Diana Metti
Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA PADA IBU BERSALIN Diana Metti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.456 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.367

Abstract

Insiden atau kejadian plasenta previa di dunia adalah satu dari 250 kehamilan.(Irga, 2009). Sedangkan insiden kejadian plasenta previa di Indonesia berkisar antara 2,4 - 3,65 % dari seluruh kehamilan (Wijayanegara,2003). Plasenta previa ditemukan kira-kira dengan frekuensi 0,3 – 0,6% dari seluruh persalinan. Prevalensi plasenta previa di negara maju berkisar antara 0,26 - 2,00 % dari seluruh jumlah kehamilan. Sedangkan di Indonesia dilaporkan oleh beberapa peneliti berkisar antara 2,4 - 3,56 % dari seluruh kehamilan. (Sabarudin, 2003). Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa pada Ibu Bersalin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Umur dan Paritas dengan kejadian Plasenta Previa pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015.Desain penelitian ini berjenis korelasi dengan pendekatan crossectional. Data yang digunakan adalah data sekunder berdasarkan catatan medik ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 yang berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel, secara purposive sampling. Teknik  analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi Square. Variabel independent penelitian ini adalah umur dan paritas, sedangkan variabel dependent penelitian ini adalah kejadian plasenta previa.Hasil penelitian ini diperoleh yaitu terdapat 32 orang (33,3%) yang mengalami kejadian plasenta previa, berdasarkan proporsi usia ibu <20/>35 tahun 64 orang (66,7%), sedangkan berdasarkan paritas multipara terdapat 76 orang (79,2%). Ada hubungan bermakna antara umur ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa yaitu dari uji statistik p value = 0,018 dan OR = 3,941 dan ada hubungan bermakna antara paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa yaitu dari uji statistik p value = 0,026 dan OR = 5,870 terbukti secara statistik di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Saran diharapkan bagi tempat penelitian terutama tenaga kesehatan agar dapat mendeteksi kasus-kasus plasenta previa secara dini sehingga dapat memberikan pelayanan secara prima dan penatalaksanaan yang tepat dan akurat. 
ANEMIA DAN KONTRAKSI RAHIM DALAM PROSES PERSALINAN Novita Rudiyanti; Diana Metti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.28 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.318

Abstract

Kejadian anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5%. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan persalinan dan nifas. Komplikasi dalam persalinan  meliputi atonia uteri, inersia uteri, retensio plasenta, partus lama dan  perdarahan post partum, hal ini merupakan bentuk dari tidak baiknya kontraksi rahim. Data di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung tahun 2012 tentang komplikasi akibat kontraksi rahim yang tidak baik yaitu kejadian atonia uteri 0,99%, partus lama 5,1%, retensio plasenta 2,75%, perdarahan post partum 5,68%.  Masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya anemia pada ibu hamil yaitu 48% dan masih banyak kejadian gangguan kontraksi rahim yaitu 58% pada ibu bersalin dengan anemia di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek  Bandar Lampung tahun 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kontraksi rahim dalam proses persalinan pada kala I-IV di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek  Bandar Lampung tahun 2013.Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional,  dilakukan pada bulan September-Oktober 2013,   populasi adalah 227 orang ibu post partum,  sampel sebanyak 136  yang diambil secaraPurposive Sampling, jenis data yaitu data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data adalah lembar observasi untuk kontraksi rahim dan anemia melihat dokumen dalam rekam medik. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan Chi square.Hasil penelitian menyimpulkan kejadian anemia sebesar 75% , kontraksi rahim pada kala I-IV dengan kontraksi rahim tidak adekuat sebesar 62,5%. Ada hubungan yang signifikan antara anemia dengan kontraksi rahim dalam proses persalinan (P- value=0,000 dan OR=4,615). Peneliti menyarankan bagi bidan untuk melakukan deteksi dini anemia melalui pemeriksaan Hemoglobin pada pemeriksaan kehamilan di trimester I dan III serta pengunaan partograf dalam persalinan untuk deteksi gangguan kontraksi rahim.