Devon Satria Firdana
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Harga Rokok Terhadap Perekonomian Di Indonesia Serta Bahaya Yang Ada Di Dalam Rokok Achmad Aziz Arofani; Devon Satria Firdana; Dwi Wahyu Setiawan; Gurotun Ainul Mardiah; Qomarul Batha
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok adalah suatu kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari bagi orang yang mengalami kecenderungan terhadap rokok. Rokok merupakan salah satu bahan adiktif artinya dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Sifat adiktif rokok berasal dari nikotin yang dikandungnya. Setelah seseorang menghirup asap rokok, dalam 7 detik nikotin akan mencapai otak (Soetjiningsih, 2010). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena data dalam penelitian ini berupa analisis menggunakan statistik dalam bentuk angka-angka yang sifatnya kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh jumlah responden di Indonesia. Widyawati dan Pujiyono (2013), populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, obyek, transaksi, atau kejadian menarik untuk dijadikan obyek penelitian. Sedangkan sampel adalah suatu himpunan bagian dari unit populasi. Berdasarkan data IFLS-5, sample penelitian ini berisi hasil survei yang dikumpulkan di tingkat individu dan rumah tangga, termasuk beberapa indikator ekonomi dan kesejahteraan non-ekonomiKenaikan tarif cukai hasil tembakau selain untuk meningkatkan penerimaan negara juga untuk mengendalikan konsumsi rokok di kalangan remaja Indonesia usia 10-18 tahun agar dapat sesuai target yang dipatok sebesar 8,7 persen di RPJMN. Pada 2019 pemerintah sempat tidak menaikkan tarif cukai rokok. Baru di tahun 2020 tarif cukai rokok dinaikkan sebesar 23 persen. Rokok-rokok dengan kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang pangsa pasarnya mencapai 75 persen dengan merek-merek yang populer mengalami kenaikan harga yang minimDari inti permasalahan pengaruh harga rokok terhadap perekonomian di Indonesia menyimpulkan bahwasanya komoditas rokok sangatlah berpengaruh terhadap perekonomian rokok di Indonesia dilihat dari beberapa aspek dan data reil di data statiktik maupun laman wab rokoklah yang memberikah pemasukan pajak yang tertinggi didalam perekonomian di Indonesia ini. Tapi sangat berpengaruh juga pada petani di Indonesia karena pada bulan oktober biasanya perusahaan rokok mematok harga tembakau dengan harga 40.000 dan pada saat itu juga harga tembakan di para pengepul sampai di petani ada pergulingan atau harganya bisa merosot karena itu banyak petani yang mengeluhkan harga tembakau di pengepul dengan harga 23.000 tapi harus bagaimana lagi karena petani tidak bisa melakukan upaya apapun, dan dari para pengonsumsi rokok juga mengelukan harga rokok terdapat kenaikan beberapa persen sedangkan mayoritas para perokok hanyalah para buruh dan para petani tapi tidak bisa dipungkiri lagi mereka sangat kecanduan oleh rokok dan tidak bisa meninggalkanya.