Abstract: Kpop fans who are loyal to their idols will not hesitate to spend a lot of money on various items related to their idols. Consumption behavior that can provide satisfaction to consumers according to Islam is that the goods consumed must be halal and sacred according to the Shari'ah. In which the Islamic consumption behavior of the maqashid sharia perspective cannot be separated in the sense that the two are interrelated. The purpose of this study is to analyze the consumption behavior of Kpop fans of students majoring in Islamic Economics class 2018 at IAIN Ponorogo towards products related to Kpop from the perspective of maqashid sharia. This study uses qualitative research which is a type of field research. The results show that, the consumption behavior of Kpop fans of Islamic Economics Department class 2018 at IAIN Ponorogo with a maqashid sharia perspective, namely Kpop goods are not included in the needs of dharuriyat, hajiyat, and tahsiniyat because they are not everything that must exist for the sake of survival and is also not an item that is prescribed by Islam, and has also taken actions to maintain the five basic goals of maqashid sharia, which include: religion (al-dien), soul (nafs), (aql ) offspring (nas), and property (al-maal). Except for maintaining offspring. From the concept of maqashid sharia it has a negative impact because feeling satisfied with the world is a behavior that deviates from Islamic law (maslahah). Abstrak: Penggemar Kpop yang setia kepada idola tidak akan ragu untuk mengeluarkan banyak uang untuk berbagai barang yang berhubungan dengan idolanya. Perilaku konsumsi yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen menurut Islam yaitu barang-barang yang dikonsumsi haruslah halal dan suci menurut syari’at. Yang mana perilaku konsumsi Islam perspektif maqashid syariah keduanya tidak dapat dipisahkan dalam arti keduanya saling berkaitan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku konsumsi penggemar Kpop mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2018 di IAIN Ponorogo terhadap produk yang berkaitan dengan Kpop di pandang dari perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang merupakan jenis penelitian lapangan (field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku konsumsi mahasiswi penggemar Kpop Jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2018 di IAIN Ponorogo perspektif maqashid syariah yaitu barang Kpop bukan termasuk kebutuhan dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat karena bukan merupakan segala sesuatu yang harus ada demi kelangsungan hidup dan juga bukan bukan merupakan barang yang disyariatkan oleh agama Islam. Dan juga sudah melakukan perbuatan untuk memelihara lima tujuan dasar maqashid syariah, yang meliputi: agama (al-dien), jiwa (nafs), (aql) keturunan (nas), dan harta (al-maal). Kecuali dalam memelihara keturunan. Dari konsep maqashid syariah berdampak negatif karena merasa puas akan dunia merupakan perilaku yang menyimpang dari syariat Islam (maslahah).