Kartika Kartika
Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH MELALUI METODE PEMBERIAN IKAN CUPANG DI RUMAH KEPADA SISWA REMAJA Kartika Kartika; Asasih Villa Sari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan masalah penyakit yang sering terjadi di Indonesia. . Pada saat musim penghujan, banyak tempat-tempat yang menjadi genangan air sehingga menjadi sarang bagi perkembang biakan nyamuk penyebab demam berdarah, yakni aedes Agypti. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dari unsur siswa remaja tentang pemberantasan nyamuk demam berdarah melalui pemberian ikan cupang shingga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar untuk sadar akan pengendalian lingkungan. Keikutsertaan masyarakat dalam upaya penyelesaian permasalahan penyakit membutuhkan sebuah proses dan kesadaran dari masyarakat. Sebuah upaya pengendalian membutuhkan motivasi, edukasi, dan pengetahuan yang terus berkelanjutan kepada perorangan, kelompok, hingga tokoh masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka edukasi tentang DBD dan upaya pengendaliannya sangat diperlukan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan post test didapatkan sebanyak 4 peserta kegiatan (13,3%) yang memiliki pengetahuan rendah tentang pemberantasan demam berdarah melalui pemberian ikan cupang, sebanyak 10 peserta kegiatan (33,3%) memiliki pengetahuan sedang tentang pemberantasan demam berdarah dan sebanyak 16 peserta kegiatan (53,4%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pemberantasan demam berdarah. Pengetahuan remaja terhadap pemberantasan DBD dapat mempengaruhi sikap dan perilaku remaja sehingga menumbuhkan kesadaran bagi remaja untuk sama-sam membantu menyelesaikan permasalahan DBD di lingkungan sekitarnya. Upaya pengendalian demam berdarah harus melibatkan masyarakat umum terutama kalangan remaja. Hasil kegiatan edukasi menunjukkan bahwa pengetahuan remaja meningkat dari sebelum dilakukan edukasi. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa sebuah penyuluhan kesehatan dalam bentuk edukasi dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan praktik seseorang dalam upaya pencegahan suatu penyakit
PEMBERIAN EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA KELAS IBU HAMIL Kartika Kartika; Heni Eka Puji Lestari
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi baru lahir memiliki kerentanan terhadap infeksi sehingga dalam perawatannya dibutuhkan perhatian semaksimal mungkin. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor bayi yang memiliki suatu kelainan atau dari faktor lingkungan yang kurang tepat oleh keluarga yang merawatnya. Oleh karena itu, perlu bagi seorang ibu untuk mengetahui tentang perawatan bayi terutama bayi baru lahir agar dapat memperoleh pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi ibu dan keluarga mengenai upaya perawatan bayi baru lahir meliputi cara memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, dan pemberian ASI yang optimal pada kelas ibu hamil. Sasaran dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang sedang berada pada trimester 1, 2, atau 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui 3 tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilaksanakan berdasarkan adanya survey pendahuluan dengan data awal yang diperoleh sebanyak 35% ibu berpengetahuan cukup dan 65% ibu berpengetahuan kurang. Pelaksanaan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan tali pusat, memandikan bayi baru lahir, dan pemberian ASI. Tahap evaluasi setelah dilakukan pemberian edukasi diperoleh 84,6% ibu berpengetahuan baik dan 15,4 % ibu berpengetahuan cukup. Berdasarkan evaluasi tersebut, ibu hamil yang masih berpengetahuan cukup dilakukan konseling kembali untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir