Mubarak Bamualim
STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA KOTAK POS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB PADA SISWI KELAS 3 SDIT DARUS SUNNAH SUMBAWA Mubarak Bamualim; Nurcholis Agus Santoso; Nufail Ibnu Muchtar
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 12 No 1 (2022): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol12.Iss1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media permainan kotak pos dalam meningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab pada siswi SDIT Darus Sunnah Sumbawa. Metode peneltian kuantitatif digunakan dengan desain pre-experimental one-group pretest dan postest yang mana peneliti menguji coba efektivitas media permainan dengan membandikan keterampilan berbicara sebelum dan sesudah diberi tindakan. Subjek penelitian adalah siswi kelas III-B SDIT Darus Sunnah Sumbawa, sampel penelitian berjumlah 16 siswi yang diambil dari populasi yang berjumlah 2 kelas sebanyak 63 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu tes lisan dengan jumlah 5 soal. Teknik analisis data yang digunakan yaitu paired sample t test dengan hipotesis
Pendalilan ʿAbd al-ʿAzīz al-Kinaniy di Kitab al-Ḥaydah dalam Menetapkan Akidah al-Qurʾān Kalām Allah Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.595 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.41

Abstract

Sebaik-baik zaman adalah tiga generasi pertama: zaman kenabian, zaman sahabat dan zaman tabi’in, pada zaman ini belum terjadi perbedaan pendapat di dalam masalah pokok akidah. Pada zaman Nabi dan dua khalīfah al rāshidīn belum muncul kelompok-kelompok menyimpang. Di akhir kekuasaan Uthmān muncul kelompok khawārij, kemudian pada zaman Ali muncul kelompok Rafīḍah dan seterusnya muncullah kelompok-kelompok yang lainnya seperti Qadariyyah, Jabariyyah, Muʿtazilah dan Jahmiyyah. Kelompok-kelompok tersebut mencetuskan akidah-akidah baru yang belum pernah dinukilkan dari Nabi dan para sahabat beliau, diantara akidah baru yang berkembang dan dimunculkan Jahmiyyah adalah akidah al-Qurʾān adalah makhluk. Akidah ini menjadi akidah negara pada masa dinasti Abbāsiyyah, tercatat dalam sejarah tiga khalīfah Abbāsiyyah yang memaksakan akidah ini untuk dianut oleh umat Islam saat itu, mereka adalah: al-Maʾmūn, al-Muʿtaṣim, dan al-Wāthiq. Meskipun demikian terdapat ulama yang menentang akidah tersebut diantaranya adalah ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy, pertentangannya terhadap akidah al-Qurʾān makhluk tergambar jelas dalam buku beliau al-Ḥaydah. Pada penelitian ini penulis mencoba untuk mengeksploitasi tentang dalil-dalil yang digunakan oleh ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy di dalam menetapkan akidah al-Qurʾān kalām Allah. Setelah menganalisa kitab tersebut penulis mendapati bahwa ʿAbd al-ʿAzīz Kināniy di dalam menetapkan akidah al-Qurʾān kalām Allah berdalil dengan tiga pendalilan, yang pertama adalah al-Qurʾān, yang kedua adalah logika dan yang ketiga adalah analogi.
Ahammiyah Tarbiyyah al-Aṭfāl fī Naẓar al-Islām Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 8 No 2 (2018): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.744 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol8.Iss2.47

Abstract

Pendidikan anak bukan hanya kewajiban orang tua, namun pendidikan anak memiliki makna yang lebih dari itu, pendidikan adalah investasi jangka panjang orang tua, kemerosotan akhlak pada saat ini disebabkan pola pendidikan yang salah, tidak kontinyu dan terlambat. Islam men gajarkan bahwa pendidikan anak dimulai saat sebelum pernikahan dan setelah pernikahan, pendidikan anak yang dilakukan sebelum pernika han berupa pemilihan pasangan yang baik berdasarkan kriteria yang di perintahkan Nabi. Adapun pendidikan anak yang dilakukan setelah anak itu lahir berupa memberikan tas}fiyyah (pembersihan) dari hal-hal yang buruk, baik dari sisi aqidah seperti syirik, maupun dari sisi akh lak buruk seperti sombong dan lain sebagainya. Disamping mensucikan jiwa anak islam juga memerintahkan untuk mentarbiyah anak seperti, mengajari sholat, takut atau murroqobatullah, kesemua bentuk pendi dikan ini telah dijelaskan Nabi dalam banyak hadis beliau, begitu juga Allah telah menerangkannya di dalam al Qur’an termasuk di dalam surat Lukman.
Dawr al-Muʿallim fī Tafhīm al-ʿIbādah al-Ṣaḥīḥah li Takwīn Nafsiyyah al-Nasʾ Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 2 (2019): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.012 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss2.56

Abstract

Allah menciptakan manusia dan jin dengan tujuan yang mulia, tujuan itu telah dijelaskan di dalam al-Qurʾan surat al-Dhāriyāt ayat 51, tujuan tersebut adalah ibadah. Ibadah memiliki peran yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian dan kejiwaan seseorang, hanya saja pembentukan kepribadian ini memerlukan proses serta faktor eksternal berupa adanya seorang pendidik. Maka pada tulisan ini penulis akan membahas tentang peran pendidik di dalam memahamkan ibadah yang benar untuk membentuk kepribadian dan kejiwaan seseorang. Penyusunan tulisan ini menggunakan kajian kepustakaan, sumber-seumber data yang dieksplorasi berasal dari dalil-dalil alquran dan hadis-hadis nabi juga penjelasan para ahli. Dan setelah melakukan penelitian penulis menemukan jawaban bahwa diantara peran yang dimiliki pendidik adalah menerangkan dan menjelaskan tentang arti ibadah yang benar beserta syarat-syaratnya, memberi contoh yang baik kepada siswa dalam hal pengamalan ibadah yang benar, untuk membentuk kejiwaan pada siswa pendidik memberikan skala prioritas pada aspek aqidah, amaliyah dan akhlak serta shalat tanpa meremehkan aspek-aspek yang lain.
Ṭuruq al-Tadrīs li Taʿlīm al-Qawāʿid al-Naḥwiyyah Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 10 No 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.607 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol10.Iss1.91

Abstract

Proses pembelajaran memiliki beberapa komponen yang saling terkait dan mendukung untuk ketercapaiannya tujuan pembelajaran, komponen tersebut adalah tujuan pembelajaran, guru, media, metode dan siswa. Selain penguasaan materi guru sebagai agent of change juga dituntut untuk bisa memilih dan menggunakan metode yang tepat, penggunaan metode yang tepat dapat mempermudah siswa memahami materi yang disampaikan. Nahwu sebagai salah satu cabang dari ilmu bahasa Arab sering dianggap susah oleh sebagian besar pembelajar Bahasa Arab, dengan penggunaan metode yang tepat akan menjadikan nahwu sebagai materi yang mudah untuk dipahami, penyusunan penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, penulis mengeksplorasi referensi-referensi terkait metode pembelajaran nahwu, dari penelitian yang dilakukan peneliti menemukan ada beberapa metode yang sering digunakan pengajar nahwu yaitu istiqrāʾiyyah, taṭbīqiyyah dan nusūṣ al-muʿādalah.
Kedudukan dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 10 No 2 (2020): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.946 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol10.Iss2.141

Abstract

Penelitian ini akan berbicara mengenai kedudukan dan tujuan evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab, sebagaimana diketahui dari orang yang mendalami bidang pendidikan, bahwa evaluasi adalah salah satu unsur penting dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab. Dengannya dapat diketahui apakah tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai atau tidak, dan memungkinkan bagi mereka yang berkecimpung di bidang pendidikan untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam arti meningkatkan tujuan dan memperbaiki proses pembelajaran dengan mengubah metode pengajaran menjadi apa yang lebih tepat dan sesuai bagi siswa, dan di dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah untuk memahami Al-Qur'an dan Sunnah Nabi, dan untuk memahami rujukan untuk ilmu-ilmu Islam yang ditulis dalam bahasa Arab, dan salah satu tujuan terpenting adalah mengajarkan bahasa Arab agar mampu berkomunikasi dengannya baik secara lisan maupun tulisan.
ʿAwāmil al-Najāh fī Taʿlīm al-Lughah al-ʿArabiyyah Lighairi al-Nāṭiqīna bihā ʿinda al-Imām al-Syāfiʿi Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 1 (2021): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2649.579 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss1.155

Abstract

Imam Syafi’i merupakan salah satu Imam madzhab yang ada di alam fiqh Islam, beliau merupakan tokoh pendiri madzhab syafi’i, selain ahli dalam bidang fiqh dan keilmuan Islam yang lainnya, beliau juga ahli dalam bidang ilmu bahasa Arab, beliau juga memiliki pandangan-pandangan terkait pembelajaran dan pengajaran bagi seorang siswa maupun seorang guru, penelitian ini merupakan kajian kepustakaan, sumber dari penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan dan sejarah perjalanan hidup Imam Syafi’i, dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran bahasa Arab dibagi menjadi dua : Faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yang meliputi kecerdasan dan motivasi dan faktor yang berasal dari luar siswa berupa kecakapan seorang guru, waktu pembelajaran yang memadai dan adanya lingkungan berbahasa yang baik.
Min ʾAhamm ʾAhdāf al-Tarbiyah al-Islāmiyyah Iṣlāḥ Nafs al-Muta`allim Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2325.279 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.168

Abstract

Islam datang dengan kurikulum yang komprehensif dan sangat lurus dalam membangkitkan jiwa, membesarkan generasi, membentuk bangsa, membangun peradaban, dan meletakkan dasar-dasar kemuliaan dan peradaban. Ini tidak lain adalah untuk mengubah umat manusia yang terjerumus dari kegelapan kemusyrikan, kebodohan, kesesatan dan kekacauan menjadi cahaya tauhid, pengetahuan, bimbingan dan stabilitas. Islam telah menaruh perhatian tinggi dalam mendidik anak sejak dini, dan bahkan sebelum menikah, bahkan merupakan pemerhatian besar yang tidak tertandingi oleh agama dan ajaran lain mana pun dalam hal ini. Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- telah menginstruksikan laki-laki umat ini untuk menikah dengan seorang wanita yang sholehah, memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bahwasannya Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." Hal ini senada dengan sabda Nabi Islam -shallallahu 'alaihi wa sallam- tentang pendidikan para anak perempuan dan memerintahkan mereka untuk menikah dengan siapa pun yang datang untuk meminang salah satu anak perempuan mereka jika dia saleh, religius dan bermoral. “Jika ada yang datang kepada kalian mau meminang, seseorang yang kalian meridhoi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, kalau tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas”. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Ta`ala: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” Hidayah dari Allah serta petunjuk dari Nabi ini dapat diperoleh kesempurnaan dan ketakwaan para pemuda dan pemudi dalam waktu masa depan yang dekat dengan kita yaitu kehidupan dunia. Dan kehidupan yang jauh yaitu kehidupan abadi di akhirat.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SDIT DARUS SUNNAH SUMBAWA Muhammad Thoriq Nofiansyah; Zaki Yamani; Mubarak Bamualim
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 12 No 2 (2022): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol12.Iss2.291

Abstract

This study aims to describe how the problems of learning Arabic at SDIT Darus Sunnah Sumbawa are.  The research method used in this research is descriptive qualitative.  The research instrument used is interview, observation, and document review.  The results of the study show that: (1) Arabic learning at SDIT Darus Sunnah Sumbawa, both from the linguistic and non-linguistic aspects, is still experiencing various problems from the teacher's and students' perspective.  This is because the Arabic language teachers are still not at the level of quality they should be, most of the students do not have basic knowledge of reading and writing Arabic, as well as learning methods that are not in accordance with the students' marhalah.  (2) Efforts to overcome the problems of learning Arabic at SDIT Darus Sunnah Sumbawa are by rearranging the curriculum which is expected to be in accordance with the level of understanding of students according to their age level, paying great attention to the ability to read the Qur'an, also by utilizing various  interesting learning media in order to raise the morale and motivation of students.