Nur Fitriyani
RSUD Inche Abdoel Moeis, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Suplementasi Vitamin D pada Bayi Prematur Fidel Corona Corona; Nur Fitriyani; Michael -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.1933

Abstract

Vitamin D merupakan mikronutrien yang berperan dalam sistem imun, penyerapan kalsium dan pembentukan tulang, sehingga dibutuhkan pada segala usia. Defisiensi vitamin D pada ibu hamil sering terjadi dan berkaitan dengan infeksi neonatus, mortalitas dan morbiditas pada bayi prematur mengingat janin mendapat vitamin D sepenuhnya dari ibu. Prematuritas, nutrisi buruk dan kurangnya paparan terhadap sinar matahari dapat meningkatkan risiko defisiensi vitamin D. Kebanyakan pedoman merekomendasikan asupan vitamin D 400 hingga 1000 IU setiap hari untuk kesehatan tulang pada bayi prematur dengan perhatian khusus pada gangguan hati atau ginjal. Vitamin D dapat diberikan melalui tetes, fortifikasi ASI atau melalui susu formula. Belum ada data perlunya pemeriksaan rutin kadar 25-hidroksivitamin D.Vitamin D is a micronutrient with a role in the immune system, calcium absorption, and bone formation. Vitamin D deficiency in pregnancy is common and associated with neonatal infection, mortality, and morbidity in premature infants as a fetus get vitamin D entirely from the mother. Short gestational age, poor nutrition, and lack of exposure to sunlight during hospitalization may contribute to an increased risk of vitamin D deficiency. Most guidelines recommend vitamin D 400 to 1000 IU daily intake for bone health in preterms with special attention in preterms with liver or kidney disorders. Vitamin D may be given via drops, breast milk fortification, or formula milk. There are no data regarding the necessity of routine testing for 25-hydroxyvitamin D levels.
Suplementasi Vitamin D pada Bayi Prematur Fidel Corona; Nur Fitriyani; Michael
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.251

Abstract

Vitamin D merupakan mikronutrien yang berperan dalam sistem imun, penyerapan kalsium, dan pembentukan tulang, sehingga dibutuhkan pada segala usia. Defisiensi vitamin D pada ibu hamil sering terjadi dan berkaitan dengan infeksi neonatus, mortalitas, dan morbiditas pada bayi prematur mengingat janin mendapat vitamin D sepenuhnya dari ibu. Prematuritas, nutrisi buruk, dan kurangnya paparan terhadap sinar matahari dapat meningkatkan risiko defisiensi vitamin D. Kebanyakan pedoman merekomendasikan asupan vitamin D 400 hingga 1.000 IU setiap hari untuk kesehatan tulang pada bayi prematur dengan perhatian khusus pada gangguan hati atau ginjal. Vitamin D dapat diberikan secara tetes, fortifikasi ASI, atau melalui susu formula. Belum ada data perlunya pemeriksaan rutin kadar 25-hidroksivitamin D. Vitamin D is a micronutrient with a role in the immune system, calcium absorption, and bone formation. Vitamin D deficiency in pregnancy is common and associated with neonatal infection, mortality, and morbidity in premature infants as a fetus gets vitamin D entirely from the mother. Short gestational age, poor nutrition, and lack of exposure to sunlight during hospitalization may contribute to an increased risk of vitamin D deficiency. Most guidelines recommend vitamin D 400 to 1.000 IU daily intake for bone health in preterms with special attention in preterms with liver or kidney disorders. Vitamin D may be given via drops, breast milk fortification, or formula milk. There are no data regarding the necessity of routine testing for 25-hydroxyvitamin D levels.
Suplementasi Vitamin D pada Bayi Prematur Fidel Corona; Nur Fitriyani; Michael
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.251

Abstract

Vitamin D merupakan mikronutrien yang berperan dalam sistem imun, penyerapan kalsium, dan pembentukan tulang, sehingga dibutuhkan pada segala usia. Defisiensi vitamin D pada ibu hamil sering terjadi dan berkaitan dengan infeksi neonatus, mortalitas, dan morbiditas pada bayi prematur mengingat janin mendapat vitamin D sepenuhnya dari ibu. Prematuritas, nutrisi buruk, dan kurangnya paparan terhadap sinar matahari dapat meningkatkan risiko defisiensi vitamin D. Kebanyakan pedoman merekomendasikan asupan vitamin D 400 hingga 1.000 IU setiap hari untuk kesehatan tulang pada bayi prematur dengan perhatian khusus pada gangguan hati atau ginjal. Vitamin D dapat diberikan secara tetes, fortifikasi ASI, atau melalui susu formula. Belum ada data perlunya pemeriksaan rutin kadar 25-hidroksivitamin D. Vitamin D is a micronutrient with a role in the immune system, calcium absorption, and bone formation. Vitamin D deficiency in pregnancy is common and associated with neonatal infection, mortality, and morbidity in premature infants as a fetus gets vitamin D entirely from the mother. Short gestational age, poor nutrition, and lack of exposure to sunlight during hospitalization may contribute to an increased risk of vitamin D deficiency. Most guidelines recommend vitamin D 400 to 1.000 IU daily intake for bone health in preterms with special attention in preterms with liver or kidney disorders. Vitamin D may be given via drops, breast milk fortification, or formula milk. There are no data regarding the necessity of routine testing for 25-hydroxyvitamin D levels.