 92,1 %) dan yang kurang baik 3 orang (7,9%). Disimpulkan bahwa dari 12 yang menjadi responden (Terdiagnosa Demam Tifoid) Sebanyak 19 orang (50,0%) dan (Yang Tidak Terdiagnosa Demam Tifoid), (Pengetahuan dengan kejadian demam tifoid) dengan presentase baik 29 orang (76,3%) dan yang kurang baik 9 orang (23,7%), serta Penanganan (Ibu) memiliki presentase baik sebanyak 33 orang (86,8%) dan presentase kurang baik 5 orang (13,2%)
Hubungan Diabetes Distresss dengan Selffcare pada Diabetes Mellitus : Relationship Between Diabetes Distress and Self-care in Diabetes Mellitus Intan Nuraini; Nur Febrianti; Rabiah Rabiah; Hayati Kalla
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i5.2447

Abstract

Diabetes mampu mempengaruhi psikologis pasien DM, seperti depresi, kecemasan, dan distress, hal ini diakibatkan karena ketidakmampuan melakukan perawatan diri, kekhawatiran akan terjadinya komplikasi, khawatir terhadap makanan yang akan dikonsumsi, tinggi biaya pengobatan serta mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan penderita diabetes distress dengan self care pada pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu. kuantitatif dan desain yang digunakan adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 77 dengan jumlah sampel 44 orang pasien diabetes mellitus. Uji statistik yang digunakan adalah “uji korelasi menggunakan fisher’s exact test. Hasil penelitian dari 8 orang pasien DM yang distres sedang terdapat 7 orang (87,5%) self care kurang baik dan 1 orang (12,5%) diatres ringan self care baik, sedangkan 36 orang pasien distres ringan terdapat 15 orang (41,7%) self care kurang baik dan 21 orang (58,3%) distres ringan memiliki self care baik. Hasil uji korelasi menggunakan fisher’s exact test diperoleh p.value = 0,045, beratri Ha diterimah yang. Kesimpulan artinya bahwa ada hubungan diabetes distres dengan self care pasien diabetes mellitus di Puskesmas Kawatuna. Disarankan Kepada perawat yang berada di Puskesmas disarankan bahwa seorang perawat perlu mengkaji masalah psikososial seperti stres pada klien DM tipe 2 untuk menentukan intervensi manajemen stres yang tepat serta memberikan pendidikan kesehatan terkait dengan perawatan DM terutama dalam kontrol gula darah yang terjadwal secara khusus.
GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KAMPUNG TANGGUH KELURAHAN TALISE VALANGGUNI Nilsa Baubabong; Rabiah Rabiah; Nur Febrianti
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.2942

Abstract

Depression is an emotional disorder that is characterized by feeling depressed, not feeling happy, sad, feeling worthless, lacking enthusiasm, meaningless and pessimistic about life. The purpose of this study was to determine the social support that affects the depression of the elderly at the Posyandu for the Elderly in Tangguh Village, Talise Valangguni Village. The research used in this research is quantitative research. The sample population studied was the elderly aged 60 years and the sampling technique used was purposive sampling as many as 17 respondents, namely by following the Posyandu for the Elderly in Tangguh Village, Talise Valangguni. The results showed that the distribution of the 17 studied showed that the distribution of respondents based on social support knowledge was good, namely 17 respondents (100%) the distribution of the 17 respondents studied showed that the distribution of respondents based on family support was mostly good 16 respondents (94.1% ) while the poor category is 1 respondent (5.9%). Elderly with good social support because the elderly still communicate with family and life with neighbors in the vicinity is well established. Conclusion Social support at the Elderly Posyandu in Tangguh Village, Talise Valangguni Village, was obtained well and also the Family Support at the Elderly Posyandu in Tangguh Village, Talise Valangguni Village, was obtained well.
A Factors Affecting the Incidence of Diarrhea in Toddlers in the Working Area of the Birobuli Health Center, Palu City Tantri Utami; Rabiah Rabiah; Maryam Maryam; Yulta Kadang
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i01.78

Abstract

This research is quantitative and used descriptive research design, which aimed to see the influencing factors of Diarrhea incidence at working are of Birobuli Public Health center of Palu city. The samples of the research were 30 respondents. The data analyzes used Univariate, the variable measured by using questionnaire.The finding of the research shows the influencing factors of Diarrhea incidence. Fisrtly, it can be seen from breast milk (Air Susu Ibu) in good category with 53,3% percentage and breast milk in less good category with 46,7% percentage. Secondly, healthy life style in good category with 80,0% percentage and healthy life style in less good category with 20,0% percentage. Lastly, mother’s knowledge in good category with 53,33% percentage and mother’s knowledge in less category with 46,66% percentage.The collected data analyzed by using SPSS program. Univariate analysis is used decide the variable frequency distribution, which results distribution and percentage of each variable.
Implementasi Manajemen Nutrisi pada Ny.N Kasus Diabetes Melitus dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Ruangan Seroja Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nutrition Management Implementation In Mrs N Case Of Diabetes Mellitus With Nutrition Deficit Problems In Seroja Room Undata General Hospital Central Sulawesi Province Kasmawati S; Nur Febrianti; Rabiah Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4336

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki 2 tipe yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1 berasal dari faktor genetik, lingkungan, usia, faktor lain pada diabetes tipe 2 antara lain gaya hidup dan obesitas. Yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah, sampel adalah pasien dengan masalah defisit nutrisi pada kasus diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan pada Ny.N ditemukan data subjektif, Ny.N mengatakan sesak nafas ± 10 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri dada, batuk berdahak, rasa lelah, mual dan muntah. Saat dilakukan pengkajian pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil TD : 160/90 mmHg, N : 88 x/menit, S : 37oC, RR : 22 x/menit, Ny.N tampak pucat, mukosa bibir kering, IMT dari Ny.N yaitu 18 kategori kurus. Setelah dilakukan tindakan keperawatan manajemen nutrisi pada implementasi H-1 didapatkan hasil Ny.N tidak memiliki alergi pada makanan maupun minuman, BB 57 kg, Ny.N tidak menghabiskan makanan karena tidak nafsu makan, pada implementasi H-2 didapatkan hasil Ny,N menghabiskan makanan hanya setengah piring saja, pada implementasi H-3 didapatkan hasil Ny.N sudah mampu menghabiskan makanannya. Evaluasi yang didapatkan yaitu S: Ny.N mengatakan makan 3x sehari dan sudah mulai menghabiskan makanannya, O: Ny.N tampak sudah tidak pucat, A: masalah defisit nutrisi teratasi, P: Hentikan intervensi(pasien rencana pulang). Dari penelitian ini bahwa adanya perubahan status nutrisi membaik, dari implementasi H-1 makanan tidak dihabiskan, nafsu makan menurun, implementasi H-2 makanan dihabiskan hanya setengah piring saja kemudian di implementasi H-3 Ny.N makanan telah dihabiskan.
Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Komperes Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia Di Wilayah Kerja Uptd Talise: Nursing Care For 26-Month-Old A, Implementing Shallot Compress Therapy To Reduce Body Temperature With The Nursing Diagnosis Of Hyperthermia In Talise Public Health Center Working Area Siti Zahra Rusli; Indri Iriani; Rabiah Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8674

Abstract

Latar Belakang Hipertermia merupakan suatu kondisi meningkatnya suhu tubuh di atas batas normal (>38°C), yang sering terjadi pada anak usia balita sebagai respon terhadap infeksi atau gangguan sistem tubuh lainnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi, kejang demam, hingga gangguan neurologis jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk melakukan Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Kompres Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah klien anak dengan diagnosis hipertermia yang berada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Talise, sampel adalah klien anak dengan masalah hipertermia. Hasil penelitian dari pengkajian yang di lakukan kepada An. A di temukan data subjektif ibu klien mengatakan klien demam sejak 2 hari yang lalu, demam dirasakan pada malam hari, batuk berdahak, gelisah, rewel, flu dan sulit tidur klien juga nampak suhu tubuh meningkat diatas batas normal, kulit teraba hangat, gelisah dan rewel. Tanda-tanda vital : TD= 106/63 mmhg, N= 150x/mnt, S= 38,4°C, RR= 55 x/mnt.diagnosa yang ditemukan pada anak an. A yaitu hipertermia. Setelah diberikan terapi kompres bawang merah terjadi penurunan suhu tubuh yaitu pada implementasi h-1 didapatkan hasil tubuh dari di dapatkan hasil suhu tubuh dari 38,4°C menjadi 38,0°C. Pada implementasi hari ke 2 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,9°C menjadi 37,7°C dan pada implementasi hari ke 3 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,6°C menjadi 36,6°C. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat. Pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil suhu tubuh 38,4°C. Setelah dilakukan tindakan terapi kompres bawang merah sampai hari ke-3, suhu tubuh menurun menjadi 36,6°C.