Efa Trisna
Jurusan Keperawatan Poltekkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN ISOTONIK DAN ISOMETRIK TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI PASIEN FRAKTUR FEMUR Gustop Amatiria; Efa Trisna
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.17 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.303

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu prioritas penanggulangan penyakit tidak menular berdasarkan Kepmenkes 116/Menkes/SK/VIII/2003. Kecelakaan lalu lintas menempati urutan ke 9 pada DALY (Disability Adjusted Life Year) dan diperkirakan akan menjadi peringkat ke-3 di tahun 2020. Di kota Bandar Lampung tingkat kecelakaan lalu lintas pada pengguna sepeda motor ini sering terjadi, data yang diperoleh dari rekam medik RSAM tahun 2011 angka kasus yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan cidera sebanyak 298 orang, dan 148 dari kasus tersebut adalah kasus fraktur pada femur. Penanganan pembedahan pada fraktur akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat, yang selama ini hanya ditangani dengan obat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian  ini adalah mengetahui Pengaruh Latihan isotonik dan isometrik terhadap penurunan rasa nyeri pada pasien fraktur femur di Rumah Sakit  Se Kota Bandar Lampung 2012. Dalam penelitian desain yang digunakan adalah desain eksperimen semu (Quasi Experiment,. Analisa data yang digunakan adalah Univariat dan bivariat menggunakan uji T Dependent.Hasil uji statistik Pengaruh Latihan isotonik dan isometrik terhadap penurunan rasa nyeri pada pasien fraktur femur di Rumah Sakit  di Kota Bandar Lampung 2012 dengan Pvalue 0,001  (p-value < 0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan penurunan rasa nyeri sebelum dan sesudah latihan isotonik dan isometrik di rumah sakit Se Kota Bandar Lampung Saran diharapkan pada perawat  menerapkan  latihan isotonik dan isometrik  pada pasien fraktur sehingga pasien tidak harus diberikan obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri
ANALISA FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS Efa Trisna; Holidi Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.313 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.271

Abstract

Sampai saat ini penyakit Tuberculosis di Propinsi Lampung masih termasuk penyakit yang menempati urutan keempat dari penyakit saluran pernafasan semua golongan umur. Program pemberatasan Tubercolosis paru di Kota Bandar Lampung telah menjalankan strategi DOTS sejak tahun 1999. penemuan kasus jauh dibawah target 40,5% target nasional 70% (2007),sedangkan tahun 2008  menjadi 79,7%, angka konversi 87 % (2009) terjadi penurunan pada 2010  menjadi 83,8%, angka kesembuhan 82,29 (2009).91,4 % (2010 ),Dinkes Kota Bandar Lampung. Bila dilihat angka kesembuhan, ini menunjukan peningkatan yang cukup baik tetapi angka ini tidak merata disetiap puskesmas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor induvidu, faktor organisasi dan faktor psikologis dengan kinerja perawat puskesmas dalam penatalaksanaan Tuberculosis dengan strategi DOTS di kota Bandar Lampung  tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah crosssectional. Populasi seluruh perawat yang melakukan penatalaksanaan Tuberculosis  strategi DOTS sekaligus sampel penelitian. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 10 - 30 September 2011.  Hasil penelitian diperoleh Terdapat hubungan antara umur dengan nilai P (< 0.001). jenis kelamin dengan nilai (P 0,001), pendidikan P (0,004), motivasi P (<0,001), persepsi dengan kinerja perawat dalam penatalaksanaan Tuberculosis strategi DOTS di Puskesmas Kota Bandar Lampung .Tidak terdapat hubungan antara pelatihan nilai P (0,449). kepemimpinan P (0,246). persepsi perawat tentang beban kerja dengan kinerja perawat puskesmas dalam penatalaksanaan TB strategi DOTS