Fadlan Fahamsyah
STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TAKFIR DALAM PERSPEKTIF ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI ISLAM Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 12 No 1 (2022): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol12.Iss1.204

Abstract

Pembahasan takfir selalu menjadi perdebatan yang hangat dewasa ini, sering kali vonis kafir dilakukan secara sembarangan tanpa adal dalil dan argument yang kuat. Terkadang vonis kafir dilontarkan hanya karena perbedaan pandangan dan identitas kelompok politik atau sosial-keagamaan. Penelitian ini akan membahas konsep takfir dalam persperktif aliran-aliran teologi Islam. Jenis penelitian ini kualitatif dan pendekatannya diskriptif, Penelitian menggunakan kajian pustaka (Library research), sehingga sumber data utama yang digali berupa dokumen-dokumen dan kitab-kitab turath yang membahas tentang permasalahan takfir dalam perspektif aliran-aliran teologi Islam. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pemikiran takfiri kontemporer ini memiliki benar merah dengan pemikiran kaum Khawarij, yang mudah mengkafirkan sesama muslim.
Fikih Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.666 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.38

Abstract

Umat Islam telah bersepakat bahwa Quran dan Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Quran sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ʾilāhiyyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya (Aqidah dan Ibadah), maupun dengan sesama manusia (akhlak dan muamalah) bahkan dalam berinteraksi dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadis Nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad ṣallallāhu ʿalayhi wa sallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh umat Islam. Hadis datang dengan membawa misi sebagai penguat Quran, penjelas, dan pemerinci bagi hal-hal yang masih bersifat global di Quran. Meskipun Quran dan Sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi masih ada perbedaan di kalangan umat Islam dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasikan keduanya. Dalam perkembangan pemahaman keislaman, terutama pada disiplin ilmu Fikih yang sangat luas, kaum muslimin berpolarisasi pada dua kutub besar, yakni tekstual dan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum tekstualis yang berorientasi pada bahasa atau ḥarfiyyah, dengan kaum kontekstualis yang melihat dalil dari segi siyāq (konteks) yaitu dengan melihat sisi sosial, sejarah dan budaya. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman Fikih tekstual dan kontekstual.
Bidʿah Ḥasanah dalam Perspektif Al-ʿIzz Bin ʿAbd Al-Salām dan ʿAli Bin Ḥasan Al-Ḥalabī Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 8 No 2 (2018): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.367 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol8.Iss2.52

Abstract

This research explores the views of Imam Al-ʿIzz Bin ʿAbd Al-Salām dan ʿAli Bin Ḥasan Al-Ḥalabī to the bidʿah ḥasanah concept. The polemic about bid’ah ḥasanah always be warm even hot on the grassroots, so this writing tries to track the conclusion and the root cause of bid’ah ḥasanah from two figures mentioned above.The results of this research shows the difference bet ween those two figures, Al-ʿIzz Bin ʿAbd Al-Salām says that there is a bidʿah ḥasanah , while ʿAli Bin Ḥasan Al-Ḥalabī says that there is no bidʿah ḥasanah . The cause of difference views between them is when Al-ʿIzz Bin ʿAbd Al-Salām used term of bid’ah in the con text of etymology while al - Halaby interpreted the term in the context of terminology. As for the difference factor in the common people that there is no classification bid’ah in worship and non - worship (muʿamalah). The comparison results between these two figures can be seen from two sides. First, the similarity; which both of them against together the bid’ah which certainly against the sharia; as for the different side that Al-ʿIzz found there is a bidʿah ḥasanah like building Islamic schools (madrasah), le arning tajweed, etc., while al Halaby found that all bidʿah in religious matters are misguided. Build schools in the views of al - Ḥalabī is not bidʿah , but maslahah mursalah.
Metode Kajian Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 10 No 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.253 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol10.Iss1.96

Abstract

Pendidikan merupakan suatu usaha yang sangat penting untuk setiap bangsa, karena melalui proses pendidikan maka budaya dan nilai-nilai luhur suatu bangsa dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Di antara sekian banyak budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda adalah bahasa, karena bahasa marupakan alat yang sangat penting untuk berkomunikasi. Dalam proses pembelajaran bahasa termasuk bahasa Arab, selain diharuskan mengusai hal-hal yang terkait dengan substansi materi ajar, guru juga harus memahami kondisi peserta didik ketika mengikuti pembelajaran bahasa Arab, oleh sebab itu ilmu psikologi pembelajaran bahasa Arab sangat dibutuhkan oleh setiap guru bahasa Arab, penelitian ini akan mengkaji metode-metode kajian psikologi pembelajaran bahasa Arab, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian puataka, dan setelah melakukan kajian peneliti menyimpukan ada beberapa metode kajian psikologi pembelajaran bahasa Arab yaitu : metode introspeksi, observasi, klinis, diferensial, ilmiah dan eksperimen. metode instrospeksi dan eksperimen.
Dinamika dan Sejarah Pemikiran Salafi Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 10 No 2 (2020): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.53 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol10.Iss2.143

Abstract

Salafiyah adalah nama yang dinisbatkan pada cara memahami agama yang menyeru kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi shaleh terdahulu dan mengikuti metode Nabi ṣallallāh ʿalaih wasallam, sahabat dan para Tābi’in, dan mereka berpegang teguh dengan apa yang disampaikan dari para salaf. Kebangkitan manhaj salaf disandarkan kepada 5 tokoh penting yaitu: Pertama, Al-ʾImam ʾAhmad bin Hanbal  yang mendapatkan ujian di zaman al-Maʿmūn al-Muʿtaṣim al-ʿAbbāsiy dengan tersebar huru-hara tentang Al-Qur’an adalah makhluk, sehingga beliau diberi gelar dengan imam ahlu sunnah.  Kedua, ʾIbnu Taimiyyah  yang dikenal dengan Shaykh al-ʾIslam da beliau dikenal dengan penentangan terhadap ʿAhlu al-Bidʿah dan penyimpangan-penyimpangan dalam masalah aqidah yang tersebar di zamannya khususnya penyimpangan aqidah syiah imāmiyyah, beliau membantah dengan kitab beliau yang berjudul Minhāj al-Sunnah al-Nabāwiyyah fī al-Radd ʿalā al-Shiyʿah al-Qadariyyah. Ketiga, Muhammad bin ʿAbd al-Wahhāb beliau adalah imam pembaharu yang banyak memerangi berbagai bentuk kezindikan dan kebid’ahan yang tersebar di negeri-negeri Arab pada zamannya. Keempat, Muhammad Rashīd Riḍa yang menghidupkan kembali dakwah al-ʾImām Muhammad bin ʿAbd al-Wahhāb dan berjuang membela al-Daʿwah al-Salafiyyah. Kelima, Muhammad Nāṣir al-Dīn al-Albāniy beliau seorang ahli dalam ilmu hadis yang telah menegakkan al-Taṣfiyyah (pemurnian) dan al-Tarbiyyah (pendidikan).
Ulama Salaf dan Khalaf Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 11 No 2 (2021): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4092.03 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol11.Iss2.163

Abstract

Al-Qur’an dan as-Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah berisi pedoman-pedoman ilahiyah untuk membimbing umat manusia dalam berinteraksi dengan Tuhannya, dengan sesamanya, bahkan dengan alam semesta, begitu juga dengan Hadits nabi yang merupakan dokumentasi hidup Nabi Muhammad shallallahun ‘alaihi wasallam yang berisi perkataan, perbuatan, keputusan, sifat fisik maupun akhlak yang harus diteladani oleh kaum muslimin. Meskipun al-Qur’an dan as-sunnah telah disepakati sebagai sumber hukum Islam, akan tetapi dalam mengaplikasikan kedua sumber hukum Islam tersebut terjadi perbedaan di antara para ulama Islam, hal itu dikarenakan adanya pendekatan yang berbeda dalam menginterpretasiakan keduanya. Secara umum, kerangka pikir para ulama ada dua, yaitu ulama’ salaf  yang sangat terikat kuat dengan teks-teks agama dan kaum khalaf (rasionalis) yang berhaluan kontekstual. Dari dua sudut pandang pemahaman yang berbeda inilah muncul perselisihan pendapat yang sangat tajam antara kaum salaf yang berorientasi pada Bahasa atau harfiah serta dogma-dogma agama, dengan kaum kontektualis yang melihat dalil dari segi siyaqoh (Konteks) yaitu   dengan melihat  sisi social, history dan antropologi. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan dua pemahaman tersebut, yakni pemahaman ulama salaf dan khalaf.
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE QIRĀʾAH JAHRIYYAH DALAM MENINGKATKAN MAHĀRAH QIRĀʾAH BAHASA ARAB TERHADAP SISWA KELAS III MI YKUI MASKUMAMBANG Muhammad Nafhan Maulana; Fadlan Fahamsyah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 12 No 2 (2022): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol12.Iss2.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan menggunakan metode qirāʾah jahriyyah  dalam meningkatan mahārah qirāʾah bahasa Arab pada siswa kelas III MI YKUI MASKUMAMBANG Gresik. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan design pre-experimental one-group pre-test dan post-test yang mana peneliti menguji coba efektivitas metode qirāʾah jahriyyah dengan membandingkan mahārah qirāʾah sebelum dan sesudah diberi tindakan atau pengajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas III MI YKUI MASKUMAMBANG Gresik, sampel penelitian berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes membaca dengan jumlah 12 kalimat pendek. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji berpasangan (paired sample t test) dengan hipotesis H0 = Tidak terjadi peningkatan dari hasil pretest ke posttest setelah diberi tindakan atau pengajaran, dan H1 = terjadi peningkatan dari hasil pre-test ke post-test setelah diberi tindakan atau pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberi pengajaran dengan menggunakan metode qirāʾah jahriyyah, nilai pos-test siswa lebih besar dibandingkan pre-test dengan rata-rata post-test (90.00) > pre-test (79,81), melalui perhitungan statistik diketahui bahwa T.Hitung 10.394 > T.Tabel 1.706  yang berarti H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa metode qirāʾah jahriyyah efektif untuk meningkatkan mahārah qirāʾah bahasa Arab berdasarkan hasil yang disimpulkan bahwa metode qirāʾah jahriyyah efektif digunakan  dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab kelas III MI YKUI MASKUMAMBANG Gresik.